Liputan6.com, Jakarta - India bersiap meluncurkan ARC, sebuah stablecoin baru yang dipatok 1:1 terhadap rupee, pada awal 2026. Proyek ini dikembangkan menggunakan teknologi blockchain Polygon bersama perusahaan fintech Anq. Kehadiran ARC disebut sebagai langkah strategis pemerintah India dalam memperkuat stabilitas finansial di tengah perkembangan aset digital global.
Dikutip dari coinmarketcap, Jumat (20/11/2025), peluncuran ARC juga dianggap sebagai upaya mengatasi kekhawatiran terkait aliran modal keluar negeri, terutama yang selama ini mengalir ke stablecoin berbasis dolar AS. Dengan menghadirkan alternatif yang berbasis rupee, India berharap arus modal dapat lebih terkendali dan memperkuat pasar domestik.
Advertisement
ARC akan diluncurkan melalui rekening korporasi dan mengusung sistem dua lapis. Bank Sentral India (RBI) akan mengawasi langsung operasional stablecoin ini melalui kerangka Central Bank Digital Currency (CBDC). Pendekatan ini menegaskan komitmen India untuk menjaga stabilitas sekaligus memastikan penggunaan aset digital yang sesuai aturan.
Sandeep Nailwal, Co-Founder Polygon, menyatakan optimisme terhadap inisiatif digital India. Menurutnya, ekosistem finansial India sedang memasuki fase baru yang penuh inovasi.
Dalam dokumen resmi proyek, ARC ditegaskan bukan merupakan aset kripto biasa.
"This is not another crypto coin. It’s a sovereign-backed digital instrument... The idea is to turn tokenization into a tool for strengthening India’s balance sheet, not someone else’s."
Jadi Pesaing Stablecoin Berbasis USD
ARC diproyeksikan menjadi pesaing kuat stablecoin berbasis USD di pasar India. Dengan dukungan rupee, proyek ini dinilai mampu meningkatkan permintaan terhadap obligasi dan surat berharga negara, sejalan dengan strategi pembiayaan domestik.
Pemerintah India belum merilis pernyataan resmi terkait mekanisme lengkap ARC. Namun, dokumen proyek menyebut bahwa stablecoin ini sepenuhnya selaras dengan kebijakan RBI. Tujuan utamanya adalah memperkuat kemandirian finansial nasional lewat teknologi blockchain.
ARC juga mencerminkan strategi serupa yang telah dilakukan Tiongkok melalui Digital Yuan, menunjukkan bahwa India makin serius menggarap ekosistem keuangan digital berbasis teknologi lokal.
Standar Blockchain Internasional
Di sisi lain, perkembangan harga Ethereum ikut menjadi sorotan karena peranannya dalam ekosistem Polygon. Berdasarkan data CoinMarketCap per 20 November 2025, harga Ethereum berada di level USD 3.013,48 dengan kapitalisasi pasar USD 363,72 miliar. Dalam sepekan, ETH turun 15 persen, dan melemah 32,91 persen dalam 60 hari terakhir.
Tim riset Coincu menilai bahwa keberhasilan ARC dapat mendorong penyesuaian regulasi di India agar lebih sejalan dengan standar blockchain internasional. Dukungan sekuritas nasional pada stablecoin ini juga berpotensi meningkatkan kepercayaan investor.
Jika berjalan sesuai rencana, ARC bukan hanya menghadirkan instrumen digital baru, tetapi juga memperkuat struktur ekonomi domestik sekaligus mendongkrak posisi India dalam ekosistem aset digital global.