Liputan6.com, Jakarta Luciano Spalletti dikabarkan tinggal selangkah lagi menjadi pelatih baru Juventus. Keputusan ini datang hanya beberapa hari setelah klub memecat Igor Tudor pada awal pekan. Saat ini, posisi pelatih sementara diisi oleh Massimo Brambilla dari tim NextGen yang memimpin kemenangan 3-1 atas Udinese.
Kesepakatan antara Spalletti dan Juventus diyakini sudah tercapai, dan pengumuman resmi diyakini hanya menunggu waktu. Kehadiran mantan pelatih Timnas Italia itu di Turin diharapkan membawa arah baru bagi klub yang tengah berupaya menemukan kembali identitasnya.
Advertisement
Tiga mantan bintang Serie A — Luca Marchegiani, Beppe Bergomi, dan Paolo Di Canio — kini menjadi pundit di Sky Sport Italia, memberikan pandangan mereka soal apa yang akan dibawa Spalletti ke Allianz Stadium. Dari penguatan serangan hingga struktur permainan, ketiganya sepakat bahwa Juventus butuh pelatih yang mampu mengembalikan kejelasan taktik dan karakter permainan.
Spalletti Bisa Beri Identitas dan Struktur yang Jelas
Menurut Marchegiani, Spalletti bukan sekadar pelatih, tetapi pembangun sistem. “Yang pasti, dia akan memperbaiki efisiensi serangan. Saya percaya apa yang akan dilakukan Spalletti adalah memberikan identitas yang jelas kepada Juve,” ujarnya. “Dia selalu melakukannya, dan saya pikir Spalletti dipilih untuk alasan itu juga. Itulah yang saya harapkan, tapi juga agar dia bisa memberi nilai lebih kepada beberapa pemain.”
Pandangan itu diamini oleh Paolo Di Canio, mantan pemain Juventus yang kini juga analis. Ia menilai Spalletti akan menerapkan formasi 4-3-3 yang menjadi ciri khasnya. “Di depan, ada Yildiz dan Openda di kiri, Conceicao dan Zhegrova di kanan, Vlahovic dan David sebagai penyerang tengah. Di lini tengah, ada Locatelli, Koopmeiners, Thuram, McKennie, dan Miretti. Mereka punya bek sayap yang bisa menyerang atau bertahan, serta banyak bek tengah,” jelas Di Canio.
Bagi Di Canio, hal terpenting yang harus dilakukan Spalletti adalah mengakhiri kebingungan taktik yang selama ini terlihat di lapangan. “Dalam situasi ini, Yildiz tampak belum matang karena ia mencoba melakukan banyak hal hingga kebingungan. Anda tidak boleh menyia-nyiakan talenta seperti itu. Anda harus memberinya kepastian, dan itu dilakukan dengan 4-3-3,” tambahnya.