Liputan6.com, Canberra - Serangan hiu menewaskan satu orang dan melukai satu lainnya di pantai Crowdy Bay, New South Wales, Australia timur, pada Kamis (27/11/2025) pagi.
Polisi menyatakan korban tewas adalah seorang perempuan, sementara seorang pria mengalami luka parah pada kaki, dikutip dari laman Japan Today, Kamis (27/11).
Advertisement
"Keduanya saling mengenal dan sedang berenang ketika diserang," kata Inspektur Kepolisian NSW Timothy Bayly kepada wartawan.
Korban selamat berhasil diselamatkan berkat tindakan cepat seorang saksi yang membuat torniket darurat untuk menghentikan pendarahan. Inspektur Ambulans NSW Joshua Smyth menyebut tindakan itu "sangat heroik" dan kemungkinan menyelamatkan nyawa sang pria, yang kini berada dalam kondisi stabil di rumah sakit.
Pantai tersebut tidak memiliki penjaga pantai dan berada di area yang sulit dijangkau.
"Ini insiden yang sangat mengerikan," ujar CEO Surf Life Saving NSW, Steven Pearce, seraya menjelaskan bahwa lokasi yang terpencil menyulitkan pertolongan cepat.
Pantai Crowdy Bay dan area sekitarnya kini ditutup. Pihak berwenang sedang berusaha mengidentifikasi spesies hiu yang terlibat. Catatan insiden nasional menunjukkan lebih dari 1.280 serangan hiu terjadi di Australia sejak 1791, dengan lebih dari 250 menyebabkan kematian. Hiu putih besar, hiu macan, dan hiu banteng tercatat sebagai spesies paling berbahaya bagi manusia.
Kasus Serangan Hiu
Meski serangan fatal masih relatif jarang, satu studi menunjukkan tren peningkatan: 56 kematian dalam 25 tahun hingga 2025, dibandingkan 27 kematian pada periode 25 tahun sebelumnya. Para ilmuwan mengaitkannya dengan perubahan suhu laut yang memengaruhi migrasi hiu, serta meningkatnya aktivitas manusia di laut.
Ironisnya, kecintaan warga Australia terhadap laut tidak surut. Survei 2024 menunjukkan hampir dua pertiga populasi melakukan sekitar 650 juta kunjungan ke pantai dalam setahun.
Upaya perlindungan kini menjadi isu sensitif. Pemerintah menggabungkan berbagai strategi, termasuk penggunaan drone, pelacak akustik pada hiu, peringatan aplikasi seluler, dan jaring pengaman di beberapa pantai.
Namun para peneliti juga mengingatkan bahwa hiu perlu dilindungi. Secara global, 37 persen spesies hiu dan pari laut kini masuk kategori terancam punah atau sangat terancam punah menurut Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN).