Liputan6.com, Jakarta - PT Cipta Sarana Medika Tbk (DKHH) atau DKH Hospitals mewujudkan janji ekspansi pasca-IPO dengan membangun gedung baru di RS DKH Cibadak, Sukabumi. Pembangunan yang dinamai ‘Gedung Karlinah’ ini diresmikan dengan peletakan batu pertama pada Senin, 10 November 2025, bertepatan dengan Hari Pahlawan.
Nama ‘Karlinah’ diambil dari pendiri DKH Hospitals Group, mendiang Karlinah Umar Wirahadikusumah, yang bersama suaminya, Wakil Presiden RI ke-4 Umar Wirahadikusumah, dikenal sebagai tokoh nasional yang konsisten memperjuangkan kesehatan dan pendidikan.
Advertisement
“Gedung Karlinah ini diharapkan mampu menjadi solusi tingginya permintaan layanan kesehatan di RS DKH Cibadak. Dengan demikian, visi ‘Mewujudkan Indonesia Sehat’ yang kami gaungkan bisa segera terealisasi,” ujar Direktur Utama Cipta Sarana Medika, Satria Muhammad Wilis dalam keterangan tertulis, Selasa (11/11/2025).
Pembangunan gedung lima lantai ini didanai dari hasil penawaran saham perdana (IPO) perusahaan. DKHH mengalokasikan dana segar sebesar Rp 40,76 miliar khusus untuk proyek ini.
Meningkatkan Kapasitas Rawat Inap
Proyek yang menelan biaya total Rp 40,76 miliar dari dana IPO tersebut ditargetkan rampung dalam 10 bulan ke depan. Gedung Karlinah akan menyediakan beragam fasilitas kesehatan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Pembangunan Gedung Karlinah ini diharapkan bisa meningkatkan kapasitas pelayanan rawat inap dan juga rawat jalan di RS DKH Cibadak, sekaligus meningkatkan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi,” tutur dr. Nadya Yosvara, MARS, Direktur RS DKH Cibadak.
Kehadiran gedung baru ini juga menjadi bukti komitmen DKH Hospitals sebagai mitra strategis pemerintah daerah. “Pembangunan ‘Gedung Karlinah’ adalah bukti komitmen RS DKH Cibadak mendukung pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan,” kata Wakil Bupati Andreas.
Tingginya Permintaan Layanan Kesehatan
Ekspansi ini merupakan respons atas tingginya permintaan layanan kesehatan di wilayah Sukabumi. Gedung Karlinah akan melayani baik pasien umum maupun peserta BPJS, mencakup poliklinik dan rawat inap eksekutif.
“Dengan demikian, visi ‘Mewujudkan Indonesia Sehat’ yang kami gaungkan bisa segera terealisasi,” tegas Satria Muhammad Wilis menegaskan komitmen perusahaan.
Keberadaan Gedung Karlinah tidak hanya menambah kapasitas fisik rumah sakit, tetapi juga diharapkan dapat memperkuat ekosistem kesehatan di Jawa Barat. Langkah DKH Hospitals ini merepresentasikan investasi jangka panjang dalam meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat.