Presiden Meksiko Alami Pelecehan Seksual Saat Menyapa Warga di Jalanan

Apa yang dialami Presiden Sheinbaum menambah panjang daftar kekerasan terhadap pejabat publik di Meksiko.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 06 November 2025, 07:00 WIB
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum pada 2 April 2025. (Dok. AP Photo/Marco Ugarte)

Liputan6.com, Kota Meksiko - Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengalami pelecehan seksual oleh seorang pria ketika ia berinteraksi dengan warga di jalanan Kota Meksiko. Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan tentang kurangnya pengamanan sekaligus tingginya tingkat pelecehan seksual yang dihadapi perempuan di negara tersebut.

Sebuah video yang beredar pada Selasa (4/11/2025) memperlihatkan seorang pria yang tampak mabuk mencoba mencium leher presiden dan memeluknya dari belakang. Sheinbaum tampak menepis tangan pria itu dan berbalik menghadapnya sebelum seorang pejabat pemerintah turun tangan dan berdiri di antara keduanya.

Saat pria tersebut digiring menjauh, Sheinbaum tampak tersenyum kaku dan mengatakan, "Jangan khawatir."

Presiden Akan Menuntut Pelaku

Polisi negara bagian kemudian mengonfirmasi bahwa pria tersebut telah ditangkap dan Sheinbaum mengatakan pada Rabu (5/11) bahwa ia akan mengajukan tuntutan hukum.

"Apa yang saya alami ini adalah pengalaman yang juga dialami oleh banyak perempuan di negara kita," ujar Sheinbaum dalam konferensi pers hariannya seperti dikutip dari The Guardian. "Jika saya sendiri tidak melapor, lalu bagaimana dengan semua perempuan Meksiko lainnya? Jika mereka bisa melakukan ini kepada presiden, bayangkan apa yang terjadi pada perempuan lain di negara ini."

 

Ancaman Terhadap Pejabat Publik

Kejadian ini terjadi hanya beberapa hari setelah wali kota dari munisipalitas Uruapan, Carlos Alberto Manzo Rodriguez, tewas ditembak saat perayaan Hari Arwah. Pelaku menembaknya tujuh kali dari jarak dekat sebelum akhirnya juga tewas ditembak.

Beberapa bulan sebelumnya, Manzo Rodriguez secara terbuka meminta bantuan kepada Sheinbaum melalui media sosial untuk menghadapi kelompok kriminal di wilayahnya.

Manzo Rodriguez menjadi pejabat terbaru yang kehilangan nyawa akibat kekerasan politik di Meksiko. Sepanjang kampanye pemilu Juni 2024, 37 calon pejabat publik dilaporkan tewas, sementara sejak pemerintahan Sheinbaum dimulai pada 1 Oktober, sudah ada 10 wali kota lain yang dibunuh.

Kendati pejabat lokal paling sering menjadi sasaran, ancaman serupa juga mengintai pejabat tingkat tinggi.

Catatan Kekerasan Politik di Meksiko

Pada 1994, calon presiden Luis Donaldo Colosio Murrieta ditembak mati saat kampanye di kota perbatasan Tijuana. Pada 2020, kartel Jalisco berusaha membunuh Omar Garcia Harfuch, menteri keamanan saat ini, dengan menembaki konvoinya di tengah Kota Mexico.

Sheinbaum sendiri sempat mengalami insiden keamanan tahun lalu saat berkampanye di Negara Bagian Chiapas, ketika sekelompok pria bertopeng menghentikan kendaraannya untuk memintanya berbicara mengenai kekerasan di wilayah tersebut, sebelum akhirnya membiarkannya melanjutkan perjalanan.

Meski begitu, Sheinbaum tetap mempertahankan kebiasaan Andres Manuel Lopez Obrador, pendahulunya yang populer, yang sering berinteraksi langsung dengan warga dan memilih tingkat pengamanan yang ringan. Ia menegaskan tidak akan mengubah pengaturan keamanannya.

"Kita tidak bisa menjauh dari rakyat," tegas Sheinbaum. "Karena itu berarti menyangkal dari mana kita berasal dan siapa diri kita."

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya