Reaktivasi Jalur KA Rangkasbitung-Labuan Beroperasi 2029

Reaktivasi Stasiun Rangkasbitung ke Labuan di Banten untuk mendukung menuju akses ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Panimbang dan kawasan pariwisata Pantai Carita.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 25 November 2025, 21:51 WIB
Pembangunan Stasiun Rangkasbitung dan pelaksanaan switch over pekerjaan tahap pertama, mulai Rabu 18 September 2024 flow layanan pengguna KRL Commuter Line yang akan masuk dan keluar di Stasiun Rangkasbitung dan jalur kereta akan disesuaikan.

Liputan6.com, Jakarta - Pengaktifan kembali jalur kereta api dari Stasiun Rangkasbitung ke Labuan di Banten berpotensi dapat dilakukan pada 2029. Pengaktifan kembali jalur kereta api dari Stasiun Rangkasbitung ke Labuan ini untuk meningkatkan akses transportasi massal di daerah tersebut.

"Kita sekarang mengikuti fokus Presiden Prabowo Subianto yaitu pada ketahanan pangan, dan belum terfokus untuk pembangunan reaktivasi jalur KA Rangkasbitung - Labuan," ujar Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Ferdian Suryo Adhi Pramono saat sosialisasi uji coba pengoperasian Gedung Stasiun Rangkasbitung yang baru di Lebak, Banten, Senin, 24 November 2025 seperti dikutip dari Antara, Selasa (25/11/2025).

Ia memastikan, pembangunan reaktivasi jalur KA Rangkasbitung - Labuan tidak dapat direalisasikan pada 2026 karena pemerintah masih fokus pada ketahanan pangan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Namun, kemungkinan pembangunan reaktivasi jalur KA Rangkasbitung - Labuan dapat dilaksanakan pada 2027.

Saat ini, PT KAI sudah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan Provinsi Banten dan sudah dilakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Reaktivasi transportasi massal itu untuk mendukung akses menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Panimbang dan Kawasan Pariwisata Pantai Carita. PT KAI sudah melakukan pemetaan lokasi dan sarana prasarana untuk reaktivasi jalur KA Rangkasbitung - Labuan.

"Jika reaktivasi KA Rangkasbitung - Labuan mulai dilakukan pada 2027, diperkirakan dapat beroperasi kembali pada 2029," ujar dia.

Anggaran Cukup Besar

Menurut dia, untuk mengoperasikan kembali jalur Rangkasbitung - Labuan anggarannya cukup besar pada penyediaan lahan dan penertiban, sebab, banyak jalur KA tersebut sudah berubah alih fungsi lahan dengan menjadi pemukiman warga hingga gedung - gedung sekolah.

Penghentian operasi KA Rangkasbitung - Labuan peninggalan zaman Belanda itu terjadi sekitar 1980-an.

"Kami berharap rencana pembangunan reaktivasi Rangkasbitung - Labuan bisa direalisasikan 2027," katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah mengatakan pemerintah daerah mendukung pembangunan reaktivasi Rangkasbitung - Labuan guna meningkatkan perekonomian masyarakat.

 

 

                     

Dukung Pengembangan Wilayah KEK

Pemerintah daerah sudah melakukan pendataan dan sosialisasi kepada masyarakat yang menempati lahan milik PT KAI.

Jalur Rangkasbitung - Labuan akan mendukung pengembangan wilayah KEK Panimbang dan wisata pesisir barat Provinsi Banten.

"Kami optimistis reaktivasi KA itu dapat meningkatkan ekonomi masyarakat kedua wilayah itu melalui angkutan massal KA," katanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya