Rekomendasi Saham Hari Ini 1 Desember 2025: ASII, BBRI, PTRO, TPIA hingga PGAS

Berikut strategi rekomendasi saham saat laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan saham, Senin, (1/12/2025).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 01 Desember 2025, 06:25 WIB
Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Senin, (1/12/2025). IHSG hari ini berpotensi naik ke posisi 8.660.Bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG melemah 0,42% ke posisi 8.508 dan didominasi oleh volume penjualan pada perdagangan saham Jumat, 28 November 2025.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG masih akan berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [iii], dapat dicermati area penguatan berikutnya pada area 8.660.

“Namun, cermati pula area koreksi pada rentang 8.460-8.491 sekaligus menguji area support,” ujar Herditya dalam catatannya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 8.491,8.428 dan level resistance 8.616,8.660.

Untuk sepekan ini, Herditya mengatakan, IHSG akan ada potensi koreksi dalam jangka pendek. IHSG akan berada di level support 8.341 dan level resistance 8.600.

Adapun sentimen yang akan pengaruhi IHSG antara lain rilis data neraca dagang, inflasi dan cadangan devisa Indonesia. Kedua, rilis data pekerjaan dan nonfarm payrolls (NPF) Amerika Serikat (AS). “Ketiga, investor akan menanti dari kebijakan suku bunga the Fed yang saat ini probabilitasnya sudah naik di atas 80%,” ujar Herditya saat dihubungi Liputan6.com.

Sementara itu, dalam riset terbatas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan level resistance di 8.440-8.625.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Petrosea Tbk (PTRO), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).

Berikut rekomendasi saham teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Astra International Tbk (ASII) - Buy on Weakness

Saham ASII terkoreksi 0,38% ke 6.550 dan didominasi tekanan jual yang cenderung meningkat. “Kami memperkirakan, posisi ASII saat ini masih berada pada bagian dari wave [e] dari wave 4 pada pola barrier triangle,” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 6.375-6.525

Target Price: 6.725, 6.900

Stoploss: below 6.275

 

 

Rekomendasi Teknikal Lainnya

Pekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG masih naik, namun tak lama kemudian, IHSG melemah 2,3 poin atau 0,05 persen ke level 5.130, 18. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

2.PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) - Spec Buy

Saham BBRI terkoreksi 1,60% ke 3.680 dan masih didominasi oleh tekanan jual, pergerakannya pun masih berada pada fase downtrendnya. “Kami perkirakan, posisi BBRI saat ini berada pada bagian dari wave iii dari wav (c) dari wave [b],” kata dia.

Spec Buy: 3.650-3.680

Target Price: 3.740, 3.790

Stoploss: below 3.630

 

3.PT Petrosea Tbk (PTRO) - Buy on Weakness

Saham PTRO menguat 0,50% ke 10.000 dan masih didominasi oleh volume pembelian. Herditya memperkirakan, posisi PTRO saat ini berada pada bagian awal dari wave (v) dari wave [v] dari wave 5.

Buy on Weakness: 9.800-9.950

Target Price: 10.275, 10.825

Stoploss: below 9.650

 

4.PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) - Buy on Weakness

Saham TPIA menguat 0,34% ke 7.400 dan masih didominasi oleh volume pembelian meskipun menurun, penguatannya pun masih tertahan oleh MA60. “Kami memperkirakan, posisi TPIA sedang berada pada bagian awal dari wave [c] dari wave A,” kata dia.

Buy on Weakness: 7.225-7.350

Target Price: 7.725, 8.275

Stoploss: below 7.025

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 28 November 2025

Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan saham Jumat, (28/11/2025). IHSG hari ini melemah di tengah sektor saham teknologi pimpin koreksi.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup merosot 0,43% ke posisi 8.508,70. Indeks saham LQ45 terpangkas 0,74% ke posisi 845,76. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Pada perdagangan saham Jumat pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.572,35 dan level terendah 8.495,20. Sebanyak 370 saham memerah sehingga bebani IHSG. 282 saham menguat dan 159 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 2.341.049 kali dengan volume perdagangan saham 41,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 20,4 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.672.

Sektor saham bervariasi menjelang akhir pekan ini. Sektor saham teknologi terpangaks 2,6%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham kesehatan melemah 0,90%, sektor saham keuangan susut 0,56%.

Sementara itu, sektor saham energi bertambah 1,25%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham properti menanjak 1,02%, sektor saham industri menguat 0,29%, sektor saham consumer nonsiklikal bertambah  0,13%, sektor saham infrastruktur menanjak 0,62%, dan sektor saham transportasi mendaki 0,25%.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya