Danantara Tak Sembarangan Suntik Modal ke BUMN Meski Tanpa PMN

Manajemen Danantara menegaskan akan melakukan review untuk memberikan modal kepada BUMN.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 31 Oktober 2025, 19:15 WIB
Danantara Indonesia (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tak akan lagi mendapat penyertaan modal negara (PMN) setelah hadirnya Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara. Namun, Danantara juga tak akan sembarangan menyuntik modal ke perusahaan pelat merah.

Managing Director Stakeholder Management and Communications Danantara, Rohan Hafas mengatakan, skema suntikan modal otomatis berubah setelah pengalihan kepemilikan BUMN ke Danantara.

"Jadi BUMN, 1.063 itu yang mana punya laba. Labanya dikumpulin dan disetorkan ke Badan Pengelola Investasi Danantara. Jadi tidak lagi ke negara, ke APBN. Jadi pure kaya bisnis perusahaan lah ya, anak perusahaannya menyetor ke induk," ungkap Rohan dalam temu media di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (31/10/2025).

Ketika BUMN membutuhkan dana, mereka bisa meminta ke Danantara. Meski, diakui Rohan kalau ada sejumlah syarat harus dilengkapi. Termasuk melihat pertimbangan risiko dan rencana BUMN tersebut.

"Kalau anak perusahaan perlu lagi, dia minta, tentunya di Danantara ada komite-komite, ada manajemen risikonya. Minta bukan berarti pasti dikasih dan sebagainya, tapi minta itu dibahas dulu visible enggak intinya," tuturnya.

Skema serupa turut berlaku untuk BUMN yang ingin melakukan investasi. Sumber dananya dari dividen yang sudah dikumpulkan Danantara. "Kalau dia perlu, dividennya tadi sudah disetor oleh BUMN, kalau dia perlu berinvestasi, dia minta ke Badan (Danantara). Badan juga akan review, setelah review baru diberikan," jelas Rohan.

 

Potensi Dividen BUMN

CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani. (Liputan6.com/Lizsa Egeham)

Diberitakan sebelumnya,  Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) membidik kenaikan setoran dividen dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Targetnya, BUMN bisa menyumbang Rp 165,8 triliun dalam 5 tahun kedepan.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Perkasa Roeslani membidik target sekitar USD 7-10 miliar atau setara Rp 165,8 triliun (kurs Rp 16.580). Menurutnya, target itu bisa dicapai dengan optimalisasi kinerja perusahaan pelat merah.

"Jika saya melihat pada rencana kita untuk 5 tahun ke depan, mungkin dividen kita sekitar USD 7-10 miliar," ucap Rosan dalam Forbes Global CEO Conference, di St Regis, Jakarta, Selasa (14/10/2025).

Peningkatan Setoran Dividen

Kantor Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Setoran dividen BUMN atas kinerja 2024 mencapai Rp 85,5 triliun. Sedangkan, pada 2025 ini, dividen ditarget mencapai Rp 90 triliun.

Dengan begitu, akan terjadi lompatan hampir dua kali lipat dalam lima tahun ke depan. Rosan memandang, target itu jadi angka yang tidak terlalu ambisius.

"Jadi saya ambil angkanya being pessimistic saja begitu. Karena saya enggak mau juga ngomong angka besar, ternyata enggak deliver the best of me gitu. Jadi saya ambil angka yang konservatif," tuturnya.

Tak Cuma BUMN Besar

Rosan berharap sumbangan dividen tidak sebatas didapat dari BUMN besar seperti PT Pertamina (Persero) hingga anggota Himpunan Bank Negara (Himbara). Namun, perusahaan lainnya juga bisa turut memberikan kontribusi.

Meskipun, kontribusi ini bukan sebatas sumbangan atas keuntungan, tapi juga penciptaan lapangan kerja dan produktivitas.

"Tapi kita juga ingin perusahaan-perusahaan lainnya itu kontribusinya signifikan not only in term of profitability, tapi in term of penciptaan lapangan pekerjaan, in term of efficiency, productivity. Jadi memang PR-nya banyak yang harus kita lakukan," tutur dia.

 

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya