1.500 Petani hingga Pengusaha Pertanian Kumpul di Bogor Besok, Ada Apa?

Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPN HKTI) akan menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) HKTI 2025, yang dirangkaikan dengan Temu Tani Nasional.

oleh Septian DenyDiterbitkan 02 Desember 2025, 17:30 WIB
Petani menggiling saat musim panen padi di sawah Desa Bube Baru, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo (15/3). Mulai dari menyabit padi hingga sudah menjadi bulir gabah itu semua mengunakan tenaga manusia. (Liputan6.com/Arfandi Ibrahim)

Liputan6.com, Jakarta Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPN HKTI) akan menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) HKTI 2025, yang dirangkaikan dengan Temu Tani Nasional.

Kegiatan ini sebagai forum konsolidasi nasional sektor pertanian dalam memperkuat kebijakan strategis Kedaulatan Pangan sesuai Visi Asta Cita Presiden Prabowo, mempererat kolaborasi lintas sektor, serta mendukung arah pembangunan pertanian dan pangan nasional menuju tahun 2026.

Acara akan digelar pada hari Rabu, 3 Desember 2025 di Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP), Ciawi, Bogor, Jawa Barat. Kemudian dihadiri sekitar 1.500 peserta yang terdiri dari petani, pelaku usaha tani, akademisi, penyuluh, pemerintah pusat dan daerah, perguruan tinggi, mahasiswa, serta unsur pendukung sektor pertanian lainnya.

Sekretaris Jenderal DPN HKTI, Abdul Kadir Karding, menyampaikan bahwa Rakernas dan Temu Tani Nasional merupakan momentum strategis untuk menyelaraskan langkah HKTI dengan agenda besar pembangunan nasional sektor pertanian dan pangan dibawah pemerintahan Presiden Prabowo.

“Rakernas HKTI 2025 bukan hanya agenda organisasi, namun menjadi gerakan nasional untuk terus memajukan pertanian Indonesia ke depan. Kami ingin memastikan Swasembada Pangan yang berkelanjutan dan penguatan hilirisasi pertanian. Tentu juga yang utama yakni kesejahteraan dan kemakmuran petani dan produsen pangan skala kecil lainnya, sesuai dengan program prioritas Presiden Prabowo” ujar Abdul Kadir Karding, Selasa (2/12/2025).

Ia menekankan pentingnya penguatan peran petani sebagai subjek utama pembangunan pertanian, bukan lah objek kebijakan.

“Kemandirian petani harus menjadi prioritas. Mulai dari jaminan tanah, sarana produksi, akses pembiayaan, kepastian harga, modernisasi alat dan teknologi, hingga jaminan keberlanjutan usaha tani. Karena itu, HKTI terus bersinergi dengan Kementerian Pertanian dan kementerian/lembaga terkait untuk bekerja bersama mewujudkannya”, tambahnya.

 

Temu Tani Nasional

Petani memisahkan bulir padi dari tangkainya saat panen di sawah yang terletak di belakang PLTU Labuan, Pandeglang, Banten, Minggu (4/8/2019). Kurangnya pasokan beras dari petani akibat musim kemarau menyebabkan harga gabah naik. (merdeka.com/Arie Basuki)

Wakil Ketua Umum DPN HKTI, Suroyo, menegaskan bahwa Temu Tani Nasional dirancang sebagai ruang pertemuan besar seluruh pemangku kepentingan pertanian lintas sektor.

“Rakernas dan Temu Tani Nasional 2025 kami rancang sebagai ajang konsolidasi nasional stakeholder pertanian—petani, pengusaha, akademisi, pemerintah, penyuluh, mahasiswa, pemuda, sampai lembaga keuangan—untuk menyatukan persepsi melanjutkan kemajuan pertanian 2025 dan langkah bersama menghadapi tantangan pertanian ke depan,” tutur Suroyo.

Ia menjelaskan bahwa agenda utama yang akan dibahas meliputi penguatan Swasembada Pangan yang berkelanjutan dan percepatan hilirisasi pertanian. Selanjutnya regenerasi petani, akses permodalan, alih teknologi, serta perlindungan dan pemberdayaan petani.

 

Dorong Peran Generasi Muda

Petani memisahkan gabah saat panen padi di sawah Desa Bube Baru, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo (15/3). Mereka lebih memilih menggunakan tenaga manusia agar Kebersamaan mereka terhaga. (Liputan6.com/Arfandi Ibrahim)

Rangkaian kegiatan juga dimeriahkan Temu Mahasiswa Pertanian dan Peternakan guna mendorong peran generasi muda dalam pembangunan pertanian nasional.

“Kami menyadari masa depan pertanian berada di tangan generasi muda. Karena itu, Temu Mahasiswa kami siapkan sebagai ruang dialog, inspirasi, dan penguatan komitmen agar anak muda tidak ragu terjun ke sektor pertanian,” pungkas Suroyo.

Rakernas HKTI 2025 juga akan menjadi forum penetapan program kerja nasional organisasi, penguatan struktur kelembagaan HKTI, serta perumusan rekomendasi kebijakan strategis bagi pemerintah pusat dan daerah.

“HKTI harus menjadi organisasi petani yang solid, profesional, dan berpengaruh dalam kebijakan publik. Rakernas ini akan mempertegas posisi HKTI sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun pertanian Indonesia yang maju,” tutup Suroyo.

DPN HKTI mengundang seluruh elemen pertanian nasional untuk hadir dan berkontribusi dalam acara ini demi terwujudnya pertanian Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya