Kisah Inspiratif Rara, Pekerja Migran Indonesia yang Menang Lomba Video Budaya Taiwan

Rara tidak menyia-nyiakan waktunya di negeri orang. Ia mengembangkan potensi diri dengan menyelami budaya lokal.

oleh Tim GlobalDiterbitkan 28 Oktober 2025, 14:15 WIB
Ratna Juwita Sari alias Rara menerima sertifikat penghargaan yang diberikan oleh perwakilan dari Kantor Pekerja Migran dan Disabilitas Kota Taipei. (Dok. Rara via CNA).

Liputan6.com, Taipei - Di tengah hiruk-pikuk Taipei, seorang perawat migran asal Majalengka, Jawa Barat, menorehkan prestasi. Ratna Juwita Sari atau akrab disapa Rara, terpilih sebagai salah satu pemenang dalam lomba video budaya Taiwan yang digelar oleh Taipei Language Institute (TLI).

Perempuan berusia 39 tahun yang bekerja di Distrik Shilin, Kota Taipei, itu tidak menyangka hobinya tampil di depan kamera bisa membawanya ke panggung penghargaan.

"Saya ikut kelas Mandarin yang diadakan dari pihak TLI. Kebetulan belajarnya tatap muka di hari Minggu selama beberapa kali. Di akhir kelas, ada perlombaan tentang menceritakan budaya Taiwan di area Dadaocheng, kuil Cisheng dan sekitarnya. Jadi saya pakai baju qibao dan berfoto serta membuat video sambil menjelaskan dalam bahasa Mandarin gitu," ungkap Rara kepada The Central News Agency (CNA).

Video berdurasi sekitar lima menit itu ia kirimkan kepada panitia lomba Taipei migrant worker. Tidak disangka, karyanya terpilih sebagai salah satu video terbaik dalam Pameran Video Pekerja Migran bertema "Saya punya cerita di Taiwan".

Pada Minggu (26/10/2025), Rara menerima penghargaan kategori Pilihan Unggul dari perwakilan Kantor Pekerja Migran dan Disabilitas Kota Taipei, dalam acara yang digelar di Heritage and Culture Education Center of Taipei, kawasan Dadaocheng.

Rara sungguh tidak menyangka bahwa hobinya berlenggak-lenggok di depan kamera bisa menjadi keuntungan baginya dan bahkan berbuah prestasi. 

Mengisi Waktu dengan Hal Positif

Selain bekerja sebagai perawat lansia, Rara dikenal aktif memanfaatkan waktu liburnya untuk kegiatan yang membangun diri. Setiap hari Minggu, ia mengikuti kursus bahasa Mandarin gratis yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Taipei.

Tidak hanya itu, saat malam pergantian tahun, Rara kerap menjadi sukarelawan penunjuk arah di MRT Xiangshan, membantu mengatur arus pengunjung di tengah keramaian malam tahun baru. Ia telah menjalankan peran sukarela ini selama empat tahun berturut-turut.

Pesan untuk Sesama Pekerja Migran

Dari balik kesederhanaan dan semangatnya, Rara menitipkan pesan bagi rekan-rekan sesama Pekerja Migran Indonesia (PMI) agar memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.

"Gunakan waktu hari libur untuk kegiatan yang positif," ujarnya singkat namun penuh makna.

Prestasi Rara menjadi bukti bahwa dedikasi dan semangat belajar tidak mengenal batas profesi maupun tempat. Dari Majalengka ke Taipei, kisahnya menjadi inspirasi bagi banyak pekerja migran untuk terus berkembang, berani mencoba, dan tidak berhenti bermimpi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya