Liputan6.com, Jakarta - Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani menegaskan bahwa Danantara belum memiliki keterlibatan dalam dinamika isu merger antara PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan Grab yang belakangan ini menjadi isu yang santer di kalangan pasar modal.
Saat dikonfirmasi, Rosan menyatakan bahwa proses yang terjadi saat ini masih berada di ranah kedua perusahaan tersebut. Artinya, Sejauh ini Danantara tidak ada keterlibatan.
Advertisement
“Ya, itu kan mereka sedang berjalan dulu ya, biarkan dulu itu berjalan lah," jelas dia usai acara PLN CEO Forum, di ICE BSD, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (26/11/2025).
Rosan mengatakan bahwa perkembangan terkait potensi konsolidasi itu masih berada pada tahap awal dan perlu diberi ruang agar berlangsung secara natural.
Danantara Buka Ruang Dukungan
Sebelumnya, Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menekankan bahwa Danantara tetap membuka ruang untuk memberikan dukungan bila prosesnya jelas dan memiliki nilai ekonomi yang sepadan.
Pandu juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara kepatuhan terhadap regulasi dan pencapaian commercial return.
“Mereka harus ngikutin B2B, kita lihat prosesnya. Nantinya kita pasti akan support, tapi kita lihat. Karena yang penting juga dari sisi commercial return harus ada,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pandu mengingatkan bahwa baik GOTO maupun Grab adalah perusahaan terbuka (Tbk), sehingga setiap langkah strategis yang diambil harus sesuai dengan tata kelola perusahaan publik.
GOTO Bakal RUPSLB di Tengah Isu Merger dengan Grab, Ini Penjelasan Manajemen
Sebelumnya, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 17 Desember 2025. Hal ini disampaikan Perseroan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), melalui keterbukaan informasi.
Direktur Legal dan Group Corporate Secretary GoTo, R. A. Koesoemohadiani, menegaskan bahwa RUPSLB merupakan bagian dari tata kelola perusahaan yang baik dan tidak berkaitan dengan rencana aksi korporasi apa pun. Ia menyampaikan bahwa perusahaan berada pada posisi terkuat dalam beberapa tahun terakhir, didukung kemajuan menuju profitabilitas yang berkelanjutan.
Koesoemohadiani menuturkan, agenda RUPSLB ini tidak berkaitan dengan rencana aksi korporasi apa pun dan informasi lebih lanjut akan disampaikan sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku pada saat Perseroan melakukan pemanggilan RUPSLB pada tanggal 25 November 2025.
Belum Ada Keputusan
Ia menambahkan spekulasi terkait potensi transaksi antara GoTo belum ada keputusan maupun kesepakatan. GoTo memastikan setiap langkah yang diambil akan mematuhi ketentuan perusahaan publik serta mengutamakan penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan menjaga kepentingan pemangku kepentingan, termasuk mitra pengemudi, UMKM, dan konsumen.
Perusahaan juga menegaskan dukungan terhadap upaya pemerintah memperkuat ekosistem digital nasional.
“Menanggapi spekulasi media terkait potensi transaksi antara PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan Grab, GoTo menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada suatu keputusan ataupun kesepakatan terkait hal tersebut,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (11/11/2025).
Koesoemohadiani menjelaskan, sebagai perusahaan teknologi yang didirikan dan tumbuh di Indonesia, GoTo menyambut baik upaya berkelanjutan Pemerintah Indonesia dalam memperkuat ekosistem digital nasional.