3 Calon Emiten Raksasa Antre IPO, dari Bank hingga Tambang

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan ada tiga lighthouse IPO pada akhir 2025.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 29 Oktober 2025, 15:19 WIB
Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah memproses 13 perusahaan yang antre di pipeline untuk melakukan penawaran saham perdana, alias Initial Public Offering (IPO). 

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman mengatakan, dari ke-13 calon emiten baru tersebut, tiga di antaranya merupakan perusahaan raksasa yang bakal melakukan lighthouse IPO. 

Ketiga perusahaan tersebut bakal menyusul 5 pendatang baru lain yang telah melakukan lighthouse IPO pada 2025.

"Di tahun ini setelah mencapai 5 tadi yang sudah tercatat, ada 3 sebetulnya lighthouse IPO yang ada di pipeline kita dan sedang dalam proses," ujar Nyoman dalam sesi konferensi pers virtual RUPSLB BEI 2025, Rabu (29/10/2025).

Lighthouse IPO sendiri merupakan penawaran umum perdana saham perusahaan dengan nilai aset di atas Rp 3 triliun, dan free float minimal 15 persen atau setidaknya bernilai Rp 700 miliar.

Nyoman membocorkan, tiga lighthouse IPO susulan bakal dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang datang dari lintas sektor. Mulai dari perbankan, infrastruktur, hingga pertambangan.  

"Yang satu dari banking sektor, kemudian yang satu lagi infrastructure, dan satu lagi dari mining. Jadi ini kita harapkan nanti akan dapat tercatat di tahun 2025 ini," kata Nyoman.

Pangkas Target IPO pada 2025

Adapun Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menurunkan target jumlah pencatatan saham perdana, alias Initial Public Offering (IPO) dari 66 perusahan menjadi 45 perusahan. Sementara untuk 2026, Bursa memproyeksikan sebanyak 50 perusahan IPO.

Direktur Utama BEI Iman Rachman pada kesempatan sama membeberkan, hingga 24 Oktober 2025 total ada sebanyak 955 perusahaan tercatat. Sebanyak 23 di antaranya melakukan IPO tahun ini, dan 13 masuk dalam antrean (pipeline). 

"Dengan target tahun ini kita 45 (IPO), tahun depan kita targetnya 50 IPO saham. Tahun depan tentu saja kita optimis bisa mencapai di 50," ungkap Iman.

 

Sasar 6 Lighthouse IPO di Tahun Ini

Pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (8/4/2025), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 7,9% ke level 5.996,14. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Dari jumlah IPO tahun ini, Iman menyebut 5 di antaranya merupakan emiten raksasa. Yang melakukan lighthouse IPO, dengan nilai aset di atas Rp 3 triliun dan free float minimal 15 persen atau setidaknya bernilai Rp 700 miliar.

Ia pun pede jumlah lighthouse IPO hingga akhir 2025 bisa bertambah menjadi 6 perusahaan. Angka itu lantas dipatok menjadi target di tahun berikutnya.  

"Jadi tahun ini kita targetkan 6 lighthouse. Jadi dari 50 yang itu ada 6 lighthouse IPO. Jadi tadi kita tidak bicara hanya jumlah, tapi juga kita bicara atas kualitas IPO-nya," tutur dia.

 

BEI Target Rata-Rata Nilai Transaksi Harian Rp 14,5 Triliun pada 2026

Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2026 target meraup rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) sebesar Rp 14,5 triliun dalam 239 hari pada 2026.

Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan, RNTH saat ini sebenarnya sudah mencapai Rp 16,46 triliun. Naik 28 persen dari data per Desember 2024 lalu sebesar Rp 12,85 triliun. 

Hanya saja, BEI masih melihat rata-rata nilai transaksi harian dalam 3 bulan terakhir. Sehingga RNTH untuk tahun depan dipatok di angka konservatif Rp 14,5 triliun, naik dari target tahun sebelumnya di Rp 13,25 triliun.   

"Asumsi utama yang kita lakukan untuk tahun 2026 adalah target kita untuk RNTH Rp 14,5 triliun per hari. Kita ketahui bahwa memang sampai dengan 24 Oktober (2025), RNTH kita Rp 16,5 (triliun). Namun dari hasil forecast modeling, kita melihat bahwa peningkatan signifikan transaksi harian ini baru terjadi 3 bulan terakhir," jelasnya dalam konferensi pers RUPSLB BEI 2025, Rabu (29/10/2025).

 

 

 

Kinerja IHSG

Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Adapun hingga 24 Oktober 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 8.271,722, atau meningkat sebesar 16,83 persen dari posisi 7.079,905 pada akhir 2024. 

Nilai kapitalisasi pasar pada 24 Oktober 2025 tercatat Rp 15.234 triliun atau naik sebesar 23 persen dibandingkan posisi pada akhir tahun 2024 yang lalu sebesar Rp 12.336 triliun. 

IHSG pun mencapai rekor tertingginya, yaitu pada level 8.274,375 saat 23 Oktober 2025. Kapitalisasi pasar juga turut memecahkan rekor titik tertingginya pada 10 Oktober 2025 yang lalu, yakni sebesar Rp 15.559 triliun. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya