Liputan6.com, Jakarta - Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Provinsi Kepulauan Riau yang dijadwalkan berlangsung di Hotel Aston Tanjungpinang, Minggu (16/11) siang mendadak batal digelar.
Tidak ada tanda-tanda kegiatan Musda akan dimulai. Ruangan forum tampak kosong, tanpa penataan, dan tidak terlihat aktivitas persiapan dari panitia.
Advertisement
Hingga menjelang siang, baik Steering Committee (SC) maupun Organizing Committee (OC) tidak hadir di lokasi. Tidak ada pengecekan perlengkapan, registrasi peserta, maupun koordinasi teknis sebagaimana lazimnya menjelang pembukaan Musda.
Informasi di lapangan menyebutkan bahwa pembatalan ini berkaitan dengan adanya perubahan instruksi dari pusat. Sejumlah pengurus DPP Partai Golkar yang dijadwalkan datang ke Tanjungpinang juga dilaporkan membatalkan keberangkatan setelah menerima arahan mendadak tersebut.
Tanpa kehadiran panitia dan unsur DPP, Musda dipastikan tidak bisa dibuka. Informasi pembatalan kemudian mengalir melalui jalur komunikasi internal partai.
3 Calon Ketua DPD Golkar Kepri
Sejauh ini, ada 3 calon yang maju dalam Musda Golkar Kepri, di antaranya Anggota Komisi III DPR RI Rizki Faisal, Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang Ade Angga. Nama lainnya yakni, Sekretaris DPD ll Bintan, Roby Kurniawan.
Musda V Golkar Kepri ini lantas diwarnai 'perang dingin' antar masing-masing kubu. Basis kekuatan masing-masing kubu mengemuka hingga membuat Musda menjadi arena pertarungan yang panas.
Meski Musda batal digelar, dinamika politik internal Golkar Kepri menunjukkan bahwa arus dukungan kepada Rizki Faisal semakin mengerucut. Dalam beberapa minggu terakhir, gelombang dukungan tersebut dilakukan secara terbuka dari ketua-ketua DPD II Partai Golkar se-Kepri.
Dukungan dari struktur kecamatan dan kelurahan, konsolidasi kader muda serta unsur organisasi kepemudaan, hingga relawan dan simpatisan yang terus bergerak.
Kader yang hadir di lokasi menyebut bahwa pembatalan Musda tidak mengubah arah dukungan yang sudah terbentuk secara natural dan solid.
“Ini hanya penjadwalan ulang. Sikap kader tidak berubah. Tetap mendukung Rizki Faisal,” ujar salah seorang Ketua DPD II di lokasi yang enggan disebutkan namanya.
Koordinator relawan yang sejak pagi berada di lokasi juga menyatakan bahwa mereka tetap pada komitmen semula. “Kami menunggu instruksi baru, tapi dukungan tidak berubah. Justru dinamika ini makin memperjelas peta kekuatan,” terangnya.
Alasan Musda Golkar Batal
Hingga siang hari, peserta yang hadir perlahan meninggalkan lokasi. Meski Musda mendadak batal dan agenda tidak sempat dimulai, keseluruhan situasi berlangsung aman dan tertib. Kader kini menunggu jadwal serta arahan resmi berikutnya dari DPP Partai Golkar.
Pengunduran jadwal yang seharusnya digelar pada Minggu (16/11/2025) ini disebut-sebut karena belum duduknya soal bakal calon ketua.
Meski berlangsung mendadak, situasi di lapangan tetap kondusif, dan para ketua DPD II maupun kader yang hadir memilih kembali ke daerah masing-masing sembari menunggu jadwal baru.