Liputan6.com, Jakarta - Harga emas bergerak stabil pada perdagangan Jumat waktu setempat, setelah sempat turun lebih dari 1% di sesi sebelumnya.
Pergerakan harga emas ini terjadi seiring meningkatnya ekspektasi pasar bahwa The Federal Reserve (The Fed) dapat memangkas suku bunga pada Desember, terutama setelah pernyataan bernada dovish dari pejabat bank sentral AS.
Advertisement
Mengutip CNBC, Sabtu (22/11/2025), harga emas di pasar spot naik tipis kurang dari 0,1% menjadi USD 4.079,88 per troy ounce, usai merosot lebih dari 1% di awal sesi. Sejauh ini, emas masih menuju penurunan mingguan tipis sekitar 0,1%.
Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Desember menguat 0,5% ke level USD 4.080,3 per troy ounce.
Presiden The Fed New York, John Williams, pada Jumat mengatakan bahwa bank sentral masih memiliki ruang untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat tanpa mengganggu target inflasi mereka.
“Komentar tersebut jelas cukup mendukung… dan memberikan angin segar bagi para pelaku bullish emas sejak pagi,” ujar Jim Wyckoff, analis senior Kitco Metals.
Ekspektasi pemangkasan suku bunga kini melonjak ke 70%, naik signifikan dari 46% di awal hari.
Data Ketenagakerjaan AS
Di sisi lain, laporan ketenagakerjaan yang dirilis lebih lambat menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang beragam. Payroll non-pertanian meningkat 119.000 pada Oktober—lebih tinggi dari perkiraan 50.000—namun tingkat pengangguran justru naik ke level tertinggi empat tahun.
Emas, yang dikenal sebagai aset tanpa imbal hasil, biasanya berkinerja lebih baik ketika suku bunga rendah.
Meski begitu, beberapa pejabat The Fed lainnya masih mempertahankan nada hawkish. Presiden The Fed Dallas, Lorie Logan, menegaskan perlunya mempertahankan suku bunga tinggi “untuk sementara waktu”.
Pelaku pasar juga memantau pergerakan indeks saham AS. “Jika pasar saham menguat lebih kuat hari ini, tekanan turun pada emas bisa muncul karena selera risiko meningkat,” tambah Wyckoff.
Wall Street dan Logam Lainnya
Di Wall Street, indeks saham utama dibuka menguat pada Jumat, didorong harapan baru pemangkasan suku bunga dan stabilnya saham teknologi setelah aksi jual tajam sebelumnya.
Sementara itu, permintaan emas fisik di pasar Asia tetap lesu sepanjang pekan, karena volatilitas suku bunga membuat pembeli menahan diri.
Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot turun 0,5% ke USD 50,34 per troy ounce. Platinum bergerak stagnan di USD 1.512,03, sementara palladium naik tipis 0,2% menjadi USD 1.379,96.