Kontroversi Hotel China: Tamu Ditawari Alarm Pagi dengan Suara Anak Singa

Mengapa layanan alarm pagi dari hotel di China dengan anak singa jadi perdebatan di dunia maya?

oleh Fanny MarizkaDiterbitkan 18 November 2025, 21:30 WIB
Tiga anak singa kembar Jamila, Kumani dan Malaika menikmati hari pertama mereka diperlihatkan ke publik di Kebun Binatang di Gelsenkirchen, Jerman, Senin (15/11/2021). Sang induk, Fiona melahirkan tiga anak singa itu pada 8 Oktober 2021 lalu. (AP Photo/Martin Meissner)

Liputan6.com, Beijing - Layanan unik di hotel China membuat kontroversi panas karena menawarkan panggilan bangun pagi dengan anak singa di kamar tamu. Video yang diunggah di media sosial menunjukkan seekor anak singa kecil masuk ke dalam kamar di pagi hari dan bermain dengan seorang anak.

Tamu yang ingin mendapatkan alarm pagi dari anak singa tersebut harus menghabiskan 628 yuan (sekitar Rp1,5 juta) per malam. Tawaran menyenangkan ini berada di Happy Countryside Resort, Desa Niujiao, Provinsi Jiangsu timur, dilansir dari SCMP, Selasa (18/11/2025).

Hewan tersebut tetap akan ditemani penjaganya dengan berjalan-jalan ke kamar yang beroperasi dari pukul 8 pagi hingga 10 pagi setiap hari.

Sesi bermain berlangsung hingga tujuh menit dan tamu wajib menandatangani Perjanjian Layanan Bangun Tidur Singa Asia.

Meski hotel ini memiliki 20 kamar yang siap menyediakan layanan bangun pagi, kritikus tetap mempertanyakan etika dan keamanan para tamu.

Eksploitasi Hewan

Seorang karyawan hotel memastikan bahwa layanan dari hotel tempat bekerjanya aman dan telah melalui prosedur yang aman.

"Layanan ini sah bagi kami yang telah memenuhi syarat untuk memelihara singa dan telah mendaftarkan layanan ini ke pihak berwenang," ucapnya.

Hotel berusaha keras agar layanan mereka dapat diterima dan banyak yang melakukannya, tetapi kekhawatiran terhadap kenyamanan dan hak-hak hewan yang masih belum terjamin masih menjadi kontroversi di dunia maya. 

Karena itu, hewan-hewan yang bertugas melayani para tamu di pagi hari ini dianggap untuk keuntungan bisnis, di mana membuat pelanggaran terhadap hewan-hewan yang harusnya dilindungi sebagai satwa liar.

Banyak hewan yang sering kali dijadikan layanan komersial, dan jika layanannya tidak dilarang, hal ini dapat membahayakan keselamatan mereka yang membuat para hewan mengalami stres.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya