Cerita Sahroni Lolos dari Penjarahan di Rumahnya, Seperti di Film

Setelah kejadian penjarahan rumahnya beberapa waktu lalu, Politikus Partai NasDem Ahmad Sahroni kembali muncul dihadapan publik.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 04 November 2025, 06:00 WIB
Ahmad Sahroni cerita penjarahan. (istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Rasanya masih belum hilang dari ingatan kita rumah Politikus Partai NasDem Ahmad Sahroni menjadi korban penjarahan warga.

Aksi itu terjadi di rumah Sahroni di Jalan Swasembada, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Sabtu sore 30 Agustus 2025 lalu.

Kala itu, ratusan massa berkumpul sejak sore hari sekitar pukul 15.00 WIB dan melakukan pelemparan batu ke arah rumah bertingkat milik Sahroni. Kini, sang politikus pun kembali muncul dihadapan publik.

Kali ini, Sahroni muncul di tengah warga perumahannya di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dia pun menceritakan pengalamannya terjebak dalam rumah yang dijarah massa. Seperti apa kisahnya?

Sahroni mengaku sempat bertemu pemuka agama di rumahnya. Ketika massa mulai berkumpul, Sahroni menyebut Bapak Imam, Ibu Dini dan pembantunya mengungsi ke rumah tetangga sebelah.

"Satu jam pertama sebelum kejadian, sekitar pukul 12.00–15.00, saya sempat bertemu dengan perwakilan dari tokoh agama. Terima kasih kepada Pak Haji Rusdi dan istrinya yang telah menerima Pak Imam, istri, dan pembantu saya di rumah sebelah. Hari itu, saya dalam keadaan tidak percaya kepada siapa pun," cerita Sahroni dalam video yang beredar, Senin 3 November 2025.

Saat massa menjarah rumahnya, Sahroni mengaku tak bisa melarikan diri ke mana-mana. Dia menceritakan peristiwa mencekam itu bak drama film. Dia bersembunyi dari amukan massa, sampai menghancurkan plafon rumahnya.

"Akhirnya plafon itu saya hancurkan sekalian, tapi pintu kamar mandi saya buka. Kalau Bapak Ibu tahu, rasanya seperti main film, dramanya luar biasa," ucap Sahroni.

 

Atap Rumah Jebol

Ahmad Sahroni cerita penjarahan. (istimewa)

Namun sial, atap atau plafon rumah jebol. Sahroni terjatuh ke kamar mandi. Selanjutnya, ia menceritakan ada beberapa orang yang melihatnya menghampirinya ke kamar mandi. Namun, mereka tidak mengenali. Alasan sahroni, saat itu wajahnya penuh debu.

"Sebelumnya, saya sempat bersembunyi di atas plafon, tapi plafonnya tidak kuat dan saya jatuh. Ada tiga orang melihat saya, dan bertanya. Waktu itu, wajah saya sudah saya beri debu," cerita Sahroni.

Kemudian, dia mengaku sempat memanjat genteng rumahnya dan mencoba kabur ke rumah tetangga.

"Saya mau lewat tangga di sana, ternyata itu rumah Pak Haji. Kebetulan malam itu, saat saya menginjak gentengnya, bunyi. Jadi saya urungkan niat, lalu kembali ke rumah Pak Haji Dhani. Di rumah Pak Haji Dhani itu ada tangga menuju ke bawah, kebetulan orangnya belum ada," ucap Sahroni.

Sahroni pun menyesali perbuatan massa yang menjarah rumahnya. Harta benda yang berada di dalam rumahnya, mulai dari mobil, barang elektronik, sampai dengan patung Iron Man yang habis digondol.

"Dianggap rumah ini adalah duit rakyat dari hasil pajak. Saya yakin tuh orang-orang yang teriak itu boro-boro bayar pajak. Pasti nunggu sembako juga, sayang bapak ibu, konteks politik di dalam ruang publik ini di frame orang yang nggak ngerti kondisinya," kata Sahroni.

 

Klaim Tidak Korupsi

Ahmad Sahroni cerita penjarahan. (istimewa)

Sahroni nenyinggung hilangnya foto keluarganya. Dia pun heran mengapa foto yang bersifat pribadi tersebut ikut diambil penjarah.

"Kebayang bapak ibu, foto keluarga pun dicuri, pertanyaannya buat apa coba, oke lah barang lain ambil silakan, buat apa foto keluarga diambil, buat apa gitu. Buat kenangan? Iya," herannya.

Ada yang membuat Sahroni tambah heran. Barang bersifat pribadi ikut diambil penjarah.

"Bapak Ibu, bayangkan saja kolor saya saja diambil, bisa kebayang? Kolor diambil, sikat gigi juga diambil," tutur Sahroni yang disambut gelak tawa warga.

Sahroni menilai, tindakan penjarahan terhadap harta benda di dalam rumahnya karena sikap benci massa terhadapnya. Namun dia menegaskan, barang-barang miliknya tidak didapatkan dengan cara yang korup.

"Semua orang membenci saya, semua orang mencari saya. Bapak ibu, saya alhamdulillah tidak korupsi," tegas Sahroni.

Sahroni pun turut menyayangkan coretan kata-kata kotor di tembok rumahnya. Dia menegaskan hal itu sangat tidak bertanggungjawab.

"Ini kalau enggak ditutup sama terpal omongannya ya Allah ya Tuhan," tutup Sahroni.

Infografis Serba-serbi Rumah Ramah Lingkungan. (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya