Liputan6.com, Jakarta - Harga Solana (SOL) menembus level USD 200 atau Rp 3,32 juta (Estimasi kurs Rp 16.618 per USD) seiring meningkatnya antusiasme pasar terhadap kabar peluncuran Exchange-Traded Fund (ETF) berbasis Solana. Lonjakan ini juga didorong oleh sinyal teknikal “golden cross”, yang menandakan potensi tren kenaikan baru.
Mengutip coinmarketcap, Rabu (29/10/2025), sejumlah analis memperkirakan harga Solana masih berpeluang naik lebih tinggi, terutama karena minat investor institusional yang semakin kuat. Perusahaan besar seperti Bitwise dan Grayscale disebut tengah menyiapkan langkah strategis, termasuk pengajuan produk ETF dan penyesuaian portofolio aset kripto mereka.
Advertisement
Aktivitas institusi ini dinilai menjadi pendorong utama penguatan Solana. Pasar menilai, peluncuran ETF berbasis Solana bisa menjadi momentum penting yang memicu aliran dana besar dari investor tradisional ke aset digital tersebut.
Menurut analis, spekulasi ini tidak hanya berdampak pada harga, tetapi juga pada likuiditas pasar dan mekanisme pembentukan harga di ekosistem kripto secara keseluruhan.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Optimisme Pasar dan Jadwal Peluncuran ETF Solana
Secara keseluruhan, sentimen pasar kripto terhadap Solana saat ini cukup optimistis, meski belum ada komentar resmi dari para pendiri Solana. Tren historis menunjukkan bahwa persetujuan ETF pada aset seperti Bitcoin dan Ethereum sebelumnya juga memicu lonjakan harga dan peningkatan minat investor.
Namun, di balik optimisme tersebut, analis memperingatkan adanya kemungkinan pengawasan lebih ketat dari regulator karena produk keuangan berbasis Solana mulai menarik perhatian publik.
Jurnalis Eleanor Terrett dari Fox Business mengungkapkan, “Pasar sedang menantikan peluncuran Solana ETF di Bursa Efek New York pada 29 Oktober 2025. Produk Bitwise Solana Staking ETF (BSOL) akan debut sehari sebelumnya, sementara Grayscale Solana Trust (GSOL) akan dikonversi menjadi ETF pada tanggal yang sama.”
Jika peluncuran berjalan sesuai jadwal, Solana berpotensi memperkuat posisinya sebagai salah satu aset kripto paling berpengaruh di tahun 2025.
Mengenai Solana
Solana (SOL) adalah salah satu proyek blockchain generasi baru yang dirancang untuk menghadirkan transaksi cepat dan biaya rendah. Dikenal dengan teknologi Proof of History (PoH) yang dikombinasikan dengan Proof of Stake (PoS), Solana mampu memproses ribuan transaksi per detik tanpa mengorbankan desentralisasi.
Kecepatan inilah yang membuatnya menjadi pilihan utama bagi pengembang aplikasi terdesentralisasi (dApps), proyek DeFi, dan NFT marketplace. Dalam beberapa tahun terakhir, Solana juga berhasil membangun ekosistem kuat yang menyaingi Ethereum dalam hal performa dan biaya transaksi.
Dari sisi pasar, token SOL berfungsi sebagai aset utama dalam jaringan Solana, digunakan untuk membayar biaya transaksi, staking, serta sebagai aset investasi.
Dukungan komunitas yang besar dan keterlibatan institusi seperti Grayscale dan Bitwise semakin memperkuat posisinya di industri kripto global.
Dengan inovasi teknologi yang terus dikembangkan, Solana kini dipandang sebagai salah satu blockchain paling menjanjikan dalam mendorong adopsi kripto di sektor keuangan digital.