The Fed Pangkas Suku Bunga Lagi, tapi Beri Sinyal Ini pada Desember 2025

Bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) kembali pangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada Oktober 2025.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 31 Oktober 2025, 07:27 WIB
Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell berbicara dalam konferensi pers setelah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), Rabu, 17 September 2025, di Gedung Dewan Federal Reserve di Washington. (Foto AP/Jacquelyn Martin)

Liputan6.com, Jakarta - Bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunga acuan 25 basis poin (bps). Dengan demikian menempatkan federal funds rate ke kisaran 3,75%-4,00% pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) akhir Oktober 2025.

Ini merupakan pemangkasan kedua kalinya secara berturut-turut pada 2025, dan membawa suku bunga ke level terendah sejak November 2022.

Adapun The Fed melanjutkan penurunan suku bunga karena kekhawatiran inflasi terus terabaikan dibandingkan kekhawatiran tentang pasar tenaga kerja yang melambat.

Ekonom menyebutkan, penutupan sementara pemerintahan federal AS yang hampir mencapai satu bulan, menunda data resmi dan membuat pejabat bank sentral tidak memiliki gambaran tentang pasar tenaga kerja.

Ekonom memprediksi langkah the Fed memangkas suku bunga akan memicu pemangkasan lebih lanjut, tetapi minimnya data menunjukkan prospek pemangkasan pada masa mendatang tampak tak jelas.

Dalam sebuah pernyataan, bank sentral menegaskan kembali penambahan lapangan kerja telah melambat tahun ini. Tingkat pengangguran, meski masih sangat rendah hingga akhir musim panas, kini telah naik sedikit. Demikian mengutip BBC, Jumat, (31/10/2025).

Dalam konferensi pers, Ketua The Fed Jerome Powell menyebutkan, pasar tenaga kerja kurang dinamis dan agak lebih lemah dibandingkan awal tahun ini, yang sebagian merujuk pada penurunan imigrasi.

Namun, ia mengatakan, pelemahan di pasar tenaga kerja tampaknya tidak semakin cepat.

Akan tetapi, penutupan pemerintah yang sedang berlangsung telah menunda rilis laporan ketenagakerjaan bulanan resmi untuk bulan September, sehingga membatasi wawasan para bankir sentral tentang bagaimana kondisi pasar tenaga kerja sejak pertemuan terakhir mereka.

Sumber-sumber alternatif, termasuk data sektor swasta, menunjukkan tren lesunya perekrutan yang berkelanjutan. Perekonomian AS kehilangan 32.000 lapangan kerja pada bulan September, menurut data dari perusahaan penggajian ADP.

 

Sinyal Kebijakan The Fed pada Desember

Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell berbicara dalam konferensi pers setelah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), Rabu, 17 September 2025, di Gedung Dewan Federal Reserve di Washington. (Foto AP/Jacquelyn Martin)

Wall street telah bertaruh pada pemangkasan suku bunga 25 basis poin (bps) dari bank sentral pada pertemuan terakhir pada Desember 2025.

Namun, taruhan itu merosot setelah Powell menekankan pemangkasan suku bunga Desember tidak boleh dianggap sebagai kesimpulan yang sudah pasti, bahkan jauh dari itu.

“Pergerakan ke depan menjadi lebih kontroversial,” ujar Deputy Chief US Economist of Oxford Economics, Michael Pearce.

“Kami memperkirakan the Fed akan memperlambat laju pemangkasan mulai sekarang,” ia menambahkan.

Ekonom JP Morgan, Michael Feroli menuturkan, banyak hal mungkin masih berubah sebelum pertemuan the Fed berikutnya. “Bank sentral AS kemungkinan akan menerima tiga laporan pekerjaan baru yang dapat mengubah persepsi pasar tenaga kerja secara signifikan baik atau buruk,” kata Michael Feroli.

Pada saat yang sama, jika penutupan pemerintah berlanjut dan terus membatasi ketersediaan data pemerintah, hal itu juga dapat mendorong the Fed untuk berdiam diri pada akhir tahun.

“Apa yang Anda lakukan jika mengemudi dalam kabut? Anda memperlambat laju,” ujar Powell.

Kepada wartawan, ia menuturkan, ada perbedaan pandangan yang sangat besar tentang bagaimana melanjutkan di antara anggota komite the Fed dan keputusan pada akhirnya akan bergantung pada data ekonomi yang masuk.

“Kami akan mengumpulkan setiap data yang dapat kami temukan,” ujar Powell.

 

Mengenal Suku Bunga The Fed dan Perannya

Ilustrasi the Federal Reserve (Brandon Mowinkel/Unsplash)

Suku bunga The Fed, atau yang dikenal sebagai federal funds rate, adalah suku bunga acuan di Amerika Serikat. Ini menjadi patokan bagi bank-bank untuk saling meminjamkan cadangan dana semalam tanpa jaminan. Suku bunga ini merupakan instrumen krusial dalam kebijakan moneter The Fed.

The Fed menggunakan federal funds rate untuk mengendalikan aktivitas ekonomi, mengelola inflasi, dan menjaga stabilitas lapangan kerja di AS. Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) The Fed menetapkan target kisaran untuk suku bunga ini secara berkala, biasanya delapan kali dalam setahun, berdasarkan kondisi ekonomi yang berlaku.

Sebagai "cornerstone of U.S. monetary policy," federal funds rate memiliki pengaruh besar terhadap biaya pinjaman, investasi, dan konsumsi di seluruh negeri. Perubahan pada suku bunga ini dapat memicu reaksi berantai di pasar keuangan global.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya