Filipina Resmi Menerima Estafet Kepemimpinan ASEAN 2026 dari Malaysia

Seperti apa gambaran kepemimpinan Filipina atas ASEAN? Simak pernyataan Presiden Marcos Jr. berikut ini.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 29 Oktober 2025, 09:04 WIB
PM Malaysia Anwar Ibrahim menyerahkan palu kepemimpinan ASEAN kepada Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr. di Pusat Konvensi Kuala Lumpur, Selasa (28/10/2025). (Dok. Instagram @bongbongmarcos)

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Presiden Ferdinand R. Marcos Jr. secara resmi menerima peran Filipina sebagai Ketua Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) untuk tahun 2026 pada hari Selasa (28/10/2025).

Dalam upacara penutupan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN dan Pertemuan Terkait yang berlangsung di Pusat Konvensi Kuala Lumpur, Malaysia, Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyerahkan palu kepemimpinan ASEAN kepada Marcos.

Marcos menegaskan bahwa Filipina akan mendorong inisiatif yang inklusif untuk memperkuat dan memberdayakan keamanan, ekonomi, dan masyarakat di kawasan, di tengah lanskap regional yang terus berubah.

"ASEAN adalah kapal kita dan tahun 2026 akan menjadi tahun di mana kita berlayar bersama menuju cakrawala yang sama," ujarnya seperti dikutip dari kantor berita Filipina.

Ia menjelaskan bahwa di bawah tema "Navigating Our Future, Together", Filipina akan berfokus pada penguatan jangkar perdamaian dan keamanan, pembangunan koridor kemakmuran, serta pemberdayaan masyarakat.

Marcos menambahkan bahwa ketiga prioritas tersebut akan menjadi kompas utama bagi Filipina dalam mengarahkan ASEAN menuju masa depan yang menempatkan perdamaian, kemakmuran, dan manusia di pusat setiap kebijakan dan tindakan.

"Hal ini mencerminkan bukan hanya aspirasi kita, tetapi juga tekad kita untuk memastikan bahwa agenda integrasi ASEAN menghasilkan peluang nyata bagi dunia usaha untuk tumbuh, bagi komunitas untuk berkembang, serta bagi kemajuan yang inklusif, berkelanjutan, dan dapat dirasakan oleh semua pihak," katanya.

Sebagai ketua ASEAN tahun 2026, Filipina juga akan mulai melaksanakan ASEAN Community Vision 2045 dan membantu mempercepat integrasi Timor-Leste ke dalam komunitas regional.

Memperkuat Kerja Sama dan Stabilitas Kawasan

Dengan Filipina di posisi kepemimpinan, Marcos menegaskan bahwa ASEAN akan terus mendorong dialog, menegakkan hukum internasional, serta memperkuat kerja sama dalam isu-isu keamanan tradisional maupun non-tradisional.

"Meskipun arus perubahan dapat datang secara tak terduga, kompas kita harus tetap teguh, berlabuh pada kerja sama," tutur putra dari Ferdinand Marcos Sr. dan Imelda Marcos tersebut. "Kompas itu harus selalu diarahkan untuk menjaga kawasan yang stabil dan aman, dibangun di atas visi bersama tentang arsitektur regional ASEAN yang terbuka, inklusif, transparan, dan berbasis aturan."

Marcos juga menekankan bahwa sentralitas ASEAN akan menjadi inti dari seluruh inisiatif di tahun-tahun mendatang.

"Kita, sebagai ASEAN, akan berdiri teguh sebagai institusi yang menjadi kekuatan pendorong utama di balik dinamika kawasan yang terus berkembang," ungkapnya. "Tujuan kita bukan untuk menyimpang dari kepemimpinan sebelumnya, melainkan untuk melanjutkan dan memperkuat hasil kerja kolektif para pendahulu kita."

Ia memuji kepemimpinan Malaysia yang pragmatis selama masa jabatannya sebagai ketua ASEAN tahun ini, dengan mengatakan negara tersebut telah menakhodai ASEAN dengan kejelasan dan keyakinan. 

Marcos menegaskan bahwa Filipina akan menjaga kesinambungan serta membangun di atas capaian-capaian yang telah diraih oleh Malaysia dan para ketua ASEAN sebelumnya.

Capaian KTT ke-47 ASEAN

KTT ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur yang berlangsung selama tiga hari ini mempertemukan para pemimpin dari 11 negara anggota ASEAN beserta mitra dialog mereka, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Perdana Menteri Jepang Takaichi Sanae, Presiden Korea Lee Jae Myung, Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, dan Perdana Menteri Selandia Baru Christopher Luxon.

Salah satu pencapaian penting dalam KTT ini adalah penerimaan resmi Timor-Leste sebagai anggota ke-11 ASEAN dan penandatanganan Protokol Peningkatan Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN-China (ACFTA) 3.0.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya