Korban Longsor Cilacap Bertambah Jadi 20: Masih Dicari 3 Korban Lainnya

Pada hari ketujuh pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Majenang, Cilacap, tim SAR gabungan menemukan dua jenazah tambahan sehingga total korban meninggal mencapai 20 orang.

oleh Muhamad RidloDiterbitkan 19 November 2025, 19:59 WIB
Evakuasi korban jenazah longsor Cibeunying, Cilacap, hari ketujuh, Rabu (19/11/2025). (Foto: dokumentasi Basarnas Cilacap).

Liputan6.com, Cilacap Memasuki hari ketujuh pencarian korban longsor Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah tim SAR gabungan kembali menemukan dua jenazah korban, Rabu (19/11/2025).

Keduanya adalah korban longsor ke-19 dan 20 yang ditemukan setelah sepekan pencarian.

BACA JUGA: Longsor di Lembah Anai, Batu Besar Tutup Jalur Padang-Bukittinggi

Koordinator Misi SAR, Muhammad Abdullah mengungkapkan, pada pukul 11.03 WIB, tim menemukan dan mengevakuasi jenazah atas nama Nina Puspita (44) di worksite B1. Selanjutnya, pada pukul 12.22 WIB, tim kembali mengevakuasi jenazah atas nama Januar Kian Abdilah (15) di worksite B2.

Dengan demikian jumlah korban meninggal dunia dalam longsor Cibeunying terdata sebanyak 20 orang. Sedangkan yang masih dalam pencarian sebanyak tiga orang.

"Dengan rincian di A1 mencari atas nama Maysarah Salsabila (14) dan worksite B1 atas nama Vani Hayati Lanjarsari (12) dan Fatin Ayu Rengganis (2)," kata Abdullah.

Abdullah juga memastikan pencarian akan diperpanjang. Hal ini setelah pemerintah, unsur SAR dan keluarga korban melakukan evaluasi progres operasi SAR hingga hari ketujuh.

"Maka operasi SAR dinyatakan diperpanjang 3 hari. Semoga kami benar-benar dapat memaksimalkan pencarian terhadap 3 korban lainnya agar dapat segera ditemukan," ujarnya.

 

Masih Gunakan Metode yang Sama

Sementara itu, dalam pencarian hari ketujuh ini, tim SAR gabungan masih melakukan metode yang sama dengan hari-hari sebelumnya. Sebelum personel turun, drone thermal diterbangkan untuk assesmen awal potensi longsoran dan patahan yang membahayakan.

Selanjutnya, anjing pelacak (K9) dikerahkan untuk mendeteksi titik korban.

"Alat berat masih dikerahkan untuk penggalian tanah agar lebih efektif, serta penggunaan alkon dan alat ekstrikasi manual dan modern juga untuk membantu proses pencarian terhadap korban," jelasnya.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya