Sosok Ayah Tiri Alvaro: Punya Kos-kosan di Tangerang, Baik dengan Keluarga

Keterangan nenek Alvaro mengungkap bahwa Alex, ayah tiri sekaligus pelaku pembunuhan, merupakan sosok berkecukupan yang memiliki beberapa kos-kosan dan tampak baik di depan keluarga.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 24 November 2025, 14:55 WIB
Nenek Alvaro Kiano Nugroho, Sayem saat ditemui awak media. (Foto: Liputan6.com/Ady Anugrahadi).

Liputan6.com, Jakarta Alex, ayah tiri yang juga pelaku pembunuhan Alvaro Kiano Nugroho (6), disebut merupakan sosok yang berkecukupan secara materi, lantaran memiliki kos-kosan.

Menurut nenek Alvaro, Sayem (53), kosan Alex tersebut yang mempertemukan putrinya, Arum Indah pada 2023, saat bekerja di kawasan Tangerang.

"Kenalnya ngekos di (tempatnya) Alex itu anak saya, emang kosnya di Alex itu. Ada kos-kosan, dua apa tiga (punya Alex). Saya juga enggak pernah ke sana," kata dia saat ditemui di Jakarta, Senin (24/11/2025).

Hubungan Alex dengan putrinya ditentang Sayem, meski akhirnya keduanya tetap melanjutkan sampai ke pelaminan. "Tadinya saya enggak setuju nikah," cerita dia.

Sayem pun mengungkapkan, tak lama setelah menikah, putrinya pindah kerja ke Kamboja. Sementara Alex, tetap di Indonesia. Menurutnya, tak ada kelakukan Alex yang dianggap buruk selama tinggal dengannya.

"Baik sih. Kalau di depan saya mah, ya pokoknya baik deh. Kalau sama saya sama keluarga, baik," ucap dia.

Di sisi lain, Sayem juga mengatakan, ayah kandung Alvaro yang kini tengah menjalani hukuman di Lapas Cipinang juga sudah diberi tahu akan kasus ini.

"Katanya kalau di tes DNA itu, (ayah kandung) bisa dibawa ke rumah sakit, terus nanti juga bisa pulang ke sini juga," kata Sayem.

Dia pun berharap kasus pembunuhan yang menimpa cucunya diusut tuntas. Ia menyebut tak lagi bisa berbuat banyak karena pelaku utama telah meninggal.

"Ya, saya mau berbuat apa juga udah nggak bisa ya. Karena pelaku udah enggak ada ya, gitu. Kalau pelaku masih ada sih ya inginnya kalau itu dihukum mati juga," kata Sayem.

Ayah Tiri Berlagak Ikut Sibuk Cari Alvaro

Polisi mengungkap kasus hilangnya Alvaro Kiano Nugroho (6). Bocah itu ternyata diculik ayah tirinya yang bernama Alex. Pelaku sudah ditangkap. Namun, dia ditemukan meninggal bunuh diri di Polres Metro Jaksel beberapa hari setelah ditangkap polisi. 

Sayem (53), nenek Alvaro menceritakan, Alex sempat berlagak menjadi orang yang paling sibuk membantu mencari keberadaan Alvaro usai dinyatakan hilang. Seolah mengaburkan fakta sebagai pelaku penculikan.

Ketika Alvaro tak pulang dari masjid pada 6 Maret 2025, keluarga masih meminta Alex untuk membantu melakukan pencarian. Sekitar pukul sembilan malam, kakek Alvaro menelepon Alex. Alex pun datang dan ikut mengantar keluarga membuat laporan ke Polsek hingga berlanjut ke Polda.

“Alex bisa kesini enggak?” Kata Sayem menirukan kakek Alvaro 

“Emang ada Pak?” Kata Alex saat itu.

“Alvaro hilang,” ucap sang kakek.

Akhirnya Alex datang ke rumah dan mengantarkan untuk melaporkan kehilangan Alvaro ke pihak kepolisian.

“Dia sampai nganterin ke Polsek, Polda," ucap Sayem. 

Setelah penculikan itu, sikap Alex masih seolah tak mengetahui apa pun soal hilangnya Alvaro. Bukan hanya itu, beberapa hari setelah penculikan, Alex bahkan menjadi orang yang paling aktif mengajak keluarga mencari ke dukun. Mulai dari Karawang sampai Bogor, Alex ikut mengantar Sayem dan suaminya.

"Jadi kayak orang tidak punya salah gitu. Terus nganterin saya ke orang pinter gitu ya. Istilahnya ke Kerawang, ke Bogor. Itu masih dianterin sama dia," ujar dia.

Alex mencoba memanipulasi keadaan dengan selalu menawarkan bantuan pencarian Alvaro.

Terungkapnya Pelaku Penculikan

Untuk diketahui, Polisi mengungkap pelaku pembunuhan Alvaro Kiano Nugroho (6), anak laki-laki yang hilang di Pesanggrahan, Jakarta Selatan adalah ayah tirinya.

"Pelaku adalah ayah tirinya Alvaro," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly kepada wartawan di Jakarta, Senin (24/11/2025).

Dia mengatakan polisi menangkap pelaku tersebut, kemudian menemukan kerangka yang diduga Alvaro. Setelah itu, polisi melakukan tes DNA terhadap kerangka yang diduga jasad Alvaro tersebut.

Tes DNA merupakan proses pemeriksaan laboratorium untuk menganalisis "deoxyribonucleic acid" (DNA), yaitu materi genetik yang menyimpan informasi biologis unik seseorang.

"Baru diketemukan kerangka manusia yang diduga merupakan Alvaro," ujar Nicolas.

Oleh karena itu, kata Nicolas, untuk memastikan kerangka tersebut benar Alvaro atau bukan, perlu dilakukan pengecekan DNA dan pemeriksaan laboratorium forensik. 

Di balik penangkapan itu, ada peran marbot masjid yang turut membantu proses penyelidikan hingga mengarah pada Alex, ayah tiri bocah tersebut. Hal itu diungkap oleh sang nenek Alvaro, Sayem (53). Dia mengatakan, pihak kepolisian mendalami berbagai keterangan dari keluarga setelah penangkapan Alex. Tak hanya dari lingkungan keluarga, keterangan marbot juga turut didalami.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya