26 Provinsi Alami Inflasi pada Oktober 2025, Ini Daftarnya

Sebanyak 26 provinsi mengalami inflasi dan 12 provinsi lainnya mengalami deflasi.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 03 November 2025, 13:00 WIB
Pedagang melayani pembeli di pasar, Jakarta, Jumat (6/10). Dari data BPS inflasi pada September 2017 sebesar 0,13 persen. Angka tersebut mengalami kenaikan signifikan karena sebelumnya di Agustus 2017 deflasi 0,07 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 26 provinsi mengalami inflasi dan 12 provinsi lainnya mengalami deflasi. Secara tahunan pada Oktober 2025 tercatat inflasi sebesar 2,86 persen, secara bulanan 0,28 persen.

"Secara bulanan terdapat 26 provinsi mengalami inflasi dan 12 provinsi mengalami deflasi," kata Deputi Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini dalam konferensi pers BPS, Senin (3/11/2025).

Inflasi tertinggi terjadi di Banten sebesar 0,57 persen, dan deflasi terdalam terjadi di Papua Pegunungan yaitu sebesar 0,92 persen. Untuk rinciannya, yang mengalami inflasi diantaraya Kalimantan Tengah sebesar 0,52 persen, Kepulauan Bangka Belitung sebesar 0,49 persen.

Kemudian, Jawa Barat juga mengalami inflasi sebesar 0,45 persen, DI Yogyakarta mengalami inflasi sebesar 0,42 persen, Sumatera Barat inflasinya 0,40 persen, Jawa Tengah juga inflasinya 0,40 persen.

Sementara, Kepulauan Riau inflasinya sebesar 0,36 persen, Kalimantan Selatan juga 0,36 persen inflasinya. Lanjut, Nusa Tenggara Barat inflasinya 0,35 persen, Papua Tengah inflasinya 0,32 perse, DKI Jakarta inflasinya 0,31 persen.

 

Provinsi Inflasi lainnya dan Deflasi

Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat, tingkat inflasi bulanan di Ibu Kota pada Juni 2025 mencapai 0,13 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Lalu, daerah Jawa Timur inflasinya sebesar 0,30 persen, Maluku Utara inflasinya 0,29 persen, Lampung inflasinya 0,23 persen, Bengkulu 0,18 persen, Kalimantan Barat 0,17 persen, Bali inflasinya 0,16 persen, Sumatera Selatan 0,13 persen.

Selanjutnya, Aceh mengalami inflasi sebesar 0,12 persen, Sulawesi Utara inflasinya 0,12 persen, Sulawesi Selatan 0,10 persen, Kalimantan Utara 0,08 persen, Sulawesi Tengah 0,05 persen, Papua Selatan inflasinya 0,02 persen, dan Kalimantan Timur inflasinya 0,01 persen.

Provinsi yang megalami deflasi diantaranya Jambi sebesar 0,03 persen, Nusa Tenggara Timur 0,04 persen, Maluku 0,05 persen, Riau 0,06 persen, Papua Barat Daya 0,08 persen, Gorontalo 0,14 persen, Sulawesi Barat 0,18 persen, Papua Barat 0,19 persene, Sumatera Utara 0,20 persen, Papua 0,24 persen, Sulawesi Tenggara 0,58 persen.

 

 

Inflasi Oktober 2025

Pedagang tengah menata dagangannya di salah satu pasar di Jakarta, Selasa (3/5). Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan harga bahan kebutuhan pokok relatif terkendali seperti beras dan daging ayam. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Oktober 2025 mengalami inflasi sebesar 0,28 persen atau terjadi kenaikan indeks harga konsumen dari 108,74 pada September 2025 menjadi 109,04 pada September 2025.

"Pada Oktober 2025 terjadi inflasi sebesar 0,28 persen secara bulanan atau terjadi kenaikan indeks harga konsumen dari 108,74 pada September 2025 menjadi 109,04 pada September 2025," ujarnya.

Secara tahunan terjadi inflasi sebesar 2,86 persen, sedangkan secara tahun kalender terjadi inflasi sebesar 2,10 persen. Pudji menjelaskan, kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan inflasi sebesar 3,05 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,21 persen.

"Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya ini adalah emas perhiasan yang memberikan andil inflasi sebesar 0,21 persen," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya