Liputan6.com, Jakarta - PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) membukukan lonjakan penjualan dan laba hingga September 2025. Kinerja keuangan positif itu didukung harga emas dan produksi emas perseroan.
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) meraup penjualan USD 183,57 juta sepanjang Januari-September 2025. Penjualan tersebut tumbuh 69,22% dari periode sama tahun sebelumnya USD 108,47 juta.
Advertisement
Kenaikan penjualan itu mendorong laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 142,16% menjadi USD 37,90 juta hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya USD 15,65 juta. Demikian mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Senin (3/11/2025).
Sementara itu, laba bersih periode berjalan naik 128,90% menjadi USD 37,61 juta hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya USD 16,43 juta.
Direktur dan Chief Financial Officer Bumi Resources Minerals, Charles Gobel menuturkan, peningkatan kinerja keuangan BRMS itu disebabkan dua faktor utama. Pertama, produksi emas perseroan naik 25% dari 45.366 oz hingga September 2024 menjadi 56.552 oz hingga September 2025. Kedua, harga jual emas juga naik 34% dari USD 2.347 hingga September 2024 menjadi USD 3.156 hingga September 2025.
Beban pokok penjualan naik menjadi USD 80,32 juta hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya USD 58,09 juta. Perseroan mencatat laba bruto naik 97,12% menjadi USD 103,25 juta hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya USD 52,38 juta.
Beban usaha bertambah 40,77% menjadi USD 33,53 juta dari periode sama tahun sebelumnya USD 23,82 juta. Laba uasha naik 144,12% menjadi USD 69,71 juta hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya USD 28,55 juta.
Total ekuitas perseroan naik menjadi USD 1,03 miliar hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya USD 994,46 juta. Liabilitas perseroan bertambah menjadi USD 185,40 juta hingga kuartal III 2025 dari Desember 2024 sebesar USD 160,400 juta. Aset perseroan naik menjadi USD 1,21 miliar hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar USD 1,15 miliar. Perseroan kantongi kas dan setara kas sebesar USD 28,05 juta hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar USD 11,80 juta.
Kinerja Operasional di Poboya Palu
Anak usaha BRMS, PT Citra Palu Minerals (CPM) telah memulai operasi pushbacks nya di area penambangan terbuka
River Reef di Poboya, Palu. Pekerjaan pushbacks tersebut telah dimulai pada kuartal II 2025 dan sebelumnya diharapkan dapat selesai kuartal IV 2025. Berdasarkan evaluasi oleh tim operasi CPM di lapangan, periode kegiatan pushback tersebut bisa membutuhkan waktu yang sedikit lebih panjang hingga kuartal I 2026.
Namun demikian, tim operasi CPM berhasil menambang dan memproses bijih dengan kadar emas yang lebih tinggi dari area bagian bawah di lubang tambang pada kuartal III 2025 (dibandingkan dengan rata-rata kadar emas dalam bijih yang ditambang pada kuartal II 2025).
Oleh karenanya, bijih dengan kadar emas yang lebih tinggi tersebut berdampak terhadap kenaikan produksi emas pada kuartal III 2025 (dibandingkan dengan produksi emas pada kuartal II 2025).
Selama periode kegiatan pushbacks tersebut, CPM tidak memiliki pilihan kecuali melakukan penambangan di area tertentu saja yang tidak terdampak oleh operasi pushbacks terkait.
Hal ini dapat menyebabkan kandungan emas dalam bijih yang ditambang dapat berfluktuasi untuk selama periode kegiatan pushbacks tersebut (kuartal IV 2025 – kuartal I 2026).
Kegiatan Penambangan
Kegiatan penambangan oleh CPM diharapkan dapat kembali normal dengan kandungan emas yang lebih tinggi pada Maret- April 2026.
Direktur CPM Damar Kusumanto menuturkan, rata -rata kadar emas dalam bijih yang perseroan proses pada kuartal III 2025 adalah sekitar 1,5 g/t, yang mana sedikit lebih tinggi dari kadar emas yang diproses pada Q2 2025 (1,4 g/t).
Oleh karenanya, produksi emas kuartal III 2025 sedikit meningkat dari produksi emas pada kuartal sebelumnya. Hal ini karena keberhasilan perseroan dalam menambang dan memproses bijih dengan kadar emas yang lebih tinggi dari area bagian bawah di lubang tambang.
"BRMS telah membukukan produksi emas sekitar 64.000 troy oz pada 2024 lalu. Kami mengantisipasi penurunan kadar emas dalam bijih yang diproses pada kuartal IV 2025 dikarenakan operasi pushback yang tengah berlangsung,” ujar dia.
Hal ini dapat berdampak terhadap penurunan produksi pada kuartal IV 2025. Namun demikian, perseroan tetap menargetkan untuk mencapai produksi emas sebesar 68.000 – 71.000 troy oz pada 2025.
Produksi Emas BRMS
Produksi ini menurut perseroan tetap lebih tinggi dari produksi pada tahun lalu. Setelah operasi pushback tersebut selesai, perseroan dapat kembali menambang bijih dengan kandungan emas yang lebih tinggi di area baru yang tersedia pada Maret-April 2026.
“Oleh karenanya, kami optimis produksi emas BRMS di tahun 2026 nanti akan lebih besar dari produksi pada 2025 ini,” kata dia.
“Hal ini karena kandungan emas yang lebih tinggi yang di tambang di tahun 2026 setelah operasi pushback selesai, dan peningkatan kapasitas pabrik carbon in leach di Poboya,Palu.”