Liputan6.com, Jakarta - Wilayah Jakarta dan sekitarnya diprediksi akan berawan tebal hingga hujan ringan pada Jumat (21/11/2025) hari ini. Demikianlah prakiraan cuaca hari ini.
Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pagi ini seluruh wilayah Jakarta diprakirakan berawan tebal. Pada siang hari, kondisi serupa akan terjadi, kecuali Jakarta Timur yang berpotensi turun hujan ringan.
Advertisement
Malam nanti, seluruh wilayah Jakarta diperkirakan diguyur hujan ringan, sedangkan Kepulauan Seribu diprediksi tetap berawan tebal.
Sementara untuk cuaca di wilayah penyangga Jakarta, yaitu Kota Depok dan Kota Bekasi, Jawa Barat diprediksi akan berawan tebal pada pagi hari dan hujan dengan intensitas ringan pada siang hingga malam hari.
Lalu, di wilayah Kota Bogor, Jawa Barat diprakirakan akan berawan tebal pada pagi hari, hujan dengan intensitas ringan pada siang hari, dan kembali berawan tebal pada malam hari.
Selanjutnya di wilayah Kota Tangerang, Banten diprediksi akan berawan tebal pada pagi hari dan akan diguyur hujan dengan intensitas ringan pada siang hingga malam hari.
Berikut informasi prakiraan cuaca Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) selengkapnya dikutip Liputan6.com dari media sosial dan laman resmi BMKG www.bmkg.co.id:
| Kota | Pagi | Siang | Malam |
| Jakarta Barat | Berawan Tebal | Berawan Tebal | Hujan Ringan |
| Jakarta Pusat | Berawan Tebal | Berawan Tebal | Hujan Ringan |
| Jakarta Selatan | Berawan Tebal | Berawan Tebal | Hujan Ringan |
| Jakarta Timur | Berawan Tebal | Hujan Ringan | Hujan Ringan |
| Jakarta Utara | Berawan Tebal | Berawan Tebal | Hujan Ringan |
| Kepulauan Seribu | Berawan Tebal | Berawan Tebal | Berawan Tebal |
| Bekasi | Berawan Tebal | Hujan Ringan | Hujan Ringan |
| Depok | Berawan Tebal | Hujan Ringan | Hujan Ringan |
| Kota Bogor | Berawan Tebal | Hujan Ringan | Berawan Tebal |
| Tangerang | Berawan Tebal | Hujan Ringan | Hujan Ringan |
Waspada Cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi, Catat Lokasi dan Prediksi Tanggalnya
Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menginstruksikan seluruh pihak di sektor pelayaran, mulai dari Syahbandar maupun pihak operator kapal, nakhoda dan masyarakat maritim, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di wilayah perairan.
Hal ini menindaklanjuti informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang menyebutkan bahwa cuaca ekstrem dan gelombang tinggi akan terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia.
Adapun berdasarkan informasi BMKG mulai 18-21 November 2025, tinggi gelombang 1,25-2,5 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia barat Bengkulu, Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, Samudra Hindia barat Aceh, Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Samudra Hindia selatan Banten, Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah.
Kemudian, Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta, Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Samudra Hindia selatan NTT, Selat Makassar bagian tengah, Selat Makassar bagian utara, Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Maluku, Laut Banda, Laut Seram, Laut Arafuru bagian utara, dan Laut Arafuru bagian tengah. Sementara tinggi gelombang 2,5-4,0 meter berpeluang terjadi di Laut Natuna dan Laut Arafuru bagian barat.
BMKG mendeteksi adanya bibit siklon tropis 97S di Laut Cina Selatan memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia barat Aceh dan Laut Arafuru bagian tengah.
Nakhoda Wajib Update Informasi Cuaca
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Muhammad Masyhud menginstruksikan kepada para Syahbandar, untuk mengeluarkan Maklumat Pelayaran kepada nakhoda kapal tentang kondisi cuaca buruk atau ekstrem. Serta menyebarkan informasi cuaca dari BMKG maritim kepada seluruh kapal yang berada di wilayahnya.
"Apabila kondisi cuaca membahayakan keselamatan pelayaran maka Syahbandar diminta untuk tidak menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dan menunda keberangkatan kapal sampai kondisi cuaca benar-benar aman untuk berlayar," ujarnya, Rabu (19/11/2025).
"Selain itu, Syahbandar harus memastikan kapal-kapal yang melanjutkan pelayarannya sudah memenuhi semua persyaratan keselamatan," dia menegaskan.
Selanjutnya, Dirjen Hubla juga meminta kepada nahkoda dan operator kapal untuk selalu memperbaharui informasi cuaca secara rutin melalui kanal resmi BMKG, memastikan keselamatan seluruh awak kapal, penumpang, dan muatan serta menggunakan perangkat navigasi kapal untuk mendeteksi perubahan kondisi cuaca di sekitar.
"Jika ada situasi darurat segera melapor ke Syahbandar terdekat atau pihak berwenang menggunakan sistem komunikasi GMDSS (Global Maritime Distress and Safety System) jika diperlukan," pinta Masyhud.