Pemerintah Bakal Revisi Perpres Penanggulangan TBC, Libatkan TNI-Polri

Pelibatan lembaga lain seperti TNI-Polri dimaksudkan karena pemberantasan TBC tidak hanya berkaitan dengan sektor medis, namun juga hal lain yang ada di dalam kehidupan keseharian pasien.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 13 November 2025, 16:14 WIB
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus (Liputan6.com/Ade Nasihudin)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah sedang menyusun Peraturan Presiden (Perpres) yang baru untuk merevisi Perpres Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis (TBC).

Wakil Menteri Kesehatan atau Wamenkes RI, Benjamin Paulus Octavianus menyatakan, dalam revisi tersebut jumlah lembaga yang terlibat dalam penanggulangan TBC bakal bertambah, termasuk keterlibatan TNI-Polri.

“Saat ini kita akan sedang dibentuk Perpres baru untuk revisi Perpres, Pak Gubernur. Revisi Perpres 67 tahun 2021 akan diubah karena tadinya melibatkan 15 kementerian akan menjadi 35 kementerian dan badan termasuk TNI, Polri,” kata Benjamin usai audiensi dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (13/11/2025).

Menurut Benjamin, pelibatan lembaga lain seperti TNI-Polri dimaksudkan karena pemberantasan TBC tidak hanya berkaitan dengan sektor medis, namun juga hal lain yang ada di dalam kehidupan keseharian pasien.

“Karena pemberantasan TBC bukan hanya segera mengobati pasien yang sakit,” ucap dia.

 

Faktor Penyebab

Benjamin menjelaskan, TBC disebabkan oleh berbagai faktor, meliputi lemahnya ekonomi hingga lingkungan kumuh, yang menyebabkan daya tahan tubuh yang melemah.

“Maka juga sosial ekonomi yang lemah, maka di daerah kumuh pasti kasus TB-nya tinggi. Maka kami tadi dengan Pak Gubernur mengatur termasuk hal-hal teknis yang di luar medis,” jelas Benjamin.

 

Kasus

Benjamin menuturkan, saat ini kasus TBC di Indonesia mencapai 1.090.000. Dari data itu, 700 ribu lebih pasien telah diobati.

“Kita harapkan akhir tahun bisa mencapai 900 ribu. Nah, tujuan kami sekarang ini adalah tahun depan kalau target TBC-nya ada berapa semuanya harus diobati,” kata dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya