Bencana Sumatera: Danantara Utus Telkom-Pertamina, Pulihkan Sinyal hingga BBM di Wilayah Terdampak

Danantara menyatakan, pihaknya sudah bekerja keras melalui BUMN telekomunikasi, listrik hingga energi untuk dapat memenuhi kebutuhan di wilayah terdampak bencana di Aceh hingga Sumatera Utara.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 28 November 2025, 19:30 WIB
Managing Director Stakeholder Management and Communications Danantara, Rohan Hafas. (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) telah mengirim sejumlah BUMN untuk memulihkan wilayah terdampak banjir di Sumatera Utara hingga Aceh. PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), hingga PT Telkom Indonesia (Persero) jadi prioritas utama untuk pemulihan di kawasan terdampak banjir hingga longsor.

Managing Director Stakeholder Management and Communications Danantara, Rohan Hafas mengaku prihatin dengan bencana besar yang terjadi tersebut. Soal tiga BUMN tadi, prioritasnya adalah pemulihan sinyal, listrik, dan bahan bakar minyak (BBM).

"Tapi yang paling utama saya mau sampaikan sini, sejak kemarin kami sudah bekerja keras melalui BUMN telekomunikasi, BUMN listrik dan BUMN bahan bakar itu tiga yang utama yang diperlukan di sana," kata Rohan, di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (28/11/2025).

"(Tujuannya) untuk menghidupkan kembali komunikasi, menghidupkan kembali kelistrikan dan bahan bakar untuk transportasi dan pengangkutan-pengangkutan," ia menambahkan.

Selain sektor-sektor tadi, Rohan juga mengatakan Danantara melalui BUMN juga turut mengirim kebutuhan pokok seperti pakaian hingga makanan. 

"Jadi kami memang dari kemarin sudah ada di lapangan, jadi kita langsung tanggap darurat karena kami tidak serta-merta itu dilakukan karena kami memiliki banyak anak-anak BUMN kami yang ada di wilayah-wilayah tersebut," tutur dia.

Pertamina Alihkan Pasokan

Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga mengakui distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG terkendala imbas bajir dan longsor di sejumlah titik di Sumatera Utara dan Aceh. Pengalihan rute hingga penambahan armada pengiriman pun dilakukan.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Domatubun menyampaikan, ada jalur distribusi terdampak banjir dan longsor, serta sebagian jalur diberlakukan buka-tutup jalan. Alhasil, Pertamina mengalihkan pasokan dari sejumlah lokasi integrated terminal (IT) dan terminal BBM atau fuel terminal (FT) lokasi lain.

"Alih suplai (rerouting) melalui IT Lhokseumawe, IT Dumai, FT Siantar, FT Kisaran, dan FT Sibolga," kata Roberth saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (28/11/2025).

 

Tambah Kapal

Kemudian, Pertamina juga menambah penugasan kapal suplai tambahan, termasuk kapal domestik, untuk mempercepat suplai ke terminal-terminal terdampak. Lalu, optimalisasi shifting produk, khususnya di wilayah yang mengalami keterbatasan jenis produk.

Roberth memastikan Pertamina terus berkoordinasi intensif dengan kepolisian, BPBD, dan pemerintah daerah untuk memastikan kelancaran distribusi di jalur yang terdampak. Serta melakukan pemantauan ketat stok BBM dan LPG di seluruh wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).

"Kesiapsiagaan tim operasi di daerah rawan bencana, termasuk penyiapan alternatif rute distribusi apabila akses utama kembali terganggu," ujarnya.

Minta Masyarakat Tenang

Atas strategi tersebut, Roberth meminta masyarakat tetap tenang terhadap pasokan BBM dan LPG. Dia juga berharap masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM maupun LPG sesuai kebutuhan wajar. Jika terdapat kendala layanan di lapangan, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135," tutur dia.

"Pertamina Patra Niaga Sumbagut akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan penyaluran energi tetap berlangsung di tengah kondisi cuaca yang dinamis dan tantangan akses distribusi di wilayah Aceh-Sumut," Roberth menambahkan.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya