Kasus TBC di Indonesia Capai 1 Juta, Wamenkes Targetkan Semua Pasien Terobati pada 2026

Wamenkes RI Benjamin Paulus Octavianus mengatakan, jumlah kasus Tuberkulosis (TBC) di Indonesia mencapai lebih dari satu juta orang.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 13 November 2025, 15:30 WIB
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus mengatakan bahwa perkembangan alat kesehatan canggih harus diimbangi dengan sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang memadai, Jakarta (6/11/2025). Foto: Liputan6.com/Ade Nasihudin.

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Benjamin Paulus Octavianus mengatakan, jumlah kasus Tuberkulosis (TBC) di Indonesia mencapai lebih dari satu juta orang.

Menurutnya, dari jumlah itu sekitar 700 ribu pasien TBC telah menjalani pengobatan dan pemerintah menargetkan seluruh kasus dapat ditangani tahun depan.

"Hari ini kasus TB diberikan ada 1.090.000 ribu yang sampai hari ini sudah kita obati 700 ribu sekian. Kita harapkan akhir tahun bisa mencapai 900 ribu," ujar Benny di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (13/11/2025).

Dia menjelaskan, meningkatnya temuan kasus TBC di Tanah Air merupakan hal positif karena menandakan pasien terdeteksi, sehingga segera mendapat pengobatan.

"Kalau banyak kasus TB ditemukan itu bagus. Kalau ditemukan kan diobati, habis. Kalau tidak ditemukan ya jumlahnya banyak tiba-tiba meninggal di mana-mana," kata Benny.

Menurut dia, pemberantasan TBC di Indonesia juga menjadi prioritas pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto, selain pemberian makan bergizi gratis (MBG) untuk mengatasi stunting.

Saat ini, kata Benny, Indonesia menjadi negara kedua dengan kasus TBC terbanyak di dunia. Benny bilang, dari seluruh penderita penyakit TBC di dunia, 10 persen di antaranya berasal dari Indonesia.

"Kita ada 10 persen penyakit TBC di dunia adanya di Indonesia. Nah oleh karena itu kita mau jadi negara maju, TBC ini harus diberantas," tandas Benny.

Sebelumnya, stigma terhadap pada pasien tuberkulosis atau TBC hingga kini masih ada. Hal ini menjadi salah satu tantangan dalam pengobatan tuberkulosis di Indonesia seperti disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Kunta Wibawa Dasa Nugraha.

 

Bukan Dikucilkan, Pasien TBC Butuh Dukungan untuk Berobat hingga Sembuh

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi mengeluarkan izin untuk uji coba vaksin penyakit TBC yang dikembangkan pendiri Gates Foundation, Bill Gates. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Kunta mengatakan saat ini stigma sosial terhadap orang dengan tuberkulosis masih melekat di masyarakat. Baik stigma di lingkungan keluarga, tempat kerja, bahkan fasilitas pelayanan kesehatan.

Padahal mestinya orang terinfeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis ini mendapat dukungan dari keluarga hingga masyarakat untuk berobat.

"Teman-teman penderita TB ini harus dikasih dukungan karena mereka sedang berjuang untuk sembuh. Jangan dihindari atau dikucilkan, tapi justru diajak dan didukung untuk berobat,” kata Kunta saat Kampanye TOSS TBC (Temukan, Obati, Sampai Sembuh) di Car Free Day Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Minggu, 9 November 2025.

Di kesempatan yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kemenko PMK, Profesor Ojat Darojat mengatakan hal serupa. Gotong royong diperlukan dalam upaya eliminasi TBC.

Profesor Ojat mengatakan semua pihak harus bergotong royong agar penyakit ini bisa hilang dari Indonesia. Selain itu, perlu dilakukan penemuan kasus TBC secara aktif dan memastikan pengobatan tuntas.

 

Ada 4 Ribu Desa dan Keluarga Siaga TBC

Pasien tuberkulosis atau TBC perlu mendapat dukungan dari keluarga hingga masyarakat untuk berobat. Bukan dikucilkan atau dijauhi. (Dok Kemenkes)

Hingga kini hampir 4.000 desa dan kelurahan siaga TBC telah terbentuk di 90 kabupaten/kota di 22 provinsi yang ada di Indonesia. Kabupaten Bogor diharapkan menjadi salah satu wilayah yang memperkuat gerakan ini.

Desa atau Keluargah Siaga TBC adalah inovasi yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, memperkuat pencegahan dan mempererat kerja sama dalam mengentaskan penyakit TBC.

Indonesia lewat Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 menetapkan target eliminasi TBC pada 2030 dengan menurunkan angka insiden dari 387 per 100.000 penduduk menjadi 65 per 100.000 penduduk.

Infografis 5 Gejala Sakit Kepala Akibat Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya