CEO Vidio Sutanto Hartono: Konten Lokal Masih Sangat Diminati

Produsen media siar Indonesia masih memiliki peluang untuk berkembang pesat d tengah gempuran platform-platform media siar video internasional. Kehadiran berbagai konten lokal berbahasa Indonesia masih sangat kuat dan diminati penonton.

oleh Kukuh SetyonoDiterbitkan 01 Desember 2025, 13:53 WIB
Managing Director Emtek, CEO SCM & Vidio Sutanto Hartono hadir sebagai pembicara dalam Studium Generale Binus University.

Liputan6.com, Jakarta Produsen media siar Indonesia masih memiliki peluang untuk berkembang pesat d tengah gempuran platform-platform media siar video internasional. Kehadiran berbagai konten lokal berbahasa Indonesia masih sangat kuat dan diminati penonton.

Pandangan ini disampaikan CEO Vidio, Sutanto Hartono saat memberi kuliah umum pada mahasiswa semester pertama Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Senin (1/12/2025).

Melalui presentasi berjudul 'Winning the Digital Leadership: Vidio's Local Formula to Compete with Global Giants', Sutanto memaparkan saluran televisi di Indonesia masih ditonton lebih dari 62 persen dari 280 penduduk Indonesia.

"Hal ini dikarenakan televisi mampu menjangkau 17 ribu pulau. Ini berbeda dengan jangkauan data internet yang tidak merata dan masih mahal," jelasnya. 

Sutanto mengatakan, saat ini ada beberapa pilar strategi yang harus dipenuhi untuk menjangkau lebih luas audiens.

Pertama, terus memperkuat isi siaran televisi dan berkreasi dengan acara yang tinggi rantingnya. Kedua, menyajikan berbagai peristiwa olahraga langsung, menghadirkan keberagaman konten-konten lokal, dan perkembangan teknologi. 

Sutanto memberikan bukti paling jelas. Yakni film Indonesia di bioskop masih laris manis.

"Sebagai data kenapa konten lokal masih diminati. Sepanjang 2025 ini, tiket untuk film Indonesia telah menembus 80 juta lembar yang terjual. Angka ini sebesar 60 persen dari total tiket terjual. Ini bukti film nasional masih sangat dinanti," paparnya.

CEO Vidio Sutanto Hartono. (Liputan6.com/Kukuh Setyono)

Pesan Penting untuk Mahasiswa

Dalam menghadapi dunia kerja, Sutanto berpesan kepada mahasiswa untuk memperkuat kemampuan hard skill dan soft skill dengan mengikuti magang di berbagai perusahaan. 

Langka ini dinilainya akan menjadi modal karena individu selama perkuliahan telah mencicipi rasanya dunia kerja. 

"Asah kemampuan unggul yang kalian miliki. Tetapi yang terpenting, saat ini dunia kerja membutuhkan orang-orang dengan story telling yang baik. Pesan yang disampaikan menggambarkan bagaimana logika dijalankan," pesan Managing Director Emtek ini.

Ketua Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Mario Antonius Birowo menyebut kehadiran Sutanto sebagai praktisi media senior adalah untuk mendekatkan antara yang dipelajari kampus dengan yang dikerjakan di dunia nyata.

"Ini supaya kemudian apa yang akan dilakukan oleh mahasiswa di kampus nanti begitu keluar dari kampus. Jadi mereka sudah semakin siap untuk masuk ke dunia kerja," katanya.

Anton tidak menutup peluang adanya kolaborasi antara Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) dengan Emtek Grup. Salah satunya lewat program magang berdampak. 

Nantinya selkama satu semester, mahasiswa akan magang dan hasil laporan akan dikonversikan menjadi minimal 20 SKS.

"Magang itu kemudian menjadi sesuatu yang penting menjebatani antara kehidupan kampus dengan kehidupan saat di industri pekerjaan dan sebagainya," tutup Anton.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya