Daftar Komoditas Picu Inflasi Jakarta pada Oktober 2025, Ada Emas hingga Biaya Kuliah

Sebanyak lima komoditas utama yang memberikan andil terbesar pemicu inflasi Jakarta pada Oktober 2025.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 05 November 2025, 10:36 WIB
Petugas menunjukan emas batangan di kantor BNI Syariah, Jakarta, Senin (30/11). Harga jual-beli kembali (buyback) emas Antam turun Rp 1.000 usai akhir pekan kemarin naik di tengah turunnya harga emas global. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, Nurul Hasanudin, menyatakan terdapat lima komoditas utama yang memberikan andil terbesar pemicu inflasi Jakarta pada Oktober 2025. Komoditas tersebut antara lain emas perhiasan, cabai merah, tarif angkutan udara, biaya perguruan tinggi, hingga telur ayam ras.

Inflasi DKI Jakarta pada Oktober 2025 (month-to-month) sebesar 0,31 persen. Hal ini karena harga sejumlah komoditas kebutuhan rumah tangga tersebut mengalami peningkatan.

“Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi m-to-m pada Oktober 2025, diantaranya emas perhiasan, cabai merah, tarif angkutan udara, biaya akademi/perguruan tinggi, telur ayam ras, wortel, beras, masker, tarif kendaraan roda 2 online, dan tarif kereta api,” kata Nurul dalam keterangannya, dikutip Rabu (5/11/2025).

Emas tercatat memberikan andil inflasi tertinggi sebesar 0,18 persen dengan inflasi mencapai 10,5 persen. Kenaikan harga emas menjadi faktor dominan dalam laju inflasi Jakarta pada Oktober 2025.

Kemudian, cabai merah menjadi penyumbang inflasi kedua dengan 19,93 persen dan andil 0,05 persen. Harga cabai merah pada Oktober 2025 tercatat mencapai Rp67.203 per kilogram (kg).

Selanjutnya, tarif angkutan udara naik 3,54 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,04 persen yang kenaikan tarifnya terjadi sejak Agustus hingga Oktober 2025. Sedangkan, tarif kendaraan roda dua online sebesar 0,01 persen.

Biaya Perguruan Tinggi

Lalu, biaya perguruan tinggi dan akademi turut menyumbang inflasi sebesar 0,99 persen dengan andil 0,02 persen. Sementara itu, telur ayam ras mencatat inflasi 4,42 persen dengan andil serupa 0,02 persen.

Di sisi lain, sejumlah komoditas rumah tangga justru mengalami penurunan harga dan memberi andil deflasi Jakarta pada Oktober 2025.

“Di antaranya tomat, tarif jalan tol, sepatu olah raga pria, udang basah, alpukat, pepaya, ikan nila, sawi putih/pecay/pitsai, kacang panjang, dan petai,” ucap Nurul.

Kemudian, bila ditinjau secara m-to-m antar tahun, pada Oktober 2024, inflasi m-to-m DKI Jakarta jauh lebih rendah yaitu hanya sebesar 0,03 persen dan pada Oktober 2023, inflasi m-to-m juga cukup rendah, yakni sebesar 0,13 persen.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya