Menyayat Hati Isi Tulisan Siswi Bunuh Diri di Sukabumi Diduga Korban Bullying

Sebaris kalimat menyayat hati menggambarkan pilunya perasaan seorang siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) berprestasi di Kabupaten Sukabumi berinisial AK (14). Dari surat itu tergambar AK korban bullying di sekolah. Kepala Sekolah membantah adanya bullying di sekolah AK.

oleh Fira SyahrinDiterbitkan 31 Oktober 2025, 07:01 WIB
Surat yang diduga ditulis siswi di Sukabumi sebelum meninggal

Liputan6.com, Jakarta “Sebenarnya Eneng pengen pindah sekolah, tapi mamah dan bapak enggak punya uang. Eneng jadi tidak mau sekolah, karena suasana kelas yang seakan nyuruh eneng untuk pergi.”

Sebaris kalimat yang menyayat hati itu menggambarkan pilunya perasaan seorang siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) berprestasi di Kabupaten Sukabumi berinisial AK (14). Kalimat yang tertuang dalam sepucuk surat yang ditemukan di kamarnya. Surat itu ditemukan bersamaan dengan AK yang meninggal bunuh diri di rumahnya, Selasa (28/10/2025) malam. 

Surat berbahasa Sunda itu ditulis di secarik kertas putih. Dalam surat itu, AK menyebut dirinya Eneng. Dia memohon maaf kepada ayah, ibu dan keluarganya. Dalam surat itu, AK juga mencurahkan kehgundahan hati yang dialami akibat perundungan atau bullying di sekolahnya. 

Berikut isi surat yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. 

Ma, kalau misalnya Eneng punya salah sama Mama maaf ya. Eneng tidak bermaksud menyakiti hati Mama. Waktu itu Eneng lagi emosi, lagi marah. Pak, maaf juga kalau Eneng ada salah sama Bapak. Maaf teh (nama kakak perempuan) Eneng minta maaf kalau selama ini suka tidak sopan, sering marah-marah. Itu semua Eneng lakukan waktu sedang emosi, maaf ya. 

Teruntuk guru di sekolah, A (korban AK/Eneng) minta maaf kalau punya salah sama Ibu-bapak semuanya. Untuk teman-teman sekelas, A cuma bisa memaafkan buat yang tidak suka nyindir-nyindir A, kayak (menyebutkan empat nama teman). Yang selebihnya, kalau mau dimaafkan, datang saja ke rumah langsung bicara sama mamah A.

A bukan tidak mau memaafkan kalian atau A bukan dendam, tapi A sudah berusaha memaafkan kalian-kalian yang sering bikin hati A sakit, entah lewat perkataan, perilaku, tapi tidak perkataan mah sering oleh A didapatkan dari si (nama seseorang), tidak tahu salah A apa, tapi A merasa (nama seseorang) suka menyindir ke A, kayak kejadian yang (nama seseorang) bilang, “Paeh we, paeh lah” (“mati aja, mati lah”), itu bikin A benar-benar sakit hati. 

(nama seseorang), kamu tahu enggak sih waktu kemarin kamu ngadu domba aku, dari situ aku di bikin hancur sehancur-hancurnya. Padahal aku sudah anggap kamu kayak kakak sendiri.

Ini Eneng enggak ngarang atau apa-apa, Eneng cuma pengen nyampein pendapat hati eneng yang sudah banyak terluka. Bukan baper bukan apa, tapi Eneng sudah dibuat sakit ku perkataan teman-teman di kelas. Oleh perkataannya, sikap, Eneng sudah capek, Eneng cuma pengen ketenangan. Sebenarnya Eneng pengen pindah sekolah, tapi mamah dan bapak enggak punya uang. Eneng jadi tidak mau sekolah, karena suasana kelas yang seakan nyuruh eneng untuk pergi. 

Eneng sayang Mamah, Bapak. I love you 

Sebenernya masih banyak cerita teh, tapi segini aja we babay

Kronologi AK Meninggal

Menurut Sekretaris Desa Bojong, Dede Nuryadin, peristiwa duka meninggalnya AK pertama kali diketahui oleh nenek korban sekira pukul 23.00 WIB.

"Kronologisnya sekitar jam 23.00-an, neneknya keluar mau ke air. Neneknya kurang jelas pas keluar di jalan terhalangi sesuatu yang menggantung. Setelah berteriak minta tolong, ternyata diketahui itu AK (korban)," jelas Dede Nuryadin, Rabu (29/10/2025).

Pihaknya berkoordinasi dengan aparat berwajib, dan puskesmas untuk memeriksa kondisi korban.

"Malam itu juga, sekitar jam 00.00 WIB, kami langsung kontak petugas. Alhamdulillah pada datang Kapolsek, Danramil, puskesmas datang semua termasuk satpol PP," tambahnya.

Siswi Aktif dan Berprestasi

Kepala Sekolah Wawan Setiawan mengungkapkan duka mendalam atas kepergian AK. Ia menegaskan bahwa korban merupakan salah satu siswi berprestasi.

"Ananda almarhumah adalah siswa kami yang berprestasi, punya talenta, dan sangat aktif di madrasah ini. Beliau aktif di Pramuka hingga meraih Pramuka Garuda dari Bupati. Hari Senin kemarin bahkan beliau menjadi petugas pengibar bendera," ujar Wawan.

Menurut Wawan, keaktifan dan kondisi psikologis korban di sekolah tampak baik. Korban sempat meminta izin pulang lebih awal pada hari tersebut karena sakit perut, bahkan diantar oleh temannya.

"Secara kasat mata, kami juga tidak percaya dengan kejadian ini," tambahnya.

Kepala Sekolah Bantah Bullying

Wawan Setiawan menegaskan bahwa lingkungan sekolahnya di Cikembar adalah Sekolah Ramah Anak yang menolak segala bentuk kekerasan.

"Bullying di sini itu haram hukumnya. Tidak boleh ada kekerasan verbal maupun fisik. Kami tentu menjadi pelajaran di internal kami," tegasnya.

Wawan menjelaskan, dari sisi proses di sekolah, sejauh ini tidak ditemukan adanya perundungan (bullying) yang parah. Namun, pihak sekolah membenarkan adanya sedikit perselisihan antara almarhumah, yang disebut sebagai siswi kelas VIII, dengan seorang kakak kelas (kelas IX).

"Dari sisi surat wasiat ada sedikit perselisihan antara siswa dengan siswa. Itu akhirnya sudah diselesaikan oleh guru BK," jelas Wawan Setiawan.

Pihak sekolah mengklaim perselisihan tersebut telah ditindaklanjuti dan diselesaikan melalui Guru BK/BP pada awal Oktober, setelah sebelumnya orang tua korban sempat datang ke sekolah.

"Kami ini dianggap normal-normal saja. Bukan keluhan bully, tapi pindah sekolah. Sampai kemarin dia bisa sekolah," tutupnya.

 

KONTAK BANTUAN

Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.

Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.tldigital.sahabatku

Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.

Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.go.id.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya