Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor pada perdagangan saham Rabu, 26 November 2025. Seiring rekor IHSG, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) turut melesat. Lalu apa saja emiten kapitalisasi pasar terbesar saat IHSG kembali cetak rekor?
Mengutip data BEI, Kamis (27/11/2025), IHSG melonjak 0,94% ke posisi 8.602,13. Pada perdagangan saham Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.602,13 dan level terendah 8.503,14. Total volume perdagangan saham mencapai 53,37 miliar saham dengan nilai transaksi harian Rp 26,71 triliun. Total frekuensi perdagangan 2,68 juta kali transaksi.
Advertisement
Seiring kenaikan IHSG itu, secara year to date, kinerja IHSG naik 21,50%. Posisi IHSG berada di posisi kedua di antara bursa saham di ASEAN. Di posisi pertama di tempat indeks acuan Vietnam yakni indeks VN yang menguat 31,07% secara year to date. Kemudian posisi ketiga ditempat indeks Strait Times di Singapura. Indeks acuan di Singapura itu melambung 18,85% secara year to date.
Sementara itu, kapitalisasi pasar BEI meningkat menjadi Rp 15.711 triliun. IHSG meski melesat, investor asing melakukan aksi jual saham mencapai Rp 550,31 miliar. Sepanjang 2025, investor asing masih melakukan aksi jual saham sebesar Rp 28,27 triliun.
Di tengah IHSG sentuh rekor baru di 8.600, beriku 10 saham emiten kapitalisasi pasar terbesar pada Rabu, 26 November 2025 berdasarkan data BEI:
1.PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dengan kapitalisasi pasar Rp 1.281 triliun.
2.PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan kapitalisasi pasar Rp 1.028 triliun.
3.PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dengan kapitalisasi pasar Rp 855 triliun.
4.PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan kapitalisasi pasar Rp 621 triliun.
5.PT DCI Indonesia Tbk (DCII) dengan kapitalisasi pasar Rp 617 triliun.
6.PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dengan kapitalisasi pasar Rp 583 triliun.
7.PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan kapitalisasi pasar senilai Rp 569 triliun.
8.PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dengan kapitalisasi pasar Rp 504 triliun.
9.PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan kapitalisasi pasar Rp 464 triliun
10.PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dengan kapitalisasi pasar senilai Rp 369 triliun
Penutupan IHSG pada 26 November 2025
Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada perdagangan saham Rabu, (26/11/2025). IHSG menembus level tertinggi baru di 8.600. Analis menilai, rekor IHSG tersebut didorong harapan penurunan suku bunga the Federal Reserve (the Fed) naik menjadi 80%.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melompat 0,94% ke posisi 8.602,13. Indeks saham LQ45 bertambah 0,89% ke posisi 864,76. Sebagian besar indeks saham acuan melesat pada perdagangan saham Rabu pekan ini.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, sentimen IHSG masih berasal dari global terutama suku bunga the Fed. "Probabilitas pemangkasan suku bunga the Fed naik menjadi 80% dan juga pergerakan IHSG masih didorong oleh penguatan emiten-emiten konglomerasi,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.
Herditya mengatakan, saham emiten grup Bakrie dan Prajogo Pangestu cenderung menguat. Pihaknya memperkirakan kenaikan harga saham grup Bakrie dan Prajogo Pangestu itu didorong masuknya saham emiten tersebut ke dalam MSCI.
Untuk prediksi IHSG pada Kamis pekan ini, Herditya mengatakan, IHSG masih berpeluang naik ke level support 8.550 dan level resistance 8.615.
Sektor Saham
Pada perdagangan saham Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.602,13 dan level terendah 8.503,14. Sebanyak 365 saham melemah sehingga bebani kenaikan IHSG. 293 saham menguat dan mendorong kenaikan IHSG. 149 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan 2.701.161 kali dengan volume perdagangan saham 54 miliar saham. Nilai transaksi harians aham Rp 26,7 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.660.
Dari 11 sektor saham, dua sektor saham melemah yakni sektor saham kesehatan merosto 0,06% dan sektor saham transportasi tergelincir 0,50%. Sementara itu, sektor saham energi bertambah 2,34%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham basic mendaki 1,68%, sektor saham industri naik 0,04%, sektor saham consumer nonsiklikal bertambah 0,65%.
Selain itu, sektor saham siklikal melesat 0,69%, sektor saham keuangan bertambah 1,96%, sektor saham properti menguat 0,12%, sektor saham teknologi melesat 0,67%, sektor saham infrastruktur melesat 1,12%.