IPC TPK Buka Kuartal IV 2025 dengan Pertumbuhan Kinerja 13,1%

Pertumbuhan arus petikemas di IPC Terminal Petikemas didominasi oleh peningkatan pengiriman beberapa komoditas unggulan.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 18 November 2025, 18:30 WIB
Pekeja memantau bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (19/3). Memasuki Era Baru Pelabuhan, IPC berkomitmen untuk mendukung program pemerintah guna menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) secara konsisten mempertahankan tren positif kinerja operasi terminal. Ditandai dengan pertumbuhan petikemas 13,1 persen pada periode Januari-Oktober 2025 dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya.

Pada periode 10 bulan pertama tahun ini, kinerja operasi IPC TPK tercatat sebesar 2.947.775 TEUs. Lebih tinggi dari periode yang sama di tahun 2024 sebesar 2.604.740 TEUS.

"Peningkatan layanan terus kami terapkan guna memberikan kepastian bagi para pengguna jasa dengan mengutamakan penerapan Environmental, Social and Governance (ESG)," ujar Corporate Secretary IPC TPK, Pramestie Wulandary, Selasa (18/11/2025).

Pertumbuhan arus petikemas pada periode Januari Oktober 2025 didominasi oleh peningkatan pengiriman beberapa komoditas unggulan di wilayah Sumatera.

Peningkatan kinerja operasi di Area Panjang sebesar 24,25% disebabkan oleh meningkatnya ekspor pada komoditas Refined Glycerine (458,9 persen), Coffee (199 persen), Rubber (173,7 persen), Frozen Shrimp (133,1 persen), hingga Fresh Banana (123,5 persen).

Dilanjut dengan peningkatan kinerja operasi di Area Palembang sebesar 8,43 persen, yang peningkatannya terjadi karena pertumbuhan ekspor beberapa komoditas seperti Rubber (115 persen), Coconut (119 persen), dan Wood Product (139 persen).

 

Kinerja di Teluk Bayur

Suasana bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (19/3). IPC akan meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa melalui perbaikan infrastruktur dan suprastruktur serta digitalisasi pelabuhan. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Kinerja operasi di Area Teluk Bayur juga kian meningkat dengan pertumbuhan 15,76 persen. Disebabkan oleh meningkatnya muatan ekspor komoditi Gambier lebih dari 100 persen dan Cassia Vera sebesar 6,25 persen.

Peningkatan kinerja operasi IPC TPK juga terjadi karena meningkatnya volume petikemas di Area Tanjung Priok 1 sebesar 11,7 persen, Area Tanjung Priok 2 sebesar 5,6 persen, dan Area Pontianak sebesar 7,6 persen.

Adapun jumlah pelayanan kapal yang sandar di terminal IPC TPK juga mengalami peningkatan 5,7 persen. Pada periode Januari-Oktober 2025 jumlah kapal yang dilayani sebanyak 4.349 unit. Jumlah tersebut lebih besar dibanding periode yang sama di tahun 2024 sebanyak 4.114 unit.

 

Dipicu Lonjakan Ekspor-Impor

Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Indonesia pada periode Januari-September 2025 mencapai USD 209,81 miliar. Naik 8,14 perse dibanding periode yang sama pada 2024.

Sementara nilai impor Indonesia Januari-September 2025 mencapai USD 176,32 miliar atau naik 2,62 persen dibandingkan periode yang sama 2024. Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia Januari-September 2025 mengalami surplus USD 33,48 miliar.

"Tren positif ini kami terus pertahankan untuk penguatan perekonomian dan konektivitas logistik nasional maupun internasional," pungkas Pramestie.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya