Liputan6.com, Jakarta - Saham Apple dan Microsoft menguat pada perdagangan Selasa, 28 Oktober 2025 waktu setempat. Kenaikan harga saham Apple dan Microsoft mendorong kapitalisasi pasar melampaui USD 4 triliun atau Rp 66.407 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.601).
Mengutip CNBC, Rabu (29/10/2025), kedua perusahaan masih berada di belakang Nvidia yang merupakan perusahaan paling berharga di dunia dengan kapitalisasi pasar lebih dari USD 4,6 triliun atau Rp 76.363 triliun. Microsoft sebelumnya mencapai USD 4 triliun pada Juli.
Advertisement
Apple ditutup tepat di bawah USD 4 triliun, sementara Microsoft mempertahankan valuasinya.
Saham Microsoft naik sekitar 2% di tengah berita perusahaan tersebut telah menyelesaikan akuisisi 27% saham di bisnis nirlaba OpenAI. Perusahaan telah mendukung pembuat ChatGPT tersebut sejak 2019.
Tonggak sejarah USD 4 triliun, yang pertama bagi Apple, terjadi ketika sahamnya melonjak dalam beberapa minggu terakhir karena model iPhone 17, yang dirilis pada September, tampaknya terjual lebih baik daripada pendahulunya.
Saham Apple naik 25% selama 3 bulan terakhir. Perusahaan melaporkan pendapatan kuartal keempat fiskalnya pada Kamis. Sementara itu, Microsoft melaporkan pendapatannya pada Rabu. Saham Microsoft naik 6% dalam tiga bulan terakhir.
"Saham Apple menuju laporan keuangan mendatang dengan aura positif yang lebih besar dibandingkan tahun lalu," tulis analis JPMorgan Samik Chatterjee dalam catatan Senin.
Ia memberikan rekomendasi beli untuk saham tersebut dan menaikkan target harganya pada Senin menjadi USD 290 per saham.
Perusahaan juga tampaknya telah menghindari skenario terburuk terkait tarif pemerintahan Trump. Apple telah memindahkan sebagian besar rantai pasokannya yang menuju AS ke India dan Vietnam, sekaligus menjaga hubungan baik dengan pemerintah terkait manufaktur AS.
"Pengumuman peningkatan laju investasi domestik, dikombinasikan dengan pergeseran cepat dalam manufaktur produk untuk pasar AS di luar Tiongkok (India, Vietnam), telah meningkatkan posisi Apple dalam lanskap tarif," tulis Chatterjee.
Kapitalisasi Pasar Saham Apple Kembali Sentuh USD 3 Triliun
Sebelumnya, saham Apple menguat lebih dari 2% pada Senin, 14 April 2025. Hal itu mendorong kapitalisasi pasar Apple kembali sentuh di atas USD 3 triliun.
Mengutip Google Finance, Selasa (15/4/2025), harga saham Apple ditutup naik 2,21 persen ke posisi USD 202,52. Kapitalisasi pasar saham sentuh USD 3,01 triliun atau sekitar Rp 50.646 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.826).
Penguatan harga saham Apple itu juga seiring wall street sedikit lega seiring produsen Iphone itu akan mampu menahan tarif Presiden AS Donald Trump.
Pada Jumat malam pekan lalu, pemerintahan Trump mengumumkan ponsel, computer hingga chip dibebaskan dari tarif baru.
Apple menjadi salah satu perusahaan yang paling rentan terhadap tarif Trump seiring mayoritas iPhone, iPad dan MacBoon diproduksi di China dan negara-negara Asia lainnya.
Pergerakan Saham Apple
Trump telah meminta Apple untuk produksi di AS. Sebagian besar impor penting Apple dibebaskan dari tarif, sebuah langkah yang menurut analis wall street dapat hemat biaya Apple miliaran dolar AS.
Namun, pejabat pemerintahan memperingatkan selama akhir pekan kalau pengecualiaan itu bersifat sementara dan dapat berubah selama beberapa pekan ke depan.
“Saya berbicara dengan Tim Cook. Saya membantu Tim Cook, baru-baru ini dan seluruh bisnis itu,” ujar Trump pada Senin.
“Saya tidak ingin menyakiti siapapun tetapi hasil akhirnya adalah kita akan mencapai posisi yang hebat bagi negara kita,” ia menambahkan.
Ketidakpastian tentang apa yang akan terjadi di masa depan membantu menjelaskan kenaikan Apple yang relatif tidak terlalu besar pada Jumat. Saham Apple turun hampir 9% pada April setelah turun lebih dari 8% pada Maret. Penurunan 11% pada kuartal pertama menandai kinerja terburuk Apple sejak 2023.
Apple Catat Kapitalisasi Pasar Terbesar
Apple sekali lagi menjadi perusahaan AS yang diperdagangkan secara publik dengan kapitalisasi pasar tertinggi, mengalahkan Microsoft.
Kapitalisasi pasar Apple turun di bawah USD 3 triliun pada 4 April 2025, dua hari setelah Trump mengumumkan tarif timbal balik atau resiprokal yang akan mengenakan bea masuk yang signifikan pada China dan negara-negara tempat perusahaan itu melakukan manufaktur.
Sahamnya menguat pekan lalu setelah Trump mengumumkan menurunkan tarif baru menjadi 10% untuk impor dari negara-negara selain China yang akan hadapi tarif setinggi 145%.