Liputan6.com, Hanoi - Ribuan warga di Vietnam dievakuasi dari rumah mereka setelah curah hujan lebih dari 1.000 milimeter (mm) dalam waktu 24 jam membanjiri sebuah kota di wilayah tengah. Hal ini diungkapkan Kementerian Lingkungan Hidup Vietnam pada Selasa (28/10/2025).
"Tiga stasiun pengamatan di Kota Hue mencatat curah hujan antara 1.000 hingga 1.700 milimeter dalam periode 24 jam dari Minggu (26/10) hingga Senin (27/10)," demikian menurut pernyataan kementerian tersebut seperti dilansir CNA.
Advertisement
"Rekor hujan 24 jam sebelumnya di Hue tercatat sebesar 990 milimeter pada tahun 1999."
Menurut kementerian yang sama, lebih dari 8.600 orang di wilayah tengah Vietnam telah dievakuasi ke sekolah dan gedung-gedung umum sejak Sabtu (25/10) karena ancaman banjir besar dan tanah longsor.
"Ini banjir terbesar yang pernah saya alami. Ketinggian air di rumah saya sekitar 40 sentimeter lebih tinggi dibandingkan banjir tahun 1999," ujar Tran Anh Tuan, warga Hue berusia 56 tahun dari rumah tiga lantainya di pusat kota, kepada AFP.
"Lantai dasar rumah saya terendam sekitar dua meter air. Kami sudah memindahkan semua barang penting ke lantai atas. Kami hidup dalam gelap lebih dari sehari karena listrik dipadamkan."
Foto yang dimuat media pemerintah pada Senin memperlihatkan sebuah ruangan di rumah sakit utama di kota itu terendam air keruh, dengan dua pasien duduk di atas tandu.
Jalur Kereta Terganggu
Di kota tua Hoi An, turis tampak menggunakan perahu untuk melintasi jalan-jalan sempit yang terendam.
"Tingkat risiko bencana akibat banjir bandang dan tanah longsor saat ini berada pada level tertinggi," kata Direktur Pusat Nasional Perkiraan Hidro-Meteorologi Mai Van Khiem seperti dikutip dari situs resmi pemerintah.
Ia menambahkan, hujan masih diperkirakan akan terus mengguyur provinsi-provinsi di wilayah tengah hingga Rabu.
Beberapa sekolah di Kota Hue dan Danang sudah ditutup sejak Sabtu, sementara jalur kereta yang menghubungkan bagian utara dan selatan Vietnam mengalami gangguan akibat banjir.
Para ilmuwan menilai, perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia membuat peristiwa cuaca ekstrem seperti badai dan banjir menjadi semakin mematikan dan merusak.
Wilayah pegunungan di utara Vietnam serta ibu kota Hanoi juga sempat dilanda banjir parah pada awal Oktober setelah Topan Bualoi dan Matmo menerjang.
Bencana alam — terutama badai, banjir, dan tanah longsor — telah menyebabkan 187 orang tewas atau hilang di negara Asia Tenggara itu dalam sembilan bulan pertama tahun ini.
Menurut data Kantor Statistik Umum, total kerugian ekonomi diperkirakan melebihi USD 610 juta.