Belanja Masyarakat Ditargetkan Sentuh Rp 116 Triliun pada 2026

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berharap stimulus yang diberikan dapat meningkatkan belanja masyarakat mencapai Rp 116 triliun.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 28 November 2025, 19:15 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai mengikuti rapat terbatas di Istana Merdeka Jakarta, Kamis, 27 November 2025.(Foto: laman ekon.go.id)

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah menargetkan belanja masyarakat pada Januari 2026 diproyeksikan mencapai Rp 116 triliun. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mengatakan berbagai diskon yang sudah diumumkan, yaitu diskon kereta api hingga 30 persen, angkutan laut 20 persen, diskon tiket pesawat 13–14 persen, serta diskon tarif tol 10–20 persen dinilai mampu mendorong belanja masyarakat.

"Stimulus ini diharapkan dapat meningkatkan belanja masyarakat pada Januari yang diproyeksikan mencapai Rp 116 triliun,” kata Airlangga usai mengikuti rapat terbatas di Istana Merdeka Jakarta, Jumat (28/11/2025).

Menko Airlangga menuturkan, Presiden Prabowo juga memberikan arahan percepatan realisasi belanja Kementerian/Lembaga serta penyiapan sejumlah langkah stimulatif untuk mendukung mobilitas masyarakat dan menjaga momentum kegiatan ekonomi menjelang akhir tahun.

Beragam kebijakan tersebut dirancang untuk memastikan belanja Pemerintah berjalan optimal sekaligus memberikan dorongan tambahan bagi aktivitas konsumsi masyarakat.

Selain itu, Pemerintah juga menyampaikan perkembangan investasi strategis dari Republik Rakyat China senilai Rp 36,4 triliun yang terdiri dari 16 proyek industri prioritas.

Seluruh investasi tersebut akan masuk melalui Kawasan Industri Batang dan mencakup sektor baja, pengolahan hasil laut, perdagangan nickel iron, riset dan pengembangan tekstil, energi berbasis batu bara, bahan baku tekstil, industri teh dan melati, hingga direct sourcing produk pertanian seperti kelapa dan durian.

Perkuat Inklusi Keuangan

Airlangga menuturkan, Pemerintah terus memperkuat fondasi inklusi dan kesehatan keuangan nasional serta menyiapkan langkah percepatan belanja negara menjelang akhir tahun sebagai strategi menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi.

"Bapak Presiden juga melihat dan mendengarkan, kita menyampaikan bahwa dengan 88,7 juta rumah tangga di seluruh Indonesia, seluruhnya didorong untuk memiliki rekening sebagai landasan penting peningkatan inklusi keuangan dan efektivitas penyaluran bantuan Pemerintah,” ujar Menko Airlangga.

Upaya tersebut menjadi bagian penting dari penguatan sistem keuangan nasional, termasuk peningkatan pemahaman publik terhadap layanan keuangan formal. 

 

Edukasi Literasi Keuangan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai mengikuti rapat terbatas di Istana Merdeka Jakarta, Kamis, 27 November 2025.(Foto: laman ekon.go.id)

Pemerintah terus mendorong edukasi dan literasi keuangan, terutama di tengah capaian inklusi yang sudah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir dan partisipasi generasi muda melalui rekening pelajar.

"Inklusi keuangan Indonesia sudah mencapai 92,7 persen, namun tingkat literasi berada pada angka 66,4 persen yang lebih tinggi dibanding rata-rata OECD. Selain itu, terdapat 58 juta rekening pelajar yang menjadi modal penguatan literasi dan inklusi di masa depan,” pungkas Menko Airlangga.

Bertemu Ratu Maxima, Menko Airlangga Bahas Soal Kesehatan Keuangan

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat ditemui usai menghadiri peningkatan literasi dan kesehatan finansial nasional bersama UNSGSA. (Foto: Liputan6.com/Tira Santia)

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, menyampaikan hasil pertemuannya bersama United Nations Secretary-General’s Special Advocate (UNSGSA) for Inclusive Finance for Development Queen Maxima atau Ratu Maxima.

Airlangga menjelaskan, pertemuan ini adalah meningkatkan kesadaran (awareness) mengenai kesehatan keuangan atau dikenal dengan Financial Health.

"Financial health itu kalau dalam value keuangan mulai dari pertama inklusi, dan kedua literasi, ketiga literasi itu mengetahui produk-produk perbankan apakah itu mortgage utang atau KPR perumahan," ujar Airlangga saat ditemui usai menghadiri peningkatan literasi dan kesehatan finansial nasional bersama UNSGSA, di Gedung A.A. Maramis, Kompleks Kemenkeu Lapangan Banteng Timur, Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Menko Airlangga, mengatakan berdasarkan hasil monitor, kini banyak masyarakat Indonesia yang sudah mengetahui pentingnya tingkat kesehatan finansial.

"Sekarang dimonitor banyak masyarakat yang tahu, sehingga perlu ada koordinasi data secara digital untuk mengetahui tingkat kesehatan finansial dari masyarakat," ujarnya.

Selain itu, kata Airlangga, Ratu Maxima turut mengingatkan PBB mendorong kesehatan finansial merupakan suatu hal yang penting.

"Tadi Queen Maxima mengingatkan bahwa PBB mendorong bahwa financial health itu menjadi outcome, jadi keluaran program-program tersebut. Nah ini yang akan kita dalami dan bekerjasama dengan PBB," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya