Liputan6.com, Jakarta - Ciputra Group mengembangkan perumahan di CitraLand Puri Serang, Banten. Komplek perumahan ini digadang menjadi sebuah komplek hunian hijau yang dekat dengan kawasan industri. Untuk proyek dengan nama Klaster Cremona ini, Ciputra langsung meluncurkan 4 rumah contoh.
Berlokasi di distrik Kayana dengan luas area 4 hektare, cluster terbaru ini hadir sebagai ikon baru hunian hijau bergaya Italia. Ciputra pun mengklaim, bila klaster ini menjadi perumahan pertama di Serang yang mengantongi sertifikasi bangunan hijau Excellence in Design for Greater Efficiencies (EDGE).
Advertisement
"EDGE adalah sistem sertifikasi bangunan hijau internasional yang dikembangkan oleh International Finance Corporation (IFC), anggota Grup Bank Dunia. EDGE adalah perangkat lunak gratis dan standar bangunan hijau yang memungkinkan pengembang dan pemilik proyek untuk merancang bangunan yang lebih hemat energi, air, dan material," ujar Project Manager CitraLand Puri Serang Georgius Pranayogi, Minggu (23/11/2025).
Menurutnya, nama “Cremona” sendiri, diambil dari kota bersejarah di Italia Utara yang dikenal akan lanskap hijau dan warisan artistiknya. Dalam perumahan tersebut, Ciputra menawarkan berbagai tipe, mulai dari Rp 600 juta hingga Rp 4 miliaran.
Dia juga menjelaskan, harga tertinggi di perumahan CitraLand Puri Serang mencapai Rp 4,5 miliar, sementara harga sewa rumah berkisar Rp 25 juta hingga Rp 60 juta per tahun. Angka ini menunjukkan potensi capital gain dan rental yield yang menjanjikan.
Prapenjualan Ciputra Development Tembus Rp 10,2 Triliun Sepanjang 2023
Sebelumnya, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) berhasil mencetak rekor sepanjang masa dengan mencatatkan prapenjualan atau marketing sales tertinggi senilai Rp 10,2 triliun sepanjang 2023.
Investor Relations Ciputra Development Aditya Ciputra Sastrawinata menuturkan, raihan tersebut tumbuh sebesar 24% secara year on year (YoY) dan mencapai 105% dari target prapenjualan, yaitu sebesar Rp 9,8 triliun.
"Pencapaian ini terutama didorong oleh kesuksesan peluncuran portofolio kami yang terdiversifikasi, termasuk proyek perumahan dan komersial utama di lokasi-lokasi strategis di seluruh negeri,” ujar dia dalam keterangan resminya, Senin (15/1/2024).
Ia melanjutkan, perusahaan terus memanfaatkan ekuitas merek Ciputra untuk memperkuat posisi pasar, mendorong pertumbuhan, dan menarik peluang kemitraan.
Dua Proyek Baru
Sepanjang kuartal IV 2023, Ciputra pun semakin memperluas portofolionya dengan meluncurkan dua proyek baru dan satu cluster baru pada proyek eksisting yang menyumbang prapenjualan sebesar Rp1,5 triliun dengan take-up rate 67% dari 1.241 unit.
"Program insentif PPN yang kembali dilaksanakan terhitung sejak November 2023, semakin menunjang pertumbuhan dengan menyumbangkan marketing sales sebesar Rp769 miliar,” kata dia.
Selain itu, ia menuturkan, suku bunga hipotek tetap menguntungkan secara konsisten sepanjang 2023 dan hipotek (kredit pemilikan rumah/KPR) terus berlanjut menjadi metode pembayaran utama bagi pelanggan. Kontribusi dari KPR mewakili 63% dari total penjualan pemasaran.
Tak hanya itu, segmen residensial tapak terus memberikan kontribusi signifikan terhadap prapenjualan Ciputra dengan kontribusi sebesar 80% dan pertumbuhan yang solid sebesar 26% year-on-year.