Juventus Pilih Luciano Spalletti, Ini Penilaian Gianluigi Buffon

Legenda Juventus, Gianluigi Buffon, angkat bicara setelah Luciano Spalletti resmi ditunjuk sebagai pelatih baru Bianconeri, menggantikan Igor Tudor yang baru saja dipecat.

oleh Juventus FiladelfiaDiterbitkan 10 November 2025, 09:00 WIB
Luciano Spalletti dan Gianluigi Buffon yang merupakan salah satu staf kepelatihan Timnas Italia. (Alberto PIZZOLI / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Gianluigi Buffon angkat bicara terkait perubahan penting yang terjadi di Juventus. Dia menyesalkan keputusan manajemen yang tidak bergerak lebih cepat.

Juventus memecat Igor Tudor setelah gagal menang dalam delapan pertandingan terakhir. Tim yang bermarkas di Allianz Stadium itu lalu menunjuk Luciano Spalletti sebagai nakhoda anyar, setelah sempat mempertimbangkan berbagai nama.

Legenda klub Gianluigi Buffon menilai keputusan manajemen sudah tepat karena telah menunjuk Luciano Spalletti sebagai pelatih baru. Namun, Buffon juga mengaku menyesal karena Spalletti tidak ditunjuk sejak awal musim.

Menurut Buffon, pergantian pelatih ini mencerminkan keraguan terhadap proyek sebelumnya, sekaligus menunjukkan kebutuhan Juventus untuk kembali ke arah yang lebih jelas dan konsisten.


Puji Keputusan Tepat

Luciano Spalletti, pelatih anyar Juventus yang menggantikan Igor Tudor. (Dok. X @juventusfcen)

Berbicara di podcast Viva el Futbol, Buffon menjelaskan bahwa Juventus memulai musim dengan performa baik, namun tanpa keyakinan penuh pada proyek yang dijalankan.

"Mereka memulai dengan baik, tetapi mungkin tidak sepenuhnya yakin dengan proyek ini," kata Buffon. "Melihat bagaimana dan kapan Tudor dipecat, itu menunjukkan mereka tidak sepenuhnya yakin sejak awal.

"Sekarang mereka telah menemukan solusi terbaik. Spalletti dapat menjamin hasil yang diharapkan para penggemar dan klub. Satu-satunya hal yang menakutkan adalah saya ingin melihatnya sejak awal. Dengan pramusim dan seleksi pemain, Juve seharusnya kompetitif hingga akhir," kata Buffon.


Sindir Keputusan Juventus Sebelumnya

Buffon yang mengoleksi 176 caps bersama Gli Azzurri itu meraih banyak gelar semasa berseragam Juventus. Buffon mengantarkan Juventus meraih 10 gelar scudetto, lima kali juara Coppa Italia dan lima trofi Piala Super Italia. Di level timnas, Buffon sukses mengangkat trofi Piala Dunia tahun 2006. (AFP/Olivier Morin)

Buffon juga menyinggung pemecatan Igor Tudor, yang ia yakini berkaitan dengan dinamika internal. Ia berkata, "Sepertinya ada masalah empati antara dia dan para direktur. Hal itu terlihat dalam wawancara-wawancaranya baru-baru ini."

Ia menjelaskan lebih lanjut tentang masa sulit yang sedang dialami klub. "Setelah sepuluh tahun sukses, wajar saja mengalami kesulitan," ujarnya. Ia yakin Juventus kini membutuhkan orang-orang yang tepat di semua level, mulai dari manajemen dan staf pelatih hingga para pemain di lapangan.

Buffon bahkan membandingkan situasi ini dengan periode 2009 hingga 2011, ketika Juventus harus membangun kembali identitasnya sebelum kembali mendominasi.


Juventus Sempat Percaya Massimiliano Allegri

Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, memberikan instruksi kepada para pemainnya selama pertandingan Serie A Italia antara AC Milan dan AS Roma di Stadion San Siro, Milan, pada 2 November 2025. (Isabella BONOTTO / AFP)

Membahas lebih jauh mengenai situasi Juventus secara keseluruhan, Gianluigi Buffon juga menyinggung sosok Massimiliano Allegri.

Menurut mantan kiper timnas Italia tersebut, Allegri mendapat dukungan yang lebih besar dari manajemen Juventus dibandingkan para penerusnya. Buffon menilai hal itu tidak lepas dari rekam jejak sang pelatih yang telah terbukti sukses di masa lalu.

“Dia lebih dipercaya karena masa lalunya,” ujar Buffon. “Rekam jejaknya memberikan jaminan tertentu untuk mencapai tujuan, meskipun minimal. Bagi yang lain, ada keyakinan, tetapi dengan sedikit keraguan.”

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya