Ketika Donald Trump Menyerang Dua Jurnalis Perempuan

Bagaimana persisnya serangan Trump? Berikut selengkapnya.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 21 November 2025, 08:03 WIB
Presiden Donald Trump menunjuk seorang reporter saat ia menerima kunjungan Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman di Ruang Oval, Gedung Putih, Selasa (18/11/2025). (Dok. AP/Evan Vucci)

Liputan6.com, Washington, DC - Ketegangan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan para jurnalis sudah menjadi pemandangan yang berulang. Salah satu yang terbaru terjadi pada hari Jumat (14/11/2025) di dalam pesawat kepresidenan Air Force One.

Saat itu, reporter Bloomberg, Catherine Lucey, bertanya kepada Trump mengapa ia tidak mau merilis materi terkait terpidana pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein, jika memang tidak ada hal yang memberatkan dalam berkas tersebut.

Trump lalu menunjuk ke arahnya dan melontarkan pernyataan bernada menghina, "Quiet. Quiet, piggy."

Mengutip CNA, insiden itu tidak langsung tersebar, tetapi baru muncul ke publik melalui media sosial pada hari Selasa.

Jurnalis CNN, Jake Tapper, merespons pernyataan Trump dengan menyebutnya menjijikkan dan sama sekali tidak dapat diterima.

Beberapa hari setelah insiden di Air Force One, pada hari Selasa (18/11), Trump kembali menyerang secara verbal seorang jurnalis perempuan lainnya. Kali ini, sasaran Trump adalah reporter ABC News, Mary Bruce, dalam sebuah sesi tanya jawab di Oval Office saat Trump menjamu Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) dalam kunjungan resmi.

Mary Bruce pertama-tama menanyakan apakah hubungan bisnis keluarga Trump dengan pihak Arab Saudi dapat menimbulkan konflik kepentingan. Setelah itu, ia bertanya mengenai pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi pada tahun 2018.

"Intelijen AS menyimpulkan bahwa Anda yang mengatur pembunuhan brutal jurnalis tersebut. Keluarga korban 9/11 sangat marah karena Anda berada di Oval Office hari ini. Mengapa rakyat AS harus mempercayai Anda?"

Trump memotong pertanyaan itu dengan bertanya Mary Bruce dari media mana sebelum mengatakan, "ABC News adalah berita palsu. Salah satu yang terburuk dalam bisnis ini."

Trump kemudian menuturkan bahwa ia tidak ada hubungannya dengan Trump Organization, yang kini dijalankan oleh dua putra tertuanya dan yang pada hari Senin (17/11) baru mengumumkan kesepakatan dengan pengembang Arab Saudi untuk membangun resor di Maladewa. Ia juga membela penyangkalan MBS terkait keterlibatannya dalam pembunuhan Khashoggi, meskipun intelijen AS menyatakan ia menyetujui operasi tersebut.

"Anda tidak perlu mempermalukan tamu kita dengan pertanyaan seperti itu," ujar Trump kepada Mary Bruce.

 

Ancaman Trump

Ketika Mary Bruce kemudian mengajukan pertanyaan tambahan mengenai Epstein—pada hari yang sama ketika Kongres hampir secara bulat memutuskan untuk merilis berkas terkait Epstein—Trump kembali menunjukkan kemarahannya.

"Bukan pertanyaannya yang saya keberatan. Sikap Anda. Saya pikir kamu adalah reporter yang buruk," ungkap Trump.

Trump menegaskan bahwa ia tidak ada hubungannya dengan Epstein dan kembali menyebut skandal itu sebagai sebuah rekayasa. Ia menambahkan kepada Bruce, "Dan perusahaan Anda yang payah adalah salah satu pihak yang berperan."

Setelah itu, Trump mengancam lisensi siaran ABC News dan mendesak kepala regulator penyiaran AS—yang sebelumnya pernah mengancam ABC News terkait kontennya—untuk meninjau kemungkinan pencabutan lisensi tersebut.

Pada akhirnya, Trump menunjuk ke arah Mary Bruce dan menegaskan, "Tidak ada lagi pertanyaan dari Anda."

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya