Liputan6.com, Jakarta Al Quran sebagai kitab suci umat Islam diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk pedoman hidup yang sempurna. Kitab suci ini terdiri dari 114 surat yang disusun dalam urutan surat dalam Al Quran yang telah ditetapkan sejak masa para sahabat. Urutan surat dalam Al Quran ini dimulai dari surat Al Fatihah yang memiliki arti ‘pembuka’ hingga surat An-Nas yang berarti ‘manusia’.
Setiap surat memiliki makna dan pesan yang berbeda-beda sebagai tuntunan bagi umat Muslim dalam menjalani kehidupannya. Pemahaman tentang urutan surat dalam Al Quran, jadi hal yang penting untuk setiap umat muslim. Karena tidak hanya mempermudah pembelajarannya, urutan surat dalam Al Quran juga mencerminkan kearifan dalam penyusunannya yang memudahkan pemahamannya.
Advertisement
Untuk itu, berikut ini telah Liputan6 rangkum secara lengkap, urutan surat dalam Al Quran beserta artinya, sejarah penetapan urutan tersebut dan berbagai pendapat ulama terkait proses penyusunannya, pada Kamis (20/11).
Urutan Surat dalam Al Quran
Memahami urutan surat dalam Al Quran adalah hal yang fundamental dan perlu dipahami oleh setiap Muslim. Urutan ini bukan hanya untuk memudahkan pembelajarannya, namun juga memiliki hikmah dan makna yang mendalam dalam memahami pesan-pesan ilahi yang terkandung di dalamnya.
Al Quran sendiri terdiri dari 114 surat yang tersusun secara sistematis dimulai dari surat Al Fatimah hingga surat An-Nas. Dilansir dari data Kementerian Agama Republik Indonesia, total keseluruhan Al Quran berjumlah lebih dari 6.000 ayat yang terbagi ke dalam 30 juz. Berikut ini daftar lengkapnya -
1. Al-Fatihah (Pembuka) - 7 Ayat
2. Al-Baqarah (Sapi) - 286 Ayat
3. Ali-Imran (Keluarga Imran) - 200 Ayat
4. An-Nisa (Perempuan) - 176 Ayat
5. Al-Maidah (Hidangan) - 120 Ayat
6. Al-An'am (Binatang Ternak) - 165 Ayat
7. Al-A'raf (Tempat Tertinggi) - 206 Ayat
8. Al-Anfal (Rampasan Perang) - 75 Ayat
9. At-Taubah (Pengampunan) - 126 Ayat
10. Yunus (Yunus) - 109 Ayat
11. Hud (Hud) - 123 Ayat
12. Yusuf (Yusuf) - 111 Ayat
13. Ar-Rad (Guruh) - 43 Ayat
14. Ibrahim (Ibrahim) - 52 Ayat
15. Al-Hijr (Hijr) - 99 Ayat
16. An-Nahl (Lebah) - 128 Ayat
17. Al-Isra' (Memperjalankan di Malam Hari) - 111 Ayat
18. Al-Kahf (Gua) - 110 Ayat
19. Maryam (Maryam) - 98 Ayat
20. Taha (Taha) - 135 Ayat
21. Al-Anbiya (Para Nabi) - 112 Ayat
22. Al-Hajj (Haji) - 78 Ayat
23. Al-Mu'minun (Orang-orang Mukmin) - 118 Ayat
24. An-Nur (Cahaya) - 64 Ayat
25. Al-Furqan (Pembeda) - 77 Ayat
26. Asy-Syu'ara (Para Penyair) - 227 Ayat
27. An-Naml (Semut) - 93 Ayat
28. Al-Qasas (Kisah-Kisah) - 88 Ayat
29. Al-Ankabut (Laba-Laba) - 69 Ayat
30. Ar-Rum (Romawi) - 60 Ayat
31. Luqman (Luqman) - 54 Ayat
32. As-Sajdah (Sajdah) - 45 Ayat
33. Al-Ahzab (Golongan yang Bersekutu) - 73 Ayat
34. Saba' (Saba') - 54 Ayat
35. Fatir (Pencipta) - 45 Ayat
36. Yasin (Yasin) - 83 Ayat
37. As-Saffat (Barisan-Barisan) - 182 Ayat
38. Sad (Sad) - 88 Ayat
39. Az-Zumar (Rombongan) - 75 Ayat
40. Gafir (Maha Pengampun) - 85 Ayat
41. Fussilat (Dijelaskan) - 54 Ayat
42. Asy-Syura (Musyawarah) - 53 Ayat
43. Az-Zukhruf (Perhiasan) - 89 Ayat
44. Ad-Dukhan (Kabut Asap) - 59 Ayat
45. Al-Jasiyah (Berlutut) - 37 Ayat
46. Al-Ahqaf (Ahqaf) - 35 Ayat
47. Muhammad (Nabi Muhammad) - 38 Ayat
48. Al-Fath (Kemenangan) - 29 Ayat
49. Al-Hujurat (Kamar-Kamar) - 18 Ayat
50. Qaf (Qaf) - 45 Ayat
51. Az-Zariyat (Yang Menerbangkan) - 60 Ayat
52. At-Tur (Gunung) - 49 Ayat
53. An-Najm (Bintang) - 62 Ayat
54. Al-Qamar (Bulan) - 55 Ayat
55. Ar-Rahman (Yang Maha Pengasih) - 78 Ayat
56. Al-Waqi'ah (Hari Kiamat) - 96 Ayat
57. Al-Hadid (Besi) - 29 Ayat
58. Al-Mujadalah (Gugatan) - 22 Ayat
59. Al-Hasyr (Pengusiran) - 24 Ayat
60. Al-Mumtahanah (Wanita yang Diuji) - 13 Ayat
61. As-Saff (Barisan) - 14 Ayat
62. Al-Jumu'ah (Jumat) - 11 Ayat
63. As-Munafiqun (Orang-Orang yang Munafik) - 11 Ayat
64. At-Tagabun (Pengungkapan Kesalahan) - 18 Ayat
65. At-Talaq (Talak) - 12 Ayat
66. At-Tahrim (Pengharaman) - 12 Ayat
67. Al-Mulk (Kerajaan) - 30 Ayat
68. Al-Qalam (Pena) - 52 Ayat
69. Al-Haqqah (Hari Kiamat yang Pasti Datang) - 52 Ayat
70. Al-Ma'arij (Tempat-Tempat Naik) - 44 Ayat
71. Nuh (Nuh) - 28 Ayat
72. Al-Jinn (Jin) - 28 Ayat
73. Al-Muzammil (Orang yang Berkemul) - 20 Ayat
74. Al-Muddassir (Orang Berselimut) - 56 Ayat
75. Al-Qiyamah (Hari Kiamat) - 40 Ayat
76. Al-Insan (Manusia) - 31 Ayat
77. Al-Mursalat (Malaikat yang Diutus) - 50 Ayat
78. An-Naba' (Berita) - 40 Ayat
79. An-Nazi'at (Malaikat-malaikat yang Mencabut) - 6 Ayat
80. 'Abasa (Berwajah Masam) - 42 Ayat
81. At-Takwir (Penggulungan) - 29 Ayat
82. Al-Infitar (Terbelah) - 25 Ayat
83. Al-Mutaffifin (Orang-Orang yang Curang) - 36 Ayat
84. Al-Insyiqaq (Terbelah) - 25 Ayat
85. Al-Buruj (Gugusan Bintang) - 22 Ayat
86. At-Tariq (Yang Datang pada Malam Hari) - 17 Ayat
87. Al-A'la (Yang Maha Tinggi) - 19 Ayat
88. Al-Gasyiyah (Hari Pembalasan) - 26 Ayat
89. Al-Fajr (Fajar) - 30 Ayat
90. Al-Balad (Negeri) - 20 Ayat
91. Asy-Syams (Matahari) - 15 Ayat
92. Al-Lail (Malam) - 21 Ayat
93. Ad-Duha (Duha) - 11 Ayat
94. Asy-Syarh (Pelapangan) - 8 Ayat
95. At-Tim (Buah Tin) - 8 Ayat
96. Al-'Alaq (Segumpal Darah) - 19 Ayat
97. Al-Qadr (Al-Qadar) - 5 Ayat
98. Al-Bayyinah (Bukti Nyata) - 8 Ayat
99. Az-Zalzalah (Guncangan) - 8 Ayat
100. Al-'Adiyat (Kuda Perang yang Berlari) - 11 Ayat
101. Al-Qari'ah (Al-Qari'ah) - 11 Ayat
102. At-Takasur (Bermegah-Megahan) - 8 Ayat
103. Al-'Asr (Masa) - 3 Ayat
104. Al-Humazah (Pengumpat) - 9 Ayat
105. Al-Fil (Gajah) - 5 Ayat
106. Quraisy (Orang Quraisy) - 4 Ayat
107. Al-Ma'un (Bantuan) - 7 Ayat
108. Al-Kausar (Nikmat yang Banyak) - 3 Ayat
109. Al-Kafirun (Orang-Orang Kafir) - 6 Ayat
110. An-Nasr (Pertolongan) - 3 Ayat
111. Al-Lahab (Gejolak Api) - 5 Ayat
112. Al-Ikhlas (Ikhlas) - 4 Ayat
113. Al-Falaq (Fajar) - 5 Ayat
114. An-Nas (Manusia) - 6 Ayat
Sejarah dan Hikmah Penetapan Urutan Surat dalam Al Quran
Penetapan urutan surat dalam Al Quran merupakan proses yang kompleks dan bersejarah, karena melibatkan berbagai tahapan penting dalam sejarah Islam. Latar belakang sejarah ini jadi saksi penting dalam pemahaman tentang kearifan yang terkandung dalam susunan Al Quran yang kita kenal saat ini.
Pada masa rasulullah SAW, Al Quran diturunkan secara bertahap selama kurang lebih 23 tahun. Tidak semua surat-surat ini diturunkan dalam urutan yang kita kenal saat ini, karena turunnya ayat-ayat ini disesuaikan dengan peristiwa dan kebutuhan dakwah pada masa itu. Rasulullah SAW kemudian memberikan petunjuk kepada para penulis wahyu tentang penempatan ayat-ayat yang baru turun dalam surat-surat tertentu.
Setelah Rasulullah SAW wafat, proses penghimpunan dalam satu mushaf dilakukan pada masa Khalifah Abu Bakar, hal ini terjadi setelah perang Yamamah yang mengakibatkan gugurnya banyak penghafal Al Quran. Sehingga atas usulan Umar bi Khattab, Abu Bakar menugaskan Zaid bin Tsabit untuk mengumpulkan Al Quran dari berbagai sumber dengan metode yang sangat ketat dan hati-hati.
Zaid bin Tsabit melakukan tugasnya dengan mengumpulkan ayat-ayat Al Quran dari tulisan-tulisan yang ada pada pelepah kurma, batu-batu, tulang-tulang dan tentunya dari hafalan para sahabat.
Setiap ayat yang terkumpul dinyatakan dan dijamin dengan minimal dua saksi yang melihat langsung penulisan ayat tersebut di hadapan Rasulullah SAW.
Tidak berhenti di situ, proses penyempurnaan juga dilakukan pada masa Khalifah Utsman bin Affan. Saat itu wilayah Islam meluas ke berbagai daerah dan muncul perbedaan dalam cara pembacaan Al Quran. Untuk mencegah perpecahan, Utsman membentuk tim untuk menyalin mushaf standar.
Ketika terjadi perbedaan pendapat dalam penulisan, Utsman memerintahkan mengikuti dialek Quraisy karena Al Quran diturunkan dalam dialek tersebut. Setelah selesai, mushaf-mushaf dikirim ke berbagai wilayah dan mushaf lain yang berbeda diperintahkan untuk dibakar.
Tanya Jawab (QnA) tentang Urutan Surat dalam Al Quran
Q: Mengapa urutan surat dalam Al Quran tidak sesuai dengan urutan turunnya (kronologis)?
A: Urutan surat dalam Al Quran disusun berdasarkan petunjuk langsung dari Rasulullah SAW yang diterima melalui wahyu, bukan berdasarkan urutan turunnya. Ini disebut sebagai "tartib tauqifi" (susunan yang ditetapkan Allah). Susunan ini memiliki hikmah dan makna tersendiri yang mencerminkan kearifan ilahi dalam menyampaikan pesan-pesan Al Quran.
Q: Siapa yang pertama kali menyusun Al Quran dalam satu mushaf?
A: Zaid bin Tsabit adalah orang yang pertama kali ditugaskan untuk menyusun Al Quran dalam satu mushaf pada masa Khalifah Abu Bakar. Proses ini dilakukan setelah perang Yamamah yang mengakibatkan gugurnya banyak penghafal Al Quran, sehingga dikhawatirkan Al Quran akan hilang.
Q: Mengapa surat Al-Fatihah ditempatkan di urutan pertama?
A: Surat Al-Fatihah yang berarti "pembuka" ditempatkan di urutan pertama karena memang berfungsi sebagai pembukaan Al Quran. Surat ini merangkum inti ajaran Islam dan menjadi bacaan wajib dalam setiap rakaat shalat, sehingga sangat tepat menjadi pembuka kitab suci umat Islam.