Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melompat signifikan pada perdagangan saham Senin, (3/11/2025). Namun, di tengah kenaikan IHSG hari ini, transaksi harian saham di bawah Rp 20 triliun.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melonjak 1,36% ke posisi 8.275,08. Indeks LQ45 bertambah 1,5% ke posisi 843,98. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.
Advertisement
Pada perdagangan awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.282,16 dan level terendah 8.201,36. Sebanyak 353 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. 291 saham melemah dan 169 saham diam di tempat.
Mengutip Antara, dalam kajian tim riset PT Phintraco Sekuritas menyebutkan, optimisme akan membaiknya perekonomian domestik dan mengantisipasi kinerja pasar modal yang cenderung membaik pada akhir tahun, mendorong penguatan IHSG.
Dari dalam negeri, inflasi Indonesia periode Oktober 2025 tercatat sebesar 0,28 persen month to month (mtm) atau 2,86 persen year on year (yoy), meningkat dari sebesar 0,21 persen (mtm) dan 2,65 persen (yoy) pada September 2025.
“Indeks PMI Manufaktur Indonesia meningkat ke level 51,2 pada Oktober 2025, dari sebelumnya di level 50,4 pada September 2025, yang merupakan kenaikan selama tiga bulan berturut-turut,” demikian seperti dikutip.
Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus USD 4,34 miliar pada September 2025, atau menurun dari surplus USD 5,49 miliar pada Agustus 2025.
Total frekuensi perdagangan 2.103.179 kali dengan volume perdagangan 23,4 miliar saham, Nilai transaksi harian saham Rp 15,9 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.661.
Mayoritas sektor saham menghijau. Sektor saham transportasi menguat 1,93% dan sektor saham consumer siklikal mendaki 2,18% dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham energi mengaut 1,36%, sektor saham basic menanjak 1,23%,dan sektor saham industri naik 0,19%.
Kemudian sektor saham kesehatan menanjak 0,08%, sektor saham keuangan bertambah 0,41%, sektor saham infrastruktur mendaki 1,76%.
Sedangkan sektor saham properti merosot 2,83%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham consumer nonsiklikal susut 0,80% dan sektor saham teknologi terpangkas 0,13%.
Saham ERAA hingga INCO
Pada awal pekan ini, harga saham ERAA turun 0,94% ke posisi Rp 420 per saham. Harga saham ERAA dibuka naik empat poin ke posisi Rp 428 per saham. Harga saham ERAA berada di level tertinggi Rp 428 dan terendah Rp 420 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.240 kali dengan volume perdagangan 237.011 saham. Nilai transaksi Rp 10 miliar.
Harga saham NISP naik 1,09% ke posisi Rp 1.390 per saham. Saham NISP dibuka stagnan di posisi Rp 1.375 per saham. Saham NISP berada di level tertinggi Rp 1.400 dan terendah Rp 1.375 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.265 kali dengan volume perdagangan 56.909 saham. Nilai transaksi Rp 7,9 miliar.
Harga saham SMBR ditutup melonjak 2,84% ke posisi Rp 290 per saham. Saham SMBR dibuka bertambah empat poin ke posisi Rp 286 per saham. Harga saham SMBR berada di level tertinggi Rp 290 dan terendah Rp 282 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.435 kali dengan volume perdagangan 184.858 saham. Nilai transaksi Rp 5,3 miliar.
Sementara itu, harga saham INCO merosot 4,21% ke posisi Rp 4.550 per saham. Harga saham INCO dibuka naik 50 poin ke posisi Rp 4.800 per saham. Harga saham INCO berada di level tertinggi Rp 4.800 dan terendah Rp 4.530 per saham. Total frekuensi perdagangan 5.606 kali dengan volume perdagangan 105.461 saham. Nilai transaksi Rp 48,8 miliar.
Top Gainers-Losers
Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:
- Saham KICI melonjak 34,72%
- Saham UVCR melonjak 33,78%
- Saham ATIC melonjak 25%
- Saham RANC melonjak 25%
- Saham FPNI melonjak 24,27%
Saham-saham yang masuk top losers antara lain:
- Saham RISE merosot 14,97%
- Saham DWGL merosot 14,72%
- Saham SMIL merosto 14,40%
- Saham LINK merosot 11,73%
- Saham ITMA merosot 10,74%
Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:
- Saham BRMS tercatat 67.827
- Saham BRPT tercatat 50.143 kali
- Saham BBRI tercatat 37.529 kali
- Saham KIOS tercatat 36.558 kali
- Saham BUVA tercatat 36.400 kali
Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:
- Saham BBCA senilai Rp 989,8 miliar
- Saham BRMS tercatat Rp 749,9 miliar
- Saham BRPT tercatat Rp 722,3 miliar
- Saham BBRI tercatat Rp 660,7 miliar
- Saham BMRI tercatat Rp 614,7 miliar
Bursa Saham Asia Pasifik
Bursa saham Asia Pasifik menguat pada perdagangan Senin, 3 November 2025. Investor di Asia sedang memantau data aktivitas manufaktur China setelah RatingDog merilis indeks manajer pembelian untuk Oktober.
Aktivitas manufaktur China melambat menjadi 50,6, meleset dari harapan ekonom yang disurvei Reuters di posisi 50,9, dan lebih rendah dari posisi 51,2 pada September.
Angka PMI resmi yang dirilis Jumat oleh Biro Statistik Nasional menunjukkan aktivitas manufaktur China pada Oktober menyusut ke level terendah dalam enam bulan di psosi 49.
Mengutip CNBC, indeks Hang Seng menguat 0,97% dan ditutup ke posisi 26.158,36, mengakhiri koreksi dalam tiga hari berturut-turut. Sementara itu, indeks CSI 300 China berbalik arah dan naik 0,27% ke posisi 4.653,4.
Indeks Kospi di Korea Selatan naik 2,78% dan ditutup ke posisi 4.221,87, dan mencatat kenaikan terbesar dalam satu hari. Indeks Kosdaq menanjak 1,57% dan berakhir ke posisi 914,55.
Indeks Nifty 50 India menguat 0,14%. Indeks ASX 200 di Australia menguat 0,15% ke posisi 8.894,8. Sedangkan bursa saham Jepang libur.