Menkeu Purbaya Pamer Batik Baru buatan Lokal, Keren Ada Gambar Garuda

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memamerkan, batik baru melalui media sosial instagram. Begini kemeja batik baru Menkeu Purbaya.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 15 November 2025, 14:55 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KiTa, di Jakarta, Senin (22/9/2025). (Liputan6.com/Tira)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memamerkan sebuah kemeja batik baru buatan UMKM asal Yogyakarta. Dia menunjukkan desain batik yang dibuat dengan hiasan gambar Garuda hingga peta Indonesia.

Purbaya memamerkan batik itu melalui akun Instagram resmi @menkeuri. Unggahan ini disebutnya sebagai salah satu mengikuti permintaan warganet.

"Sesuai komentar temen-temen netizen, saya pakai batik baru, ada gambar Garuda dan gambar Peta Indonesia, sepertinya ini Batik Garuda NKRI," ungkap Purbaya, seperti dikutip Sabtu (15/11/2025).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memamerkan sebuah kemeja batik baru buatan UMKM. (Foto: instagram menkeuri)

Dia mengakui telah memesan sebuah kemeja batik itu dari pengrajin di Yogyakarta. Menurut dia, potongan dan desainnya nyaman dipakai.

"Batik nya keren dan nyaman dipakai. Saya pesan ke pengrajin batik di Yogyakarta dan ini UMKM," ucap Purbaya.

Tak berhenti di situ, nantinya Purbaya juga akan memamerkan produk-produk UMKM lainnya. Tujuannya untuk meningkatkan kelas produk UMKM. "Besok-besok saya akan bergantian pakai jaket UMKM, pakai Jaket dari Distro boleh lah, saya akan bantu promosikan, saya dukung UMKM naik kelas," katanya.

Purbaya juga janji akan membeli produk-produk yang dijual UMKM. "Tulis di kolom komentar yang punya usaha Jaket dan Batik ya, nanti saya akan beli dan pakai," ujar Purbaya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memamerkan sebuah kemeja batik baru. (Foto: instagram menkeuri)

Berantas Pakaian Impor Ilegal

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bertemu Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo, di kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Rabu (15/10/2025). (Liputan6.com/Tira)  

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, bahwa pemerintah telah melakukan komunikasi intensif dengan Asosiasi Garmen dan Tekstil Indonesia (AGTI) untuk mencari solusi terbaik untuk menangani balpres atau pakaian bekas impor ilegal.

Hasilnya, disepakati balpres sitaan akan dicacah ulang untuk diolah menjadi bahan baku tekstil seperti benang atau serat. Hal itu atas arahan Presiden Prabowo Subianto.

"Jadi, kita berpikir-pikir Bagaimana macamnya masalah itu, kita ngomong sama AGTI, Kita tanya Ini juga atas arahan Presiden itu mesti dimanfaatkan jangan dibakar begitu aja Kita pikir-pikir boleh nggak kita cacah ulang? Boleh," kata Purbaya dalam konferensi pers, di kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (14/11/2025).

 

Diolah Ulang

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa kewenangan redenominasi rupiah bukan di Kementerian Keuangan, melainkan merupakan wewenang Bank Indonesia.

Kata Purbaya, AGTI menyambut positif peluang ini dan menyatakan kesiapan untuk melakukan proses pencacahan serta pengolahan ulang. Dalam skema yang disepakati, sebagian bahan baku hasil cacahan akan digunakan oleh industri tekstil, sementara sebagian lainnya dialokasikan khusus untuk UMKM dengan harga terjangkau.

Menurut bendahara negara ini, hal tersebut menjadi langkah konkret untuk menghubungkan barang sitaan dengan kebutuhan industri dan pelaku usaha kecil.

"Kita ketemu dengan AGTI menawarkan bisa nggak mereka mencacah ulang balpres itu. Nanti sebagian mereka pakai sebagian dijual ke UMKM dengan harga murah, mereka mau," ujarnya.

Finalisasi Pekan Depan

Adapun Pemerintah saat ini tengah menyiapkan pertemuan lanjutan dengan para pengusaha yang siap terlibat dalam program tersebut. Menurut Menkeu, diskusi final akan digelar minggu depan untuk memastikan seluruh mekanisme berjalan legal, aman, dan efisien.

"Ada beberapa pengusaha yang sudah siap Minggu depan diskusi dengan mereka ya dipastikan, jadi langsung ketok palu. Jadi yang di gudang-gudang itu dikeluarin semuanya tempatnya juga kosong. Jadi itu bisa dipakai untuk bahan baku industri kan dalam bentuk benang dan lain-lain," ujarnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya