Dirut Indosat Beli 2,37 Juta Saham ISAT, Segini Nilainya

Direktur Utama PT Indosat Tbk (ISAT) Vikram Sunha kini memiliki 11,17 juta saham ISAT.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 16 November 2025, 16:22 WIB
Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama PT Indosat Tbk (ISAT) Vikram Sinha menambah kepemilikan saham ISAT pada 7 November 2025 dengan harga variasi.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (16/11/2025), Vikram Sinha membeli 2.370.200 saham ISAT.  Jumlah saham yang ditriasanksikan itu 0,0073%. Ia membeli saham ISAT dengan harga di kisaran Rp 1.995-Rp2.150. Nilai pembelian saham ISAT sekitar Rp 4,8 miliar.

“Tujuan transaksi investasi jangka panjang, status kepemilikan saham langsung,” tulis Corporate Secretary Indosat, Reski Damayanti.

Setelah transaksi, Vikram mengenggam 11.170.700 saham ISAT atau setara 0,034%. Sebelumnya, ia memiliki 8.800.500 saham ISAT.

Pada penutupan perdagangan Jumat, 14 November 2025, harga saham ISAT merosot 2,85% ke posisi Rp 2.040 per saham. Saham ISAT dibuka stagnan di posisi Rp 2.100 per saham. Harga saham ISAT berada di level tertinggi Rp 2.100 dan terendah Rp 2.030 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.588 kali dengan volume perdagangan 111.190 saham. Nilai transaksi Rp 23 miliar.

Kinerja Kuartal III 2025

Hingga September 2025, PT Indosat Tbk meraup pendapatan Rp 41,16 triliun, turun 1,6% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 41,81 triliun. Rincian pendapatan perseroan antara lain dari selular susut 1,9% menjadi Rp 34,55 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 35,23 triliun, multimedia, komunikasi data, internet (MIDI) tumbuh 1,6% menjadi Rp 6 triliun dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 5,90 triliun, sedangkan telekomunikasi tetap merosot 9,9% menjadi Rp 604 miliar hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 670,1 miliar.

Beban perseroan turun 0,1% menjadi Rp 33,32 triliun hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 33,34 triliun. Perseroan mencatat laba operasi susut 7,4% dari Rp 8,46 triliun menjadi Rp 7,84 triliun. Beban lain-lain merosot 2,4% menjadi Rp 3,09 triliun hingga September 2025 dari September 2024 sebesar Rp 3,16 triliun.

Seiring kinerja tersebut, perseroan membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk merosot 7,5% menjadi Rp 3,58 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 3,87 triliun.

 

Aset Indosat

Ilustrasi Indosat Ooredoo (Foto: Indosat Ooredoo)

Penurunan laba itu didorong penurunan pendapatan, kenaikan beban penyelenggaraan jasa, umum, administrasi, penyusutan dan amortisasi yang diimbangi oleh penurunan beban karyawan, pemasaran, beban lain-lain bersih dan kenaikan penghasilan (beban) operasional lain-lain bersih.

Selain itu, EBITDA perseroan turun 3,3% menjadi Rp 19,34 triliun hingga September 2025 dari September 2024 sebesar Rp 20 triliun.

PT Indosat Tbk mencatat aset turun 0,6% menjadi Rp 113,72 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 114,3 triliun.  Liabilitas turun 2% menjadi Rp 76,15 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 77,73 triliun. Ekuitas perseroan naik 2,5% menjadi Rp 37,57 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 36,65 triliun.

Belanja Modal Indosat

Salah satu BTS XL Axiata di site HUT Pathuk, Yogyakarta. (Liputan6.com/Corry Anestia)

Hingga September 2025, perseroan juga telah merealisasikan belanja modal Rp 10,73 triliun. Sekitar 79,5% dari pengeluaran modal ini dialokasikan untuk bisnis selular untuk mendukung permintaan layanan data dan sisanya dialokasikan pada pengeluaran modal untuk MIDI dan TI.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya