Liputan6.com, Jakarta Viral sebuah video merekam perdebatan terjadi di tengah laut antara nelayan dengan sejumlah orang disebut-sebut pihak perusahaan minyak. Dalam video juga terlihat dua orang berseragam TNI ada di tengah-tengah perdebatan itu.
Dua anggota TNI itu ada di atas perahu karet yang posisinya di tengah-tengah kapal nelayan dan kapal milik perusahaan.
Advertisement
Akun @badanintelenjenngopi menyertakan narasi "Viral ! Oknum TNI Bekingi Perushaan Minyak di Kangean.Satu kapal besar datang, satu kampung bisa hancur."
Penjelasan Kadispenal
Kepala Dinas Penerangan AL, Laksamana Pertama Tunggul, memberikan penjelasan perihal video viral itu. Menurutnya, video yang viral di media sosial itu tidak tidak utuh dan telah menimbulkan kesimpulan yang keliru.
"Potongan video yang disampaikan itu tidak lengkap, video tersebut hanya pada saat personel TNI AL menengahi protes sejumlah nelayan," kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa (18/11/2025).
Dia memastikan tidak ada prajurit yang 'membekingi' perusahaan minyak mana pun. Menurut Tunggul, kehadiran anggota TNI di lokasi semata-mata untuk melakukan mediasi, bukan memihak pada perusahaan minyak seperti yang dinarasikan.
"Keberadaan personel TNI AL di lokasi itu guna menengahi atau memediasi aksi protes sejumlah nelayan terhadap Survei Seismik yang dilaksanakaan oleh Kapal SK Carina dari PT KEI (Kangean Energi Indonesia) yang berada di bawah pengawasan SKK Migas (Institusi Pemerintah), di wilayah Perairan Pulau Kangean," ucap dia.
Perselisihan Sudah Selesai
Tunggul menambahkan, ketegangan di antara kedua belah pihak sudah diselesaikan.
"Saat ini menurut informasi yang saya peroleh, permasalahan antara nelayan dan pelaksanaan survei Seismik oleh Kapal SK Carina sudah menemukan titik tengah, dan permasalahan selesai dengan damai," ujarnya.