Gekrafs Gelar Rapim, Umumkan 8 Program Prioritas Asta Karya Sejalan Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045

Dewan Pengurus Pusat Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) perdana periode 2025-2030.

oleh Tim NewsDiterbitkan 14 November 2025, 20:10 WIB
Dewan Pengurus Pusat Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) perdana periode 2025-2030. (Ist)

Liputan6.com, Jakarta - Dewan Pengurus Pusat Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) perdana periode 2025–2030 di Atria Sudirman, Jakarta pada Jumat (14/11/25).

Rapim ini menjadi momentum penting untuk menegaskan arah baru Gekrafs dalam membangun ekonomi kreatif masa depan Indonesia. Pada Rapim ini, Gekrafs juga mengumumkan susunan kepengurusan lengkap untuk periode 2025–2030.

Dalam forum tersebut, Ketua Umum DPP Gekrafs Kawendra Lukistian menyampaikan bahwa Rapim menjadi awal konsolidasi untuk menyelaraskan gerakan Gekrafs melalui Delapan Program Prioritas dan Strategis yang disebut 'Asta Karya'.

Program ini sejalan dengan visi kemandirian ekonomi yang ditargetkan Presiden Prabowo dalam Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.

"Kita tahu di era sekarang ini ekonomi kreatif adalah sektor penunjang masa depan Indonesia. Gekrafs harus menjadi ruang yang memperkuat ekraf dari seluruh daerah, dari kota besar sampai pelosok. Rapim ini adalah langkah pertama untuk memastikan semua bergerak satu visi dan misi," ujar Kawendra, melalui keterangan tertulis, Jumat (14/11/25).

Ia menegaskan, arah kerja Gekrafs lima tahun ke depan berpijak pada Triple Track Strategy yakni mendampingi pelaku ekraf agar naik kelas, memperkuat riset dan literasi kreatif bersama akademisi, serta mendorong kebijakan yang berpihak kepada para pejuang ekraf.

"Gekrafs ingin memastikan pelaku kreatif mendapat akses yang lebih luas dan setara. Kita ingin mendorong brand Indonesia agar semakin kuat dan membuka lebih banyak peluang kerja kreatif," terang Kawendra.

 

Program Prioritas

Selain itu, turut hadir dalam agenda ini Wakil Ketua Umum DPP Gekrafs periode 2025–2030 yaitu Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, Laja Lapian, Gus Rivqy Abdul Halim, Abcandra Akbar Supratman, Melly Goeslaw, serta Raffi Ahmad.

Agenda ini dihadiri juga oleh Ketua Harian Erwin Soerjadi, Sekjen Temi Sumarlin, Bendum Yanti Adeni, Wakil Ketua Harian 1&2: Noval Abuzar & Amin Ahlu Nazar serta Ketua OKK & Pengembangan Arifin Ihsan Rismansyah.

Susunan Kepungurusan baru juga diisi sejumlah nama-nama pesohor seperti Ifan seventeen, Deryansha (Kasisolusi) Selfi Kitty yang mengisi posisi Banom Kominfo, Wasekjend Tsamara Amany, Frank Hutapea Ketua Bidang Hukum.

"Dengan energi baru dari jajaran Wakil Ketua Umum dan kepengurusan periode ini, Gekrafs menargetkan ekonomi kreatif menjadi pilar penting pembangunan nasional, lebih berdaya saing global dan mandiri secara ekonomi," tutup Kawendra.

Rapim ini juga menjadi ruang untuk memaparkan Delapan Program Prioritas Gekrafs. Program tersebut terdiri dari pertama Creative Economic Financing Access (CEFA) yaitu program untuk memperluas akses pendanaan bagi pelaku ekonomi kreatif.

 

Program Selanjutnya

Kedua, Digital Intellectual Property & Legal Ecosystem DIPLE, program perlindungan kekayaan intelektual digital serta ekosistem legal yang memayungi kreator.

Ketiga, Gastronomy National Diplomacy Initiative GANDI, inisiatif diplomasi kuliner untuk mengangkat gastronomi Indonesia ke level global. Keempat Digital Literacy & Market Penetration (DIGIMAP), program peningkatan literasi digital dan perluasan pasar kreatif berbasis teknologi.

Kelima, Artist Minimum Honor Advocacy Program (ARTPAY), gerakan advokasi untuk mendorong penerapan honor minimum bagi pekerja kreatif. Keenam, Youth Empowerment & Inclusion Movement (YOUTHEM), program pemberdayaan dan inklusi talenta muda di sektor kreatif.

Ketujuh, Regional Creative Hub Transformation (RECHUB), inisiatif mengubah sekretariat daerah dan ruang publik menjadi pusat kreativitas dan inkubasi ekraf. Dan kedelapan, Global Creative Export Booster (GLOBE), program perluasan ekspor dan penetrasi produk ekraf Indonesia ke pasar internasional.

Infografis Journal_ Kerugian Ekonomi Akibat Sampah Sisa Makanan Capai Rp 500 Triliun per tahun (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya