Impor Indonesia September 2025 Naik, Tembus Segini

Nilai impor 2025 Indonesia naik, sentuh segini.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 03 November 2025, 11:57 WIB
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (25/5). Kenaikan impor dari 14,46 miliar dolar AS pada Maret 2018 menjadi 16,09 miliar dolar AS (month-to-month). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada September 2025 nilai impor mencapai USD 20,34 miliar atau naik 7,17 persen dibandingkan kondisi September 2024.

"Nilai impor migas sebesar USD 2,64 miliar atau naik 4,29 persen secara tahunan. Sementara itu, nilai impor nonmigas adalah sebesar USD 17,70 miliar dan mengalami peningkatan secara tahunan sebesar 7,62 persen," kata Deputi Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini dalam konferensi pers BPS, Senin (3/11/2025).

Pudji menjelaskan, peningkatan nilai impor secara tahunan ini didorong oleh peningkatan impor nonmigas dengan andil sebesar 6,60 persen.

Selanjutnya adalah impor menurut penggunaan, pada September 2025 terjadi peningkatan impor untuk seluruh golongan penggunaan secara tahunan secara tahunan nilai impor barang konsumsi naik sebesar 4,06 persen, dan nilai impor bahan baku atau penolong naik sebesar 2,10 persen.

Kemudian nilai impor barang modal sebagai pendorong utama peningkatan impor naik sebesar 28,02 persen dan dengan andil peningkatan sebesar 5,28 persen.

 

Perkembangan Impor Januari-September 2025

Aktivitas bongkar muat peti kemas di JICT Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (18/10). Penurunan impor yang lebih dalam dibandingkan ekspor menyebabkan surplus neraca dagang pada September 2016 mencapai US$ 1,22 miliar. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sepanjang Januari hingga September 2025 total nilai impor mencapai USD 176,32 miliar atau naik 2,62 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu nilai ekspor migas tercatat senilai USD 23,75 miliar atau turun 11,21 persen.

Sementara nilai impor nonmigas tercatat senilai USD 152,58 miliar atau naik 5,17 persen.

Kemudian jika dilihat menurut penggunaannya secara kumulatif peningkatan nilai impor terjadi pada barang modal sebagai penyumbang utama peningkatan impor nilai impor barang modal mencapai USD 35,90 miliar atau naik 19,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan memberikan andil peningkatan sebesar 3,36 persen.

"Impor barang modal yang cukup besar yaitu mesin atau perlengkapan elektrik dan bagiannya HS 85 kemudian mesin atau peralatan mekanis dan bagiannya atau HS 84 serta kendaraan dan bagiannya atau HS 87," ujarnya.

 

 

Perkembangan Impor Bahan Baku Penolong

Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (29/10/2021). Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan neraca perdagangan Indonesia pada September 2021 mengalami surplus US$ 4,37 miliar karena ekspor lebih besar dari nilai impornya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sedangkan impor bahan baku penolong turun 0,74 persen menjadi USD 124,40 miliar begitu pula dengan impor barang konsumsi yang mengalami penurunan sebesar 2,06 persen USD 16,02 miliar.

"Jika dilihat menurut negara dan kawasan tujuan asal impor peningkatan nilai impor terjadi dengan Tiongkok Jepang dan Amerika Serikat sementara itu impor dari negara ASEAN uni Eropa mengalami penurunan," ujarnya.

Tercatat nilai impor non migas dengan Tiongkok sepanjang Januari hingga September 2025 tercatat USD 62,07 miliar, dengan Jepang USD 11,01 miliar, dan Amerika Serirkat USD 7,33 miliar.

 

 

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya