Presiden Kolombia Bermaksud Transparan Malah Ketahuan Kunjungi Klub Tari Telanjang

Bagaimana kronologi hal ini bisa terungkap dan seperti apa penjelasan Presiden Petro? Berikut selengkapnya.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 22 November 2025, 10:28 WIB
Presiden Kolombia Gustavo Petro Urrego saat berpidato di sidang ke-80 Majelis Umum PBB, Selasa (23/9/2025). (Dok. AP/Pamela Smith)   

Liputan6.com, Bogota - Presiden Kolombia Gustavo Petro memulai minggu ini dengan langkah yang tidak biasa: mempublikasikan laporan rekening banknya untuk membantah tuduhan kejahatan finansial dari Amerika Serikat (AS).

Rekening bank presiden yang dirilis Unit Informasi dan Analisis Keuangan Kolombia, mencakup periode 2022 hingga Juni tahun ini.

Namun, langkah yang dimaksudkan sebagai bentuk transparansi itu justru berubah menjadi kontroversi baru ketika publik Kolombia menemukan sebuah transaksi yang memicu polemik—pembayaran di sebuah klub tari telanjang.

Selama ini Petro memang telah menjadi sasaran sanksi dari AS, dituduh melakukan perdagangan narkoba dan pencucian uang dalam perang kata-kata yang berlangsung lama dengan Presiden AS Donald Trump. Dalam situasi penuh ketegangan itulah Petro memutuskan membuka transaksi keuangannya kepada publik.

Catatan rekening bank tersebut mengungkap pembayaran sebesar USD 50 atau sekitar Rp833 ribu di sebuah klub tari telanjang di Portugal saat kunjungan resmi pada Mei 2023. Temuan ini memantik kritik keras dari kelompok perempuan Kolombia, yang melihatnya terlalu mencolok untuk diabaikan.

"Bagaimana mungkin kita mengalami krisis eksploitasi seksual di Kolombia dan pada saat yang sama memiliki seorang presiden yang mengunjungi tempat-tempat seperti itu?" tanya Sara Jaramillo dari Medellin Abolitionist Network, yang mengadvokasi penghapusan pekerjaan seks eksploitatif, seperti dikutip dari France 24.

Respons Petro justru memperkeruh keadaan. Unggahannya di X dipandang tidak peka dan memicu reaksi lebih besar di media sosial.

"Ada dua hal yang saya pelajari dalam hidup: saya tidak akan tidur dengan perempuan yang sama sekali tidak saya sukai dan saya tidak akan memakai jasa seksual selama saya masih bisa membangun ketertarikan dengan cara biasa," tulis sang presiden di platform media sosial X, memicu kritik yang dianggap tidak peka.

Sebelumnya, Presiden Petro juga pernah ditegur oleh pengadilan Kolombia, yang memerintahkannya meminta maaf setelah ia menyebut jurnalis perempuan yang mengkritiknya sebagai "boneka mafia", pernyataan yang semakin disorot mengingat Kolombia merupakan salah satu negara paling berbahaya bagi jurnalis di Amerika Selatan. 

Sementara itu, hubungan diplomatik antara Washington dan Bogota terus memburuk.

Meski sebelumnya merupakan sekutu erat, relasi keduanya merosot sejak Trump memulai masa jabatan kedua pada Januari. Trump menuduh Petro sebagai seseorang yang memimpin aktivitas perdagangan/mata rantai narkoba dan mencabut sertifikasi Kolombia sebagai sekutu dalam perang melawan perdagangan narkoba.

Petro menulis di X bahwa ia akan menjelaskan "suatu hari nanti" alasan ia berada di klub strip Menage di Lisbon. Perjalanan tersebut juga mencakup kunjungan ke Istana Belem untuk bertemu dengan Presiden Portugal Marcelo Rebelo de Sousa.

"Untuk saat ini, yang saya inginkan hanyalah semua orang yang meneliti rekening saya dapat melihat kesewenang-wenangan yang sedang dilakukan terhadap Kolombia," kata Petro tentang tindakan AS tersebut.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya