Berkat Ini, Pertamina Regional Jawa Bisa Hemat Bisa Operasional Rp 171 Miliar

Inisiatif yang dilahirkan sebagai bagian dari upaya CIP turut memberikan kontribusi nyata melalui penghematan biaya (cost saving) bagi Pertamina Regional Jawa.

oleh Septian DenyDiterbitkan 04 November 2025, 11:30 WIB
Kru Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) Regional Jawa terlibat dalam misi penyelamatan 10 awak kapal nelayan yang terjebak sekitar 11 kilometer dari pesisir Pantai Utara Jawa, Sabtu (28/9/2024).

Liputan6.com, Jakarta Pertamina Subholding Upstream Regional Jawa terus budaya inovasi dalam rangka mendorong efisiensi dan terobosan-terobosan baru dalam menjalankan kegiatan operasional hulu migas.

Hasilnya, tercatat berbagai capaian signifikan yang diperoleh sepanjang 2025. Implementasi inisiatif perbaikan berkelanjutan ini berkontribusi terhadap peningkatan potensi cadangan sebesar 560,72 MMBOE, tambahan cadangan sebesar 18,15 MMBOE, serta optimalisasi produksi hingga 9.855 BOPD.

Selain itu, Perusahaan juga berhasil mencegah kehilangan produksi (lost production) sebanyak 8.794 BOPD, dan menurunkan emisi hingga 92.957 ton CO₂ equivalent.

Dari sisi efisiensi dan kinerja finansial, inisiatif yang dilahirkan sebagai bagian dari upaya CIP turut memberikan kontribusi nyata melalui penghematan biaya (cost saving) sebesar USD10,71 juta atau setara Rp171,46 miliar, pencegahan biaya (cost avoidance) sebesar USD30,02 juta atau sekitar Rp480,32 miliar, serta peningkatan pendapatan (revenue growth) mencapai USD4,04 juta atau setara Rp64,60 miliar.

Direktur Pertamina Regional Jawa Rachmat Hidajat dalam Forum Improvement & Innovation Award (IIA) 2025, menegaskan bahwa inovasi bukan sekadar upaya menemukan hal baru, tetapi juga komitmen untuk terus memperbaiki dan beradaptasi terhadap perubahan.

Forum IIA merupakan langkah strategis Perusahaan untuk memperkuat kolaborasi, serta replikasi praktik terbaik yang terbukti memberikan nilai tambah dan mendukung keberlanjutan operasional Perusahaan melalui efisiensi biaya, peningkatan produktivitas, dan pengurangan emisi yang berdampak positif terhadap lingkungan. Inisiatif ini dikenal sebagai continuous improvement program, atau CIP.

“Kami percaya bahwa dengan semangat ‘ingin tumbuh’ dan ‘ingin hadir’, seluruh Perwira Pertamina dapat terus menghadirkan solusi dan inovasi yang berdampak positif bagi Perusahaan, masyarakat, dan bangsa,” ujarnya, Selasa (4/11/2025).

 

Inovasi Terus Berkembang

Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) dari Regional Jawa Subholding Upstream pertamina akan mengaktifkan kembali platform LES. Hal utu untuk mengoptimalkan potensi cadangan migas domestik.

Lebih lanjut Rachmat menyampaikan bahwa ia meyakini bahwa dengan inovasi yang terus berkembang, semangat ini dapat terus dijaga bersama.

Continuous Improvement Program (CIP) merupakan inisiatif strategis Pertamina EP untuk memastikan keberlanjutan dan daya saing Perusahaan di sektor hulu migas nasional.

Dengan menggunakan metode DELTA (Delapan Langkah Tujuh Alat), setiap pimpinan fungsi bersama tim fokus untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan permasalahan dan tantangan, baik di tingkat internal tim maupun lintas fungsi, guna mendorong inovasi yang terukur dan berkelanjutan.

 

 

 

 

Kilang Pertamina Operasikan 4 Tangki Baru di Kilang Balongan

Suasana kilang minyak Pertamina Refenery Unit IV Cilacap, Rabu (7/2). Produk utama yang dihasilkan kilang Cilacap berupa produk BBM atau gasoline, naphtha, kerosine, avutur, solar LSWR, minyak bakar, LPG, pelumas dasar. (Liputan6.com/JohanTallo)

Sebelumnya, Kilang Pertamina Internasional (KPI) menyelesaikan pembangunan 4 unit tangki baru di Kilang Balongan. Keempat tangki tersebut masing-masing memiliki kapasitas 29 ribu m3.

Dengan selesainya 4 tangki baru di Kilang Balongan akan meningkatkan fleksibilitas Kilang Balongan dalam hal manajemen inventori produk BBM. Hingga saat ini, Kilang Balongan mengoperasikan lebih dari 70 tangki bahan baku dan produk.

"Selain proses pengolahan minyak mentah menjadi produk BBM dan Non BBM, hal lain yang juga tak kalah pentingnya dalam operasional kilang adalah manajemen inventori, baik terkait bahan bakunya, juga produk yang dihasilkan," kata Pjs. Corporate Secretary KPI, Milla Suciyani di Jakarta, Senin (29/9/2025).

Kilang Balongan sendiri memiliki fungsi strategis untuk memenuhi kebutuhan BBM di wilayah Jakarta, Banten dan sebagian Jawa Barat. Proses distribusi dari Kilang Balongan selain dilakukan melalui jalur pipa, distribusi juga dilakukan melalui kapal.

"Kilang Balongan merupakan kilang paling kompleks yang dikelola Pertamina saat ini. Kompleksitas kilang ditandai dengan indikator Nelson Complexity Index atau NCI di angka 11,9. NCI menggambarkan kompleksitas kilang. Semakin tinggi nilai NCI, maka kilang tersebut menghasilkan lebih banyak produk berkualitas tinggi dan proses produksi lebih efisien," jelas Milla.

Sejak 2023

PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) akan memproduksi produk petrokimia, melalui proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan. Photo dok. PT Kilang Pertamina Internasional.

KPI jelas Milla, merupakan salah satu wujud kiprah Pertamina memberi energi untuk Indonesia. KPI memiliki peran menghasilkan produk BBM dan Non BBM sesuai dengan yang ditargetkan. Untuk itu KPI terus memastikan keandalan kilangnya.

Proyek tangki tersebut dimulai pada Agustus 2023 dan pertengahan tahun 2025 ini telah diselesaikan. Saat ini, tangki tersebut juga telah digunakan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya