Sambangi Liga Muslim Dunia, Muzani Gerindra Beberkan Kekuatan Indonesia: Perbedaan Adalah Energi

Ketua MPR Ahmad Muzani menegaskan bahwa kekuatan Indonesia terletak pada kemampuannya menjaga persatuan di tengah keberagaman.

oleh Putu Merta Surya PutraDiterbitkan 26 November 2025, 20:47 WIB
Ketua MPR Ahmad Muzani menyambangi kantor Liga Muslim Dunia di Mekkah, Arab Saudi. (Foto: Laman Gerindra).

Liputan6.com, Jakarta Ketua MPR Ahmad Muzani membeberkan kekuatan Indonesia dalam menjaga persatuan dalam keberagaman saat menyambangi kantor Liga Muslim Dunia di Mekkah, Arab Saudi.

"Perbedaan bagi kita adalah energi untuk menjaga kekuatan Indonesia sebagai negara persatuan," kata dia seperti dilansir dari Antara, Selasa (26/11/2025).

Di hadapan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Liga Muslim Dunia adalah Syekh Dr Muhammad bin Abdul Karim al-Issa, Politikus Gerindra ini mengatakan para pemimpin harus melihat perbedaan sebagai kekuatan untuk menjaga persatuan, bukan justru menjadi perpecahan.

Karena itu, saat mengetahui peluncuran platform digital yang diinisiasi oleh Liga Muslim Dunia, dia menyambut baik terlebih di era digital ini. Dia berharap platform Liga Muslim yang akan diluncurkan Kamis (27/11) bisa bermanfaat.

Muzani mengaku memiliki tugas untuk menjaga harmoni antar masyarakat yang beragam dalam NKRI. Di mana, saat bulan Ramadan tiba, masyarakat Indonesia harus bisa menghormati orang yang berpuasa maupun tidak berpuasa.

"Sekarang di Indonesia kami menjalankan prinsip-prinsip keyakinan agama, sama sekali tidak ada halangan, dan negara memiliki fasilitas berbagai macam support undang-undang legalitas terhadap kebebasan menjalankan keyakinan agama," ungkap dia.

Di sisi lain,Muzani menyampaikan bahwa Indonesia siap menyambut kunjungan Sekjen Liga Muslim Dunia ke Jakarta pada awal Desember mendatang. Menurut dia, Presiden Prabowo juga siap menerima kunjungan Dr Muhammad bin Abdul Karim al-Issa.

 

Sampaikan Harapan Penambahan Kuota Haji

Sebelumnya, Muzani bertemu dengan Pimpinan Pengelola Urusan dan Administrasi Masjid Nabawi, Doktor Syekh Muhammad Al-Khudori, di Madinah Al-Munawwarah. Muzani menyampaikan Syekh Al-Khudori mengapresiasi ketertiban jemaah Indonesia selama melaksanakan ibadah haji dan umrah.

“Hari ini kami bersama dengan pimpinan MPR lainnya Dokkter Hidayat Nur Wahid dan anggota MPR bertemu dengan Doktor Syekh Muhammad Al-Khudori, seorang ketua dari pengelolaan Masjid Madinah Al-Munawaroh. Salah satu yang disampaikan adalah bahwa beliau sangat mengapresiasi terhadap jemaah haji dan jemaah umrah Indonesia yang sangat tertib, taat, dan mengikuti aturan-aturan yang ditetapkan oleh pemerintah Saudi kalau di Madinah Al-Munawaroh,” kata Muzani di Madinah, dalam keterangan diterima, Senin (24/11).

Muzani menambahkan dari pertemuan itu, didapati beberapa kesepakatan dalam memperkuat pendidikan Islam di Madinah bagi warga negara Indonesia, serta pihak Masjid Nabawi membuka peluang kerja sama dalam bentuk transfer pengetahuan pengelolaan masjid, mencakup kebersihan, tata motif arsitektur, dan manajemen pengelolaan jemaah.

“Yang kedua, beliau akan melakukan transfer pengelolaan Masjid Madinah kepada masjid-masjid di Indonesia tentang kebersihannya, tentang pengelolaan jemaah, motifnya, manajemen. Karena itu, ini adalah kabar baik dan kami berharap pengelolaan ini bisa menyempurnakan pengelolaan tempat-tempat ibadah masjid yang ada di Indonesia,” ujar Muzani.

Dalam pertemuan tersebut, MPR menyampaikan kebutuhan untuk menambah kajian Islam berbahasa Indonesia di Masjid Nabawi. Saat ini, hanya satu kajian resmi dalam bahasa Indonesia, sedangkan jumlah jemaah, mahasiswa, dan masyarakat Indonesia di Madinah terus meningkat.

Muzani mengatakan pihak Masjid Nabawi menerima usulan tersebut dan sedang mempelajari kemungkinan penambahannya.

“Saya berharap beliau bisa datang ke Indonesia dan yang juga menyenangkan adalah kajian-kajian Islam di Madinah yang selama ini baru satu kajian Islam berbahasa Indonesia, mungkin akan ditambah untuk kajian-kajian Islam dalam bahasa Indonesia. Bukan hanya satu tetapi ada beberapa tempat lagi yang akan ditambahkan," kata Muzani.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya