Urutan Surat dalam Al Quran dan Artinya, Lengkap 114 Surat

Urutan surat dalam Al Quran disusun mulai dari Al-Fatihah hingga An-Nas.

oleh Woro Anjar VeriantyDiterbitkan 20 November 2025, 15:00 WIB
Urutan Surat dalam Al Quran dan Artinya by Gemini

Liputan6.com, Jakarta Al Quran sebagai kitab suci umat Islam diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk pedoman hidup yang sempurna. Kitab suci ini terdiri dari 114 surat yang disusun dalam urutan surat dalam Al Quran yang telah ditetapkan sejak masa para sahabat. Urutan surat dalam Al Quran ini dimulai dari surat Al Fatihah yang memiliki arti ‘pembuka’ hingga surat An-Nas yang berarti ‘manusia’.

Setiap surat memiliki makna dan pesan yang berbeda-beda sebagai tuntunan bagi umat Muslim dalam menjalani kehidupannya. Pemahaman tentang urutan surat dalam Al Quran, jadi hal yang penting untuk setiap umat muslim. Karena tidak hanya mempermudah pembelajarannya, urutan surat dalam Al Quran juga mencerminkan kearifan dalam penyusunannya yang memudahkan pemahamannya.

Untuk itu, berikut ini telah Liputan6 rangkum secara lengkap, urutan surat dalam Al Quran beserta artinya, sejarah penetapan urutan tersebut dan berbagai pendapat ulama terkait proses penyusunannya, pada Kamis (20/11).

Urutan Surat dalam Al Quran

Urutan Surat dalam Al Quran. (pexels.com/Timur Weber)

Memahami urutan surat dalam Al Quran adalah hal yang fundamental dan perlu dipahami oleh setiap Muslim. Urutan ini bukan hanya untuk memudahkan pembelajarannya, namun juga memiliki hikmah dan makna yang mendalam dalam memahami pesan-pesan ilahi yang terkandung di dalamnya.

Al Quran sendiri terdiri dari 114 surat yang tersusun secara sistematis dimulai dari surat Al Fatimah hingga surat An-Nas. Dilansir dari data Kementerian Agama Republik Indonesia, total keseluruhan Al Quran berjumlah lebih dari 6.000 ayat yang terbagi ke dalam 30 juz. Berikut ini daftar lengkapnya -

1. Al-Fatihah (Pembuka) - 7 Ayat

2. Al-Baqarah (Sapi) - 286 Ayat

3. Ali-Imran (Keluarga Imran) - 200 Ayat

4. An-Nisa (Perempuan) - 176 Ayat

5. Al-Maidah (Hidangan) - 120 Ayat

6. Al-An'am (Binatang Ternak) - 165 Ayat

7. Al-A'raf (Tempat Tertinggi) - 206 Ayat

8. Al-Anfal (Rampasan Perang) - 75 Ayat

9. At-Taubah (Pengampunan) - 126 Ayat

10. Yunus (Yunus) - 109 Ayat

11. Hud (Hud) - 123 Ayat

12. Yusuf (Yusuf) - 111 Ayat

13. Ar-Rad (Guruh) - 43 Ayat

14. Ibrahim (Ibrahim) - 52 Ayat

15. Al-Hijr (Hijr) - 99 Ayat

16. An-Nahl (Lebah) - 128 Ayat

17. Al-Isra' (Memperjalankan di Malam Hari) - 111 Ayat

18. Al-Kahf (Gua) - 110 Ayat

19. Maryam (Maryam) - 98 Ayat

20. Taha (Taha) - 135 Ayat

21. Al-Anbiya (Para Nabi) - 112 Ayat

22. Al-Hajj (Haji) - 78 Ayat

23. Al-Mu'minun (Orang-orang Mukmin) - 118 Ayat

24. An-Nur (Cahaya) - 64 Ayat

25. Al-Furqan (Pembeda) - 77 Ayat

26. Asy-Syu'ara (Para Penyair) - 227 Ayat

27. An-Naml (Semut) - 93 Ayat

28. Al-Qasas (Kisah-Kisah) - 88 Ayat

29. Al-Ankabut (Laba-Laba) - 69 Ayat

30. Ar-Rum (Romawi) - 60 Ayat

31. Luqman (Luqman) - 54 Ayat

32. As-Sajdah (Sajdah) - 45 Ayat

33. Al-Ahzab (Golongan yang Bersekutu) - 73 Ayat

34. Saba' (Saba') - 54 Ayat

35. Fatir (Pencipta) - 45 Ayat

36. Yasin (Yasin) - 83 Ayat

37. As-Saffat (Barisan-Barisan) - 182 Ayat

38. Sad (Sad) - 88 Ayat

39. Az-Zumar (Rombongan) - 75 Ayat

40. Gafir (Maha Pengampun) - 85 Ayat

41. Fussilat (Dijelaskan) - 54 Ayat

42. Asy-Syura (Musyawarah) - 53 Ayat

43. Az-Zukhruf (Perhiasan) - 89 Ayat

44. Ad-Dukhan (Kabut Asap) - 59 Ayat

45. Al-Jasiyah (Berlutut) - 37 Ayat

46. Al-Ahqaf (Ahqaf) - 35 Ayat

47. Muhammad (Nabi Muhammad) - 38 Ayat

48. Al-Fath (Kemenangan) - 29 Ayat

49. Al-Hujurat (Kamar-Kamar) - 18 Ayat

50. Qaf (Qaf) - 45 Ayat

51. Az-Zariyat (Yang Menerbangkan) - 60 Ayat

52. At-Tur (Gunung) - 49 Ayat

53. An-Najm (Bintang) - 62 Ayat

54. Al-Qamar (Bulan) - 55 Ayat

55. Ar-Rahman (Yang Maha Pengasih) - 78 Ayat

56. Al-Waqi'ah (Hari Kiamat) - 96 Ayat

57. Al-Hadid (Besi) - 29 Ayat

58. Al-Mujadalah (Gugatan) - 22 Ayat

59. Al-Hasyr (Pengusiran) - 24 Ayat

60. Al-Mumtahanah (Wanita yang Diuji) - 13 Ayat

61. As-Saff (Barisan) - 14 Ayat

62. Al-Jumu'ah (Jumat) - 11 Ayat

63. As-Munafiqun (Orang-Orang yang Munafik) - 11 Ayat

64. At-Tagabun (Pengungkapan Kesalahan) - 18 Ayat

65. At-Talaq (Talak) - 12 Ayat

66. At-Tahrim (Pengharaman) - 12 Ayat

67. Al-Mulk (Kerajaan) - 30 Ayat

68. Al-Qalam (Pena) - 52 Ayat

69. Al-Haqqah (Hari Kiamat yang Pasti Datang) - 52 Ayat

70. Al-Ma'arij (Tempat-Tempat Naik) - 44 Ayat

71. Nuh (Nuh) - 28 Ayat

72. Al-Jinn (Jin) - 28 Ayat

73. Al-Muzammil (Orang yang Berkemul) - 20 Ayat

74. Al-Muddassir (Orang Berselimut) - 56 Ayat

75. Al-Qiyamah (Hari Kiamat) - 40 Ayat

76. Al-Insan (Manusia) - 31 Ayat

77. Al-Mursalat (Malaikat yang Diutus) - 50 Ayat

78. An-Naba' (Berita) - 40 Ayat

79. An-Nazi'at (Malaikat-malaikat yang Mencabut) - 6 Ayat

80. 'Abasa (Berwajah Masam) - 42 Ayat

81. At-Takwir (Penggulungan) - 29 Ayat

82. Al-Infitar (Terbelah) - 25 Ayat

83. Al-Mutaffifin (Orang-Orang yang Curang) - 36 Ayat

84. Al-Insyiqaq (Terbelah) - 25 Ayat

85. Al-Buruj (Gugusan Bintang) - 22 Ayat

86. At-Tariq (Yang Datang pada Malam Hari) - 17 Ayat

87. Al-A'la (Yang Maha Tinggi) - 19 Ayat

88. Al-Gasyiyah (Hari Pembalasan) - 26 Ayat

89. Al-Fajr (Fajar) - 30 Ayat

90. Al-Balad (Negeri) - 20 Ayat

91. Asy-Syams (Matahari) - 15 Ayat

92. Al-Lail (Malam) - 21 Ayat

93. Ad-Duha (Duha) - 11 Ayat

94. Asy-Syarh (Pelapangan) - 8 Ayat

95. At-Tim (Buah Tin) - 8 Ayat

96. Al-'Alaq (Segumpal Darah) - 19 Ayat

97. Al-Qadr (Al-Qadar) - 5 Ayat

98. Al-Bayyinah (Bukti Nyata) - 8 Ayat

99. Az-Zalzalah (Guncangan) - 8 Ayat

100. Al-'Adiyat (Kuda Perang yang Berlari) - 11 Ayat

101. Al-Qari'ah (Al-Qari'ah) - 11 Ayat

102. At-Takasur (Bermegah-Megahan) - 8 Ayat

103. Al-'Asr (Masa) - 3 Ayat

104. Al-Humazah (Pengumpat) - 9 Ayat

105. Al-Fil (Gajah) - 5 Ayat

106. Quraisy (Orang Quraisy) - 4 Ayat

107. Al-Ma'un (Bantuan) - 7 Ayat

108. Al-Kausar (Nikmat yang Banyak) - 3 Ayat

109. Al-Kafirun (Orang-Orang Kafir) - 6 Ayat

110. An-Nasr (Pertolongan) - 3 Ayat

111. Al-Lahab (Gejolak Api) - 5 Ayat

112. Al-Ikhlas (Ikhlas) - 4 Ayat

113. Al-Falaq (Fajar) - 5 Ayat

114. An-Nas (Manusia) - 6 Ayat

Sejarah dan Hikmah Penetapan Urutan Surat dalam Al Quran

Urutan Surat dalam Al Quran. (pexels.com/Alena Darmel)

Penetapan urutan surat dalam Al Quran merupakan proses yang kompleks dan bersejarah, karena melibatkan berbagai tahapan penting dalam sejarah Islam. Latar belakang sejarah ini jadi saksi penting dalam pemahaman tentang kearifan yang terkandung dalam susunan Al Quran yang kita kenal saat ini.

Pada masa rasulullah SAW, Al Quran diturunkan secara bertahap selama kurang lebih 23 tahun. Tidak semua surat-surat ini diturunkan dalam urutan yang kita kenal saat ini, karena turunnya ayat-ayat ini disesuaikan dengan peristiwa dan kebutuhan dakwah pada masa itu. Rasulullah SAW kemudian memberikan petunjuk kepada para penulis wahyu tentang penempatan ayat-ayat yang baru turun dalam surat-surat tertentu.

Setelah Rasulullah SAW wafat, proses penghimpunan dalam satu mushaf dilakukan pada masa Khalifah Abu Bakar, hal ini terjadi setelah perang Yamamah yang mengakibatkan gugurnya banyak penghafal Al Quran. Sehingga atas usulan Umar bi Khattab, Abu Bakar menugaskan Zaid bin Tsabit untuk mengumpulkan Al Quran dari berbagai sumber dengan metode yang sangat ketat dan hati-hati.

Zaid bin Tsabit melakukan tugasnya dengan mengumpulkan ayat-ayat Al Quran dari tulisan-tulisan yang ada pada pelepah kurma, batu-batu, tulang-tulang dan tentunya dari hafalan para sahabat. 

Setiap ayat yang terkumpul dinyatakan dan dijamin dengan minimal dua saksi yang melihat langsung penulisan ayat tersebut di hadapan Rasulullah SAW.

Tidak berhenti di situ, proses penyempurnaan juga dilakukan pada masa Khalifah Utsman bin Affan. Saat itu wilayah Islam meluas ke berbagai daerah dan muncul perbedaan dalam cara pembacaan Al Quran. Untuk mencegah perpecahan, Utsman membentuk tim untuk menyalin mushaf standar.

Ketika terjadi perbedaan pendapat dalam penulisan, Utsman memerintahkan mengikuti dialek Quraisy karena Al Quran diturunkan dalam dialek tersebut. Setelah selesai, mushaf-mushaf dikirim ke berbagai wilayah dan mushaf lain yang berbeda diperintahkan untuk dibakar.

 

Tanya Jawab (QnA) tentang Urutan Surat dalam Al Quran

Q: Mengapa urutan surat dalam Al Quran tidak sesuai dengan urutan turunnya (kronologis)?

A: Urutan surat dalam Al Quran disusun berdasarkan petunjuk langsung dari Rasulullah SAW yang diterima melalui wahyu, bukan berdasarkan urutan turunnya. Ini disebut sebagai "tartib tauqifi" (susunan yang ditetapkan Allah). Susunan ini memiliki hikmah dan makna tersendiri yang mencerminkan kearifan ilahi dalam menyampaikan pesan-pesan Al Quran.

Q: Siapa yang pertama kali menyusun Al Quran dalam satu mushaf?

A: Zaid bin Tsabit adalah orang yang pertama kali ditugaskan untuk menyusun Al Quran dalam satu mushaf pada masa Khalifah Abu Bakar. Proses ini dilakukan setelah perang Yamamah yang mengakibatkan gugurnya banyak penghafal Al Quran, sehingga dikhawatirkan Al Quran akan hilang.

Q: Mengapa surat Al-Fatihah ditempatkan di urutan pertama?

A: Surat Al-Fatihah yang berarti "pembuka" ditempatkan di urutan pertama karena memang berfungsi sebagai pembukaan Al Quran. Surat ini merangkum inti ajaran Islam dan menjadi bacaan wajib dalam setiap rakaat shalat, sehingga sangat tepat menjadi pembuka kitab suci umat Islam.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya