Baku Tembak Maut di Meksiko, 13 Tersangka Anggota Kartel Tewas

Ada empat orang yang akhirnya dibebaskan polisi Meksiko setelah terbukti tidak bersalah.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 04 November 2025, 12:39 WIB
Ilustrasi Tembakan (Steve Buissinne/Pixabay).

Liputan6.com, Mexico City - Ada 13 tersangka anggota kartel narkoba tewas dalam baku tembak dengan aparat keamanan di negara bagian Sinaloa, Meksiko, pada Senin. Insiden terjadi di tengah meningkatnya kekerasan antar-faksi yang telah mengguncang kawasan itu selama lebih dari setahun.

Menteri Keamanan Omar García Harfuch mengatakan dalam unggahan di media sosial bahwa empat tersangka berhasil ditangkap dan sembilan orang yang sebelumnya diculik geng telah dibebaskan setelah bentrokan terjadi di Guasave, sebuah wilayah di barat laut Sinaloa.

Menurutnya, baku tembak berawal ketika tim keamanan yang sedang berpatroli disergap oleh sekelompok pria bersenjata yang bersembunyi di bawah sebuah jembatan. Aparat kemudian membalas serangan tersebut, dikutip dari laman Gulf News, Selasa (4/11/2025).

Setelah pertempuran mereda, pihak berwenang menyita tujuh kendaraan, sejumlah senjata berkaliber tinggi, serta perlengkapan taktis yang diduga digunakan kelompok kriminal itu.

Sinaloa, markas kartel paling berpengaruh di Meksiko, telah dilanda kekacauan sejak lebih dari setahun terakhir akibat perang internal antar-faksi. Gelombang kekerasan ini telah menewaskan sedikitnya 1.700 orang — termasuk 57 anak di bawah umur — serta menyebabkan hampir 2.000 orang hilang.

Pertikaian tersebut memuncak setelah penangkapan Ismael “El Mayo” Zambada, pemimpin bersejarah kartel Sinaloa.

Zambada ditangkap dan diekstradisi ke Amerika Serikat pada Juli 2024, setelah diduga dikhianati oleh putra mantan rekan dekat Joaquin “El Chapo” Guzmán. Konflik internal yang dipicu penangkapan itu kini terus memecah jaringan kartel, memperburuk situasi keamanan di salah satu wilayah paling rawan di Meksiko.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya