Kemenperin: Cari Upah Murah Jadi Alasan Pabrik Sepatu Hengkang dari Tangerang

Sejumlah pabrik sepatu besar dikabarkan menutup fasilitas produksi di Tangerang. Apa penyebab tutupnya sejumlah pabrik tersebut?

oleh Tira SantiaDiterbitkan 31 Oktober 2025, 10:40 WIB
Pengunjung memilih sepatu yang dijual di pusat perbelanjaan, Jakarta, Selasa (3/7). Asprisindo meyakini pertumbuhan industri alas kaki lebih baik tahun ini yang didorong oleh realisasi beberapa pabrik baru. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah pabrik sepatu besar di Tangerang dikabarkan menutup fasilitas produksinya dan memilih untuk pindah ke daerah lain. Perusahaan-perusahaan tersebut diketahui merupakan produsen untuk merek-merek global seperti Nike dan Adidas.

Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Rizky Aditya Wijaya, menjelaskan bahwa keputusan relokasi ini bukan karena penurunan permintaan atau penutupan bisnis.

Menurutnya, alasan utama perpindahan itu adalah faktor biaya tenaga kerja yang dinilai lebih rendah di wilayah tengah Pulau Jawa.

"Terjadinya PHK di fasilitas produksi, khususnya di wilayah barat Jawa, ini kan alas kaki itu padat karya, komponen terbesar itu tenaga kerja. Jadi, bukan berarti mereka PHK terus mereka setop produksi, nggak. Mereka pindah ke daerah tengah yang upahnya lebih murah, jauh lebih murah," kata Rizky di Kemenperin, Jakarta, ditulis Jumat (31/10/2025).

Berdasarkan informasi yang diterima Kemenperin, pabrik-pabrik tersebut kemungkinan besar akan membuka fasilitas baru di kawasan Cirebon atau di beberapa daerah di Jawa Tengah.

 

Belum Ada Pernyataan Resmi

Pengunjung mencari sepatu di pusat perbelanjaan, Jakarta, Selasa (3/7). Asosiasi Persepatuan Indonesia (Asprisindo) meyakini pertumbuhan industri alas kaki lebih baik tahun ini yang didorong oleh realisasi beberapa pabrik baru. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Meski belum ada pernyataan resmi dari pihak perusahaan, kata Rizky, pihaknya telah melakukan komunikasi awal dengan Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo).

"Nah, untuk yang konteks yang di Tangerang kemarin itu infonya mereka pindah ke Cirebon. (Komunikasi) baru dari asosiasi, dari perusahaannya belum. Nanti coba kita kawal lah," ujarnya.

 

 Kinerja Industri Alas Kaki Masih Positif

Kendati ada perpindahan pabrik, Rizky menyampaikan bahwa kinerja industri alas kaki nasional secara keseluruhan masih menunjukkan tren positif.

Bahkan tahun ini, sektor tersebut mencatatkan pertumbuhan sekitar 8 persen. Artinya, menandakan daya saing industri alas kaki Indonesia tetap terjaga.

"Alas kaki sangat baik, sangat baik kondisinya.Saya lupa pertumbuhannya berapa ya, sekitar 8 persenan deh kalau nggak salah kondisi alas kaki itu ya," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya